Terima Kasih Cinta Sejati

Terima Kasih Cinta Sejati
73 TELUR DADAR PANCI


__ADS_3

Dua minggu telah berlalu dari hari pernikahan Andi dan Rinaya. Sudah satu minggu pasangan pengantin baru itu kembali pada rutinitas pekerjaan mereka masing-masing. Setiap hari Andi selalu datang atau menjemput istrinya untuk makan siang bersama sembari melepaskan rasa rindu mereka meskipun baru berpisah beberapa jam saja.


Demikian pula halnya dengan kandungan Dinda dan Elisa yang mulai membuat kehebohan setiap kali mereka berada di gerai. Elisa masih berjuang menghadapi kehamilan mudanya yang disertai dengan mual dan muntah setiap harinya. Tak jarang dia juga mengalami sakit kepala saat dia tidak kuat lagi merasakan mual dan muntah yang berlebihan.


Berbeda dengan Dinda yang sudah memasuki trimester kedua kehamilannya, sekarang dia lebih sering membuat repot Adit dengan beberapa keinginan anehnya yang tiba-tiba muncul dan harus segera dipenuhi oleh suaminya.


"Mas, jam makan siang nanti ke sini ya. Aku mau makan telur dadar buatanmu."


Baru satu jam ditinggal Adit ke kantornya, Dinda sudah mengirim pesan pada suaminya karena kembali menginginkan sesuatu.


"Iya, sayang. Nanti aku pasti ke sana dan memenuhi permintaanmu." Balas Adit di pesannya.


Adit tersenyum mengingat kemanjaan Dinda selama kehamilannya. Dia bersyukur istrinya tidak mengalami mual dan muntah seperti yang dirasakan oleh Elisa.


Jika diingat-ingat kembali, beberapa bulan kemarin Dinda justru terlihat sangat sehat dan kuat. Hanya nafsu makannya saja yang memang bertambah luar biasa. Hampir setiap beberapa jam sekali dia memesan makanan melalui aplikasi online.


Keinginannya untuk menikmati berbagai macam makanan selama ini juga tidak terlalu merepotkan, karena jenis makanan yang dia inginkan mudah diperoleh di warung makan maupun restoran di sekitar mereka.


Yang terlihat mencolok dan kini disadari Adit sebagai perubahan emosi akibat dari peningkatan hormon tubuh ibu hamil adalah keinginan istrinya untuk terus bersamanya dan selalu meminta pelukan darinya. Bila hal itu memang benar berkenaan dengan bawaan kehamilan atau ngidam, tentu saja ini adalah ngidam yang sangat disukai oleh seorang suami.


Adit ingat dulu saat sedang melakukan panggilan video dengan istrinya saat makan siang, Dinda yang selesai makan dengan porsi berlebih tiba-tiba berlinangan air mata dan merajuk ingin suaminya segera datang menemuinya dengan alasan rindu. Setelah Adit kalang kabut di kantornya dan berusaha untuk segera datang ke gerai menemui istrinya, ternyata Dinda hanya ingin berpelukan dengannya dan meminta ciuman mesra di siang bolong.


.


.


.


Jam setengah dua belas siang, Adit dan Andi sudah sampai di gerai. Meskipun sekarang setiap hari mereka selalu datang ke gerai, tetapi karena Dinda masih manja dan sering ngidam bersama suaminya, Andi memilih makan siang di ruangan Rinaya dan membiarkan Adit mendampingi Dinda yang selalu menginginkan sesuatu untuk dituruti.


Seperti siang ini, Dinda ingin Adit memasak telur dadar untuknya. Bukan ngidam namanya jika hanya ingin telur dadar biasa. Kali ini Dinda ingin telur dadar yang dibuat suaminya tidak dimasak menggunakan penggorengan biasa, melainkan harus dimasak di dalam sebuah panci yang biasa digunakan untuk memasak sayur berkuah.


"Sayang, ini sungguh aku harus membuat telur dadar menggunakan panci ini?"


Adit sudah memakai apron di tubuhnya dan memegang sebuah panci berukuran sedang dengan dua buah pegangan di kedua sisinya.


"Iya, mas...! Harus pakai itu, dan kamu harus membuatnya dua kali.."


Adit hanya bisa tersenyum dan garuk-garuk kepala mendengar permintaan Dinda yang terus memeluk lengannya dengan erat, tidak peduli para karyawannya juga berada di dapur cafe sedang menyiapkan pesanan untuk para pembeli yang sudah menunggu.

__ADS_1


Para karyawan itu tidak merasa terganggu dengan keberadaan kedua atasannya tersebut karena mereka tahu jika Dinda tengah hamil dan ngidam sesuatu yang harus dituruti oleh suaminya.


Mereka tetap fokus dengan pekerjaan masing-masing dan membiarkan Adit sibuk menuruti keinginan istrinya yang sedikit aneh dan membuatnya kesulitan karena harus membuat telur dadar di dalam panci sayur.


Telur dadar yang sudah diaduk dan dibumbui telah disiapkan oleh Adit. Dia meletakkan panci di atas kompor lalu menyalakan apinya. Tak lupa dia menuangkan sedikit minyak goreng ke dalam panci. Adit menunggu sejenak agar minyak goreng di dalam panci panas lebih dulu.


Dinda yang sedari awal menempel di samping Adit, kini berpindah mendampingi atau lebih tepatnya merusuhi suaminya dengan memeluk pinggangnya dari belakang, sambil sesekali kepalanya bergerak ke samping untuk melihat aksi memasak sang suami.


Saat minyak goreng telah panas, Adit mengecilkan nyala apinya, lalu pelan-pelan memasukkan setengah adukan telur ke dalam panci. Sampai di sini prosesmya masih mudah.


Namun setelahnya, Adit dibuat bingung karena kesulitan untuk melipat dan membalikkan telur yang sudah setengah matang itu, lantaran tinggi panci yang mencapai dua puluh lima senti meter dengan diameter dua puluh dua senti meter, membuatnya tidak bisa leluasa untuk mengolah telurnya.


Akhirnya Adit menggunakan dua buah spatula di kedua tangannya untuk melipat dan membalikkan telur dadar tersebut. Setelah dirasa matang di kedua sisi, dia mengangkat telur itu dengan cara menjepitnya dengan kedua spatula, lalu meletakkan di tempat tirisan.


Satu telur dadar telah matang. Adit masih harus membuatnya satu lagi sesuai permintaan Dinda yang menginginkan dua telur dadar. Dengan cara yang sama, Adit berhasil menyelesaikan telur dadar yang kedua sedikit lebih cepat dari yang pertama. Dan jadilah sudah, dua telur dadar panci ala chef Adit..!!


Tiga puluh menit lebih waktu yang dihabiskan Adit untuk menyiapkan telur dadar permintaan istrinya. Sekarang mereka sudah duduk berdua di dalam ruangan Dinda.


Di atas meja sudah siap dua piring nasi putih, dua telur dadar buatan Adit serta saos tomat pedas dan saos mayo kesukaan Dinda. Tak lupa Adit juga menyiapkan dua gelas air putih dan segelas orange juice untuk istri tercinta.


"Ayo kita makan, sayang." Ajak Adit sambil meletakkan satu telur dadar di piring Dinda, dan satu lagi di piringnya.


Adit urung memotong telur dadar yang sudah menggoda selera makannya. Wajahnya bingung, takut ada yang salah dengan telur buatannya.


"Ada apa? Apakah ada yang kurang?" Tanyanya pada Dinda.


Dinda menggelengkan kepalanya pelan, dengan wajah yang sedikit murung. Adit semakin kalut dibuatnya. Matanya terus menatap istrinya menunggu sebuah penjelasan.


"Emm.., mas Adit ambil lauk di cafe saja. Aku, emm.., akuu..."


"Kamu kenapa, sayang?"


"Aku mau telur dadar itu, dua-duanya. Semuanya untukku.."


Hah? Susah-payah membuatnya dua kali, Adit pikir Dinda akan membaginya untuk mereka berdua nikmati. Ternyata...? Ya, ibu hamil memang sulit ditebak kemauannya..


Akhirnya tanpa menunggu lagi, Adit bergegas keluar dan membeli beberapa lauk siap saji di cafe dan segera kembali ke ruangan Dinda.


Sesampainya di dalam, Adit dibuat terkejut lagi karena dalam waktu sekejap saat dia tinggalkan sebentar, istrinya sudah menghabiskan setengah piring nasinya dan satu telur dadar.

__ADS_1


"Sayang, selain nafsu makanmu yang berkali lipat, ternyata kecepatan makanmu juga ikut bertambah secepat kilat.." Goda Adit pada istrinya yang langsung membuat wajah Dinda memerah karena malu.


.


.


.


๐Ÿ™Ucapan Terima Kasih๐Ÿ™


Terima kasih banyak atas dukungan dan doa dari para reader semua, yang telah setia mengikuti novel ini dari awal eposide hingga saat ini masih terus berlangsung episode per episodenya.


Alhamdulillah per tanggal 9 Juni 2020 lalu, novel Terima Kasih Cinta Sejati telah lulus kontrak dan menjadi novel kontrak di aplikasi Noveltoon/Mangatoon.


Mohon doa dan dukungannya juga untuk novel Menanti Cinta Untukku yang masih dalam proses review kontrak, agar secepatnya bisa lulus kontrak.


Aamiin..!!!


.


.


.


Novel kami dengan judul MENANTI CINTA UNTUKKU sudah bisa dinikmati, dan akan terus update. Cek di Profile Karya Author. Semoga berkenan..๐Ÿ™๐Ÿ’œ๐Ÿ™


.


Note :


Jangan lupa untuk selalu menyemangati kamiย  dengan Like, Komentar, Bintang 5, Vote & Favorit ya..๐Ÿ™๐Ÿ’œ๐Ÿ™


Terima kasih banyak untuk semua pembaca yang telah berkenan membaca dan menikmati novel kami.


Salam cinta dari kami..


~Author~


.

__ADS_1



__ADS_2