Terima Kasih Cinta Sejati

Terima Kasih Cinta Sejati
62 HANYA MENJAGA


__ADS_3

"Beberapa waktu yang lalu aku melihat mas Andi di salah satu rumah sakit. Mas Andi bersama seorang teman laki-laki. Aku ingin menemui mas, tapi mas Andi bergegas naik ke lantai dua sementara aku masih ada keperluan di lantai satu. Saat aku menyusul ke atas, aku tidak bisa menemukan mas Andi lagi."


Suara Audi memecah diam di antara mereka, di cafe sore itu. Dia terus menatap Andi yang duduk di depannya, di tempat biasanya Andi dan yang lainnya berkumpul dan makan bersama.


Andi mengingat-ingat kejadian yang baru saja diceritakan oleh Audi. Sesaat kemudian dia sudah tahu, siang itu dia sedang menemani Adit untuk menemui Putri di tempat prakteknya, untuk berkonsultasi tentang kondisi Dinda.


"Mas Andi sudah berjanji pada mbak Aulia kalau mas akan selalu menjagaku. Tapi mengapa mas Andi tidak mau menikahiku? Bahkan dua tahun terakhir ini mas malah menjauhiku? Mas tidak pernah lagi menemuiku. Mas Andi sudah mengingkari janji mas pada mbak Aulia."


"Aku tidak menjauhimu. Aku juga tidak mengingkari janjiku pada Aulia. Aku tidak lagi menemuimu karena tugasku sudah selesai. Sejak dua tahun yang lalu, kamu bukan lagi menjadi tanggung jawabku."


Andi mencoba menjelaskan kepada Audi dengan tenang. Sejak dulu perangai Audi tidak pernah berubah. Berani dan keras kepala. Mungkin karena dia terlalu dimanja oleh Aulia, kakak satu-satunya yang sangat menyayanginya.


.


.


Ingatannya kembali melayang ke masa lalu, beberapa tahun sebelumnya. Masa di mana Aulia menitipkan Audi kepadanya.


"Mas, jika aku tiada nanti, tolong bantu ibu untuk menjaga Audi. Karena selain denganku dan ibu, dia hanya dekat denganmu."


Enam tahun yang lalu, beberapa minggu sebelum Aulia menutup mata untuk selamanya, dia menitipkan adik kesayangannya pada Andi.


Bukan bermaksud untuk membebani Andi, Aulia hanya ingin Andi membantu ibunya untuk mengawasi pergaulan adiknya, karena sang ibu yang sudah berumur mungkin kurang memahami dunia anak muda jaman sekarang.


Mengingat masa itu, sekelebat kenangan tentang kebersamaannya dengan Aulia hadir di pikiran Andi. Andi tersenyum mengingat wanita yang dulu sangat disayanginya itu.


"Semoga kamu tenang di sana, Lia. Aku selalu mendoakanmu dari sini." Gumam Andi dalam hati.


Andi menyudahi pikirannya tentang Aulia. Kini di hadapannya ada Audi yang harus dia tangani agar tidak menggangunya kembali seperti dulu.


Dulu, Audi baru lulus SMA dan sudah mulai melanjutkan kuliahnya di kampus yang sama dengan kakaknya. Dia gadis belia yang berani dan mempunyai sifat keras kepala. Segala keinginannya harus dituruti atau dia akan marah dan pergi dari rumah.


Setelah Aulia meninggal dunia karena sakit leukimia yang dideritanya, Andi memenuhi permintaan Aulia untuk menjaga Audi dan tentu saja ibu mereka berdua.


Secara finansial, Audi dan ibunya masih tercukupi kebutuhan sehari-harinya dengan dana pensuin almarhum ayahnya yang bekerja sebagai seorang abdi negara.


Selain itu, Aulia juga meninggalkan tabungan yang cukup untuk membiayai kuliah adiknya sampai selesai, karena selama kuliah Aulia juga bekerja paruh waktu di sebuah perusahaan percetakan.


"Mas Andi tidak menyelesaikan tugas mas, tapi menghindar dari tanggung jawab yang seharusnya menjagaku."

__ADS_1


Audi kembali mengeluarkan bantahannya dan tetap menyalahkan Andi.


"Audi, sekarang katakan padaku, tanggung jawab mana yang tidak aku selesaikan?"


Andi melipat kedua tangannya di atas dada, bersiap untuk mendengarkan. Dia masih memberi kesempatan kepada Audi untuk mengatakan kemauannya. Walaupun sebenarnya dia sudah tau akan ke mana arah pembicaraan Audi.


Audi yang merasa mendapatkan kesempatan langsung menuntut Andi sesuai harapannya. Tubuhnya maju ke depan hingga posisi duduknya sedikit terangkat dengan tangan yang bertumpu di atas meja. Dia menatap Andi dengan penuh percaya diri.


"Mas Andi harus terus menjagaku. Mas harus menikahi aku. Seperti yang diminta mbak Aulia pada mas Andi."


Andi menajamkan tatapan matanya pada Audi yang masih tampak percaya diri di hadapannya.


"Dengarkan aku baik-baik. Aulia memintaku untuk menjagamu. Hanya menjagamu, bukan menikahimu..!!"


Audi terkejut mendengar jawaban Andi. Tubuhnya tertarik ke belakang dengan sendirinya, membuatnya kembali duduk dengan sempurna dan bersandar di kursinya.


"Tapi aku mencintai mas Andi dan dulu aku sudah mengatakannya berulang kali. Mas Andi harus bertanggung jawab dan menikahiku. Dengan begitu mas Andi akan terus menjagaku, seperti permintaan mbak Aulia."


Audi terus saja mengatasnamakan Aulia agar Andi mengabulkan permintaannya tersebut.


Andi mulai menyusun kalimat yang akan digunakannya untuk menyelesaikan urusannya dengan Audi.


"Ingat Audi, kamu sudah mempunyai calon suami yang sangat setia dan sangat mencintaimu! Dan kamu sendiri yang menyetujui rencana pernikahanmu dengan Arka dua tahun yang lalu. Jadi, aku sudah menyelesaikan tanggung jawabku dan sudah memenuhi permintaan Aulia kepadaku!"


Dua tahun yang lalu, seorang pria yang tidak lain adalah sahabat masa kecil Audi datang menemui ibunya. Dia melamar Audi untuk dinikahinya dan menjadi istrinya.


Pria bernama Arka itu adalah teman sekolah Audi di kampungnya. Sejak masuk sekolah dasar hingga kelas dua SMP mereka satu kelas dan selalu bersama setiap waktu.


Hingga pada saat Aulia kuliah dan bekerja paruh waktu, dia membawa ibu dan adiknya untuk pindah bersamanya, meninggalkan kampung halaman mereka. Mau tak mau perpisahan itu terjadi. Arka melepaskan kepergian sahabat yang juga cinta pertamanya itu.


Setelah lulus SMA, Arka yang tidak bisa melupakan cintanya pada Audi memutuskan untuk menyusul Audi dan melanjutkan kuliah di kampus yang sama dengan Audi.


Kedekatan itu kembali terjalin di antara mereka, meskipun Arka harus menerima kenyataan bahwa Audi telah menyimpan rasa cinta untuk lelaki lain, yaitu Andi.


Meskipun memendam kekecewaan, namun Arka tetap setia mendampingi Audi dan selalu menjadi pelindungnya setiap saat. Perhatian demi perhatian terus dia berikan dan dia tunjukkan dengan tulus pada Audi, sampai pada malam di mana dia menyatakan perasaannya pada Audi.


Audi bukan tidak tahu jika Arka menyukainya sejak mereka kecil dulu. Sebenarnya dia pun juga menyukai Arka. Tetapi saat Arka datang kembali, dia sudah telanjur mencintai Andi.


Audi tidak bisa menolak Arka karena dia juga menyimpan rasa yang sama pada lelaki itu. Namun di sisi lain dia juga menyukai Andi, karena selama ini Andi yang selalu menjaga dia dan ibunya. Dia tidak ingin kehilangan perhatian dari Andi meskipun lelaki itu hanya menganggapnya sebagai seorang adik.

__ADS_1


"Aku menerima lamaran Arka waktu itu, mas. Tapi aku belum menikah dengannya karena aku berharap mas masih mau menerima aku. Namun kenyataannya, mas Andi pergi begitu saja sejak acara lamaran itu."


"Aku hanya orang luar, Audi. Aku hanya melakukan permintaan Aulia, juga sebagai rasa hormatku kepada ibu kalian. Setelah kamu resmi menjadi calon istri Arka, tanggung jawab itu sudah lepas dari pundakku. Sejak saat itu, aku dan juga ibumu sudah menyerahkan tanggung jawab atas dirimu kepada Arka. Jadi jangan pernah lagi mengecewakan Aulia dan ibumu, juga Arka."


"Arka adalah laki-laki yang baik dan bertanggung jawab, juga yang pasti dia sangat mencintaimu. Dia mencintaimu sejak dulu dan rela menunggu sekian lama hanya demi dirimu. Jangan sia-siakan dia atau kamu akan menyesalinya suatu saat nanti!"


Audi terdiam dalam duduknya. Dia masih belum bisa menerima semua perkataan Andi. Tetapi dalam hatinya, dia mulai memikirkannya.


Andi mengambil ponsel dari saku celananya. Dia mengirimkan pesan untuk seseorang. Setelah itu dia meletakkan ponselnya di atas meja.


Tak berapa lama kemudian, Rinaya keluar dari dalam ruangan Dinda. Ternyata sejak Audi belum datang, dia dan Andi sengaja menunggu di sana.


Setelah Rinaya muncul, dari luar cafe terlihat dua orang masuk dan berjalan menuju meja di depan ruangan Dinda, di mana sudah ada Rinaya, Andi dan Audi.


Saat keduanya telah sampai, Audi yang baru menyadari kehadiran orang lain di sampingnya, segera menoleh ke arah mereka. Roman mukanya seketika berubah. Terkejut dan sama sekali tidak menyangka.


"Ibu..! Arka..!"


.


.


.


Novel kami dengan judul MENANTI CINTA UNTUKKU sudah bisa dinikmati, dan akan terus update. Cek di Profile Karya Author. Semoga berkenan..🙏💜🙏


.


Note :


Jangan lupa untuk selalu menyemangati kami dengan Like, Komentar, Bintang 5, Vote & Favorit ya..🙏💜🙏


Terima kasih banyak untuk semua pembaca yang telah berkenan membaca dan menikmati novel kami.


Salam cinta dari kami..


~Author~


.

__ADS_1



__ADS_2