Terima Kasih Cinta Sejati

Terima Kasih Cinta Sejati
74 EMPAT BULANAN


__ADS_3

Sehari setelah memeriksakan kandungan Dinda untuk kedua kalinya, akhir pekan ini Adit dan Dinda mengadakan acara pengajian empat bulanan kehamilan Dinda. Ayah dan Bunda Dinda juga menggelar acara yang sama di rumah mereka. Sedangkan papa dan mama Adit membantu persiapan acara yang akan digelar di rumah Adit dan Dinda sendiri.


Acara akan dilaksanakan selepas ashar sore nanti. Namun mama Indri dan Papa Satrio sudah datang sejak pagi untuk membantu menata rumah Adit dibantu oleh Pak Jo dan istrinya.


Selain keluarga dan sahabat, Adit dan Dinda juga mengundang tetangga sekitar rumah mereka serta sejumlah anak yatim piatu dari tiga panti asuhan di mana Adit dan Papa Satrio menjadi donatur tetapnya.


Untuk seluruh karyawan di kantor Adit dan di gerai, Adit dan Dinda sudah memesan nasi box istimewa yang akan dibagikan keesokan harinya di tempat kerja mereka.


Siang hari, semua persiapan telah selesai, termasuk tenda dan kursi yang sudah terlihat siap dan rapi di halaman rumah. Teras rumah juga sudah ditata untuk ruang makan dengan sebuah meja besar berikut peralatannya yang sudah disiapkan oleh pihak katering. Hanya tinggal menunggu makanannya yang akan datang sore nanti.


Papa Satrio dan mama Indri, juga Pak Jo dan istrinya pamit pulang untuk beristirahat dulu. Mereka akan datang kembali menjelang sore. Sekarang tinggal Adit berdua dengan Dinda di kamar mereka. Sebelumnya Adit telah mengunci pintu depan, agar mereka bisa beristirahat sejenak sebelum mengikuti seluruh rangkaian acara.


"Mas, kita istirahat dulu..."


Dinda menghampiri Adit yang baru datang setelah mengunci pintu depan. Dia langsung memeluk tubuh Adit dengan erat. Adit tersenyum membalas pelukan istrinya sambil mencium ujung kepala Dinda.


"Iya, sayang. Kamu harus mempersiapkan tenagamu untuk acara nanti." Adit melepaskan pelukannya lalu menggendong istrinya ke atas tempat tidur.


Setelah Dinda berbaring, Adit menyusulnya duduk di samping tubuh istrinya. Kepalanya turun hingga bisa mencium perut Dinda yang sekarang sudah mulai membuncit kecil di tengahnya. Kedua tangannya terus mengelus-elus perut istrinya dengan perasaan cinta dan bahagia.


"Kesayangan mama dan papa, baik-baik di dalam perut mama ya, sayang. Tumbuhlah dengan sehat dan kuat. Kami akan selalu menjaga dan menunggumu di sini."


Senyum Adit terus mengembang seraya menciumi perut Dinda berulang kali tanpa henti. Sesekali kepalanya bersandar miring di atas perut istrinya seolah ingin mendengarkan sesuatu dari dalam perut Dinda.


"Mas, mamanya juga minta dicium dan dipeluk..."


Dinda merajuk manja dengan tangan yang terus mengusapi kepala Adit yang masih berada di atas perutnya.


Adit yang mendengar ucapan Dinda segera mencium perutnya sekali lagi kemudian beralih ke atas dan mencium kening istri tercintanya.


"Maafkan aku karena sekarang cintaku terbagi dua..."


Dinda tersenyum mendengar ucapan suaminya. Tangannya terulur meraih pinggang Adit dan mulai memeluknya dengan manja. Kepalanya bersandar penuh di bahu Adit dengan mata tertutup sempurna.


"Aku tak keberatan jika cintamu terbagi dua, tiga atau lebih.., selama itu untuk mereka yang aku kandung dan aku lahirkan, mas. Anak-anak kita berhak mendapatkan cinta yang berlimpah dari sosok ayah terbaik sepertimu.."


Dinda mencium bahu suaminya dengan penuh cinta membuat Adit menarik wajah itu ke hadapannya hingga mereka berdua saling beradu pandang.


"Juga cinta yang tak berujung dari seorang ibu terbaik sepertimu, sayang.."

__ADS_1


Adit membelai mesra rambut Dinda dan merapikannya di balik kedua telinganya. Kemudian kedua tangannya menangkup wajah cantik sang istri dengan lembut lalu mendaratkan ciuman hangat di bibir manis istri tercintanya.


Mereka berdua saling melempar senyuman sebelum kembali melanjutkan ciuman hangat yang berlanjut memanas dan saling menuntut satu sama lain.


.


.


.


Menjelang ashar, orangtua Adit sudah datang kembali bersama Pak Jo dan istrinya. Begitu juga Andi dan Rinaya juga Elisa dan Farrel. Para lelaki muda tampan tersebut kompak mengenakan baju koko dengan warna yang berbeda, menyesuaikan dengan warna kaftan yang dipakai oleh istri masing-masing.


Sebuah kejutan istimewa melengkapi kebahagiaan Dinda hari ini. Kedua orangtuanya tiba-tiba sudah hadir bersama dengan kedatangan orangtua Adit.


Ternyata mereka sengaja mengadakan pengajian pada pagi hari agar siang harinya bisa berangkat ke rumah Dinda dan turut serta dalam acara empat bulanan di rumah putri kesayangan mereka.


"Ayah dan Bunda, terima kasih sudah hadir di sini. Dinda sangat bahagia..!"


Dinda mencium tangan kedua orangtuanya lalu memeluk mereka berdua bergantian. Sudah cukup lama mereka tidak bertemu. Terakhir di saat dia dan Adit pulang untuk melayat kepergian Bimo kala itu.


Adit mengikuti istrinya mencium tangan kedua orangtuanya, lalu membantu membawakan tas pakaian mereka ke dalam kamar tamu, karena malam nanti Ayah Arya dan Bunda Nina akan menginap di rumah mereka.


Adit, Dinda dan kedua orangtua mereka mengenakan pakaian muslim seragam berwarna putih tulang. Mama Indri yang telah mempersiapkannya untuk mereka sekeluarga.


Tak berselang lama kemudian, rombongan dari panti asuhan datang bersamaan dengan kehadiran para tetangga, kerabat dan keluarga besar Adit.


Seluruh tamu terbagi menjadi dua kelompok. Keluarga Adit dan Dinda, keempat sahabatnya dan anak-anak panti asuhan, mereka semua duduk di bawah di ruang tamu dan ruang tengah. Sedangkan yang lainnya berada di halaman depan yang telah disediakan tempat duduk yang tertata rapi.


Acara pun segera dimulai. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran oleh Adit dan Dinda, lalu dilanjutkan dengan acara inti yaitu lantunan doa-doa yang disuarakan dengan merdu oleh anak-anak dari panti asuhan didampingi oleh beberapa pengasuh mereka.


Setelah itu, seorang ustad yang merupakan sahabat Papa Satrio berdiri di antara hadirin yang berada di dalam rumah dan di halaman depan. Ustad paruh baya tersebut memberikan tausiyah pendek seputar kehamilan dan persiapan menjadi orangtua, kemudian diakhiri dengan doa penutup yang diamini oleh semua yang ada di sana.


Rangkaian acara inti empat bulanan telah dilaksanakan dengan lancar. Saatnya seluruh hadirin dipersilakan untuk menikmati hidangan yang telah disediakan sembari beramah-tamah satu dengan yang lainnya.


"Sa, kamu mau makan apa? Akan aku ambilkan." Tanya Farrel pada istrinya.


"Baby, aku mau sup sayur dan teh hangat saja. Aku tunggu di sini ya, sayang..." Pinta Elisa dengan manjanya pada Farrel yang dengan sigap langsung berdiri dan berjalan menuju teras depan. Dia mengambil makanan dan minuman untuknya dan istri tercintanya yang sedang hamil muda.


Sementara Andi dan Rinaya berdiri dan berjalan bersama untuk mengambil makanan mereka.

__ADS_1


"Ya, kamu ambil minumannya sekalian. Biar aku yang membawa makanan kita ke dalam." Ucap Andi dengan lembut dan penuh perhatian.


"Iya, mas. Terima kasih." Balas Rinaya di sampingnya.


"Sama-sama, sayang. Aku mencintaimu." Andi tersenyum menatap Rinaya yang tersipu mendengar panggilan sayang dari suaminya.


"Aku juga mencintaimu, mas." Jawab Rinaya yang setelah menikah kini tidak lagi malu untuk menunjukkan rasa cintanya pada Andi setiap saat, baik melalui perkataan maupun perbuatannya.


Pasangan suami istri yang masih terbilang baru itu memang selalu terlihat mesra dan penuh kelembutan hati satu sama lain. Sejak awal menjalani hubungan hingga akhirnya menikah, mereka semakin menyatu dan saling melengkapi dengan sikap yang sama-sama dewasa, tenang dan selalu penuh cinta.


.


.


.


🙏Ucapan Terima Kasih🙏


Terima kasih banyak atas dukungan dan doa dari para reader semua, yang telah setia mengikuti novel ini dari awal eposide hingga saat ini masih terus berlangsung episode per episodenya.


Alhamdulillah per tanggal 9 Juni 2020 lalu, novel Terima Kasih Cinta Sejati telah lulus kontrak dan menjadi novel kontrak di aplikasi Noveltoon/Mangatoon.


Mohon doa dan dukungannya juga untuk novel Menanti Cinta Untukku yang masih dalam proses review kontrak, agar secepatnya bisa lulus kontrak.


Aamiin..!!!


.


.


Note :


Jangan lupa untuk selalu menyemangati kami  dengan Like, Komentar, Bintang 5, Vote & Favorit ya..🙏💜🙏


Terima kasih banyak untuk semua pembaca yang telah berkenan membaca dan menikmati novel kami.


Salam cinta dari kami..


~Author~

__ADS_1


.



__ADS_2