Terima Kasih Cinta Sejati

Terima Kasih Cinta Sejati
67 KEBAHAGIAAN BERTIGA


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Andi dan Rinaya. Mereka mengadakannya di salah satu hotel ternama di kota itu. Seluruh rangkaian acara mereka percayakan sepenuhnya pada wedding organizer yang mereka pilih sendiri.


Meskipun Andi dan Rinaya sepakat bahwa pernikahan mereka akan digelar secara sederhana, tetapi tetap saja kesan mewah terlihat pada pemilihan tempat acara dan dekorasi ruangannya.


Namun orangtua Rinaya bersedia menuruti kemauan anak dan calon menantunya, jika yang diundang dalam acara tersebut hanya kedua keluarga besar, beberapa kerabat dan sahabat dekat saja.


Dan yang terutama, seluruh rangkaian acara akan tertutup dari wartawan dan media mana pun, dari awal sampai akhir. Dan hal ini sudah menjadi kebiasaan dari keluarga Rinaya yang sudah dipahami dan dipatuhi oleh keluarga besar dan para kerabat serta sahabat dekat keluarga mereka.


Dan sekarang, sampailah pada ujung penantian dua anak manusia yang akan segera bersatu dalam ikatan sakral dengan iringan sumpah dan janji suci pernikahan.


Seluruh hadirin telah siap untuk menyaksikan ijab qobul yang sesaat lagi akan dilaksanakan di tempat yang sudah disiapkan, yaitu di bawah panggung pelaminan yang begitu indah.


Andi yang didampingi oleh seluruh keluarga besarnya telah duduk di tempatnya, demikian juga Pak Purnama, papa Rinaya sekaligus pemilik perusahan media besar berskala nasional "Nama Media". Penghulu setempat dan dua orang saksi pun telah duduk di tempatnya masing-masing.


Di antara tamu yang hadir, tampak Adit dan Farrel duduk bersama keluarga besar Andi. Sementara Dinda dan Elisa masih berada di sebuah ruangan tak jauh dari tempat akad nikah akan berlangsung. Mereka berdua tengah menemani Rinaya.


"Calon pengantin lagi deg-degan ya.. Wajar kok, Rin. Dulu Dinda dan aku kan juga begitu.. "


Seperti biasanya, Elisa berusaha untuk mencairkan suasana tegang yang tercipta disertai kegugupan yang menyelimuti hati Rinaya.


"Terus berdoa saja, Rin. Sebentar lagi akad nikah akan dimulai."


Dinda lebih memilih untuk menenangkan calon pengantin agar wajahnya tidak pucat dan tegang lagi.


"Ssttt.., acara sudah dimulai."


Elisa meletakkan jari telunjuknya di tengah bibir agar semua diam tanpa kata. Suara di tempat akad nikah sudah terdengar dari ruangan mereka.


"Andi Alfareza bin Reza Ardian, saya nikahkan dan saya kawinkan anak perempuan saya Rinaya Maheswari binti Rian Purnama dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai..!"


"Saya terima nikah dan kawinnya Rinaya Maheswari binti Rian Purnama, dengan mas kawin seperangkat alat sholat dibayar tunai..!"


"Alhamdulillah.."


Rinaya mengucap syukur dengan airmata yang menggenang. Dinda yang melihatnya segera menahannya dengan tisu agar airmata itu tidak mengalir.


"Selamat, Rin. Kamu sekarang sudah resmi menjadi Nyonya Andi Alfareza." Ucap Dinda sambil memeluk sahabatnya dari samping.


"Sudah sah, Rin. Kamu sudah tidak jomblo lagi. Sudah ada teman tidur, sama seperti aku dan Dinda. Hehe.."


Elisa ikut memeluk Rinaya dari sisi yang satunya. Dan seperti biasa, mereka akhirnya berpelukan bertiga.


Setelah puas berpelukan dalam haru, perias pengantin kembali merapikan dandanan Rinaya dengan sentuhan paripurnanya. Kemudian seorang panitia acara menjemput mereka bertiga untuk keluar menuju ke tempat acara.


Dinda dan Elisa mendampingi langkah Rinaya yang berada di tengah, berjalan perlahan untuk menemui pria tampan yang sudah sah menjadi suaminya.


Jika sebelumnya para tamu menatap kagum pada ketampanan dan kedewasaan Andi, kini pandangan mereka semua beralih kepada Rinaya. Semuanya menatap takjub akan kecantikan dan keanggunan pengantin wanita tersebut. Sungguh pasangan suami istri yang sangat luar biasa.


Rinaya sampai di hadapan Andi yang menyambutnya dengan wajah penuh senyuman bahagia. Hal pertama yang dilakukan Rinaya adalah mencium tangan suaminya. Andi pun segera membalasnya dengan ciuman lembut di kening istrinya.


Rangkaian acara akad nikah telah selesai, dilanjutkan acara pengambilan foto untuk dokumentasi pihak keluarga. Setelah itu seluruh hadirin dipersilakan menikmati hidangan yang telah disediakan sambil beramah-tamah santai dalam suasana kekeluargaan.


Terlihat keluarga Rinaya, papa, mama, Rindia adiknya dan sejumlah keluarga besarnya. Dari pihak Andi tampak Om Ihsan, Tante Susi, sepupu Andi yaitu Nissa dan suaminya Adam, serta beberapa orang keluarga besar yang lain.

__ADS_1


Sementara itu, ada sahabat dan kerabat dari kedua keluarga yang turut diundang. Termasuk, Adit, Dinda, Elisa dan Farrel. Terlihat pula di sana, Arka, Audi dan ibunya. Selain itu, sejumlah tamu dari kantor perusahaan Nama Media juga hadir.


Pengambilan foto bersama keluarga dan seluruh tamu undangan telah selesai. Semua mulai menyantap dan menikmati beraneka ragam hidangan yang telah tersedia.


Salah satu menu yang disajikan dalam acara pernikahan Andi dan Rinaya adalah Soto Pak Man yang merupakan warung soto langganan Andi dan Rinaya.


Rupanya Rinaya benar-benar mewujudkan keinginan yang sebelumnya pernah dia sampaikan pada Andi. Dia meminta panitia penyelenggara membantunya untuk menambahkan menu Soto Pak Man sebagai salah satu hidangan di acara pernikahannya.


Di saat suasana sudah mulai lengang karena sebagian tamu undangan telah berpamitan, ketiga sahabat bersama masing-masing pasangannya duduk dan berbincang santai mengitari sebuah meja makan besar. Rinaya, Andi, Dinda, Adit, Elisa dan Farrel.


"Alhamdulillah, sekarang sudah paket lengkap semuanya. Kita semua sudah laku dan tidak ada yang kesepian lagi." Kata Dinda.


"Yeay.., Rinaya nanti malam tidak tidur sendirian lagi dong..!"


Celetukan Elisa sukses membuat wajah Rinaya bersemu merah menahan malu. Andi yang duduk di sampingnya hanya diam dan tersenyum. Matanya terus memperhatikan istrinya dengan tatapan mata teduhnya yang penuh cinta dan kebahagiaan karena hari ini dia telah memiliki seutuhnya wanita yang dicintainya sejak pandangan pertama dulu.


Farrel yang pendiam menyenggol lengan istrinya agar menjaga bicaranya. Sifatnya yang bertolak belakang dengan Elisa terkadang membuatnya merasa sungkan akan tingkah atau ucapan istrinya yang terkenal cuek dan asal ceplos tidak pada tempatnya.


"Tidak apa-apa, Rel. Telinga kami sudah terbiasa dengan segala macam ucapan Elisa. Santai saja."


Adit yang melihat Farrel menyenggol lengan Elisa mencoba menenangkan Farrel yang terlihat jengah dengan sikap istrinya. Dan Farrel hanya membalas dengan senyum dan anggukan kepala.


"Oya, aku juga ada kabar baik untuk kalian lho. Bukan cuma Rinaya dan mas Andi saja yang tengah berbahagia. Tapi aku dan Farrel juga."


Elisa kembali bersuara, tetapi kali ini terdengar lebih serius dan tidak terlihat sedang bercanda.


"Kabar baik apa, Sa? Mumpung ada pesta, bisa dirayain sekalian di sini." Tanya Rinaya.


Elisa terlihat gugup menyampaikan berita tersebut. Sebenarnya, dia juga merasa tidak enak dengan Dinda dan Adit, karena dia mendahului mereka berdua yang dulu sempat kehilangan calon buah hati pertamanya.


Dinda dan Adit saling menatap. Tidak ada raut kecewa di wajah mereka karena mengetahui kabar kehamilan Elisa. Justru mereka terlihat menahan senyum satu sama lain.


"Alhamdulillah, selamat ya, Sa. Ini benar-benar kabar baik untuk kita semua."


Adit lebih dulu buka suara sebelum yang lainnya mengucapkan selamat untuk Elisa dan Farrel.


"Pantas saja dari minggu lalu kamu selalu mual dan muntah ketika di gerai, Sa." Dinda menjawab dengan raut wajah tenang dan senang.


"Sudah berapa bulan, Sa? Atau berapa minggu tepatnya?" Tanya Adit penasaran.


"Baru enam minggu, Dit. Kami juga baru memeriksakannya ke dokter dua hari yang lalu."


Adit dan Dinda kembali beradu pandang dengan senyuman yang lebih lepas.


"Tapi sepertinya, kehamilanmu itu akan menjadi keponakan kedua untuk Rinaya dan mas Andi, Sa."


"Keponakan kedua? Apa maksudmu, Din?"


Andi yang sedari tadi masih diam langsung bertanya kepada Dinda. Pikiran mereka masih diliputi kebingungan atas pernyataan Dinda barusan.


"Iya, mas Andi. Karena keponakan pertama kalian saat ini juga sudah ada di dalam perut Dinda." Jawab Adit.


Dan seketika sekarang semua mata berbalik menatap Adit dan Dinda bergantian.

__ADS_1


"Dinda hamil juga?" Tanya Rinaya.


Dinda menganggukkan kepala dengan mantap.


"Iya, Rin. Dan usianya sudah empat belas minggu."


"Hah? Empat belas minggu? Jadi selama ini kamu sengaja menyembunyikannya dari kami, Din?"


Elisa selalu saja bereaksi paling pertama. Dia cukup kaget saat mengetahui bahwa ternyata dia dan Dinda hamil dalam waktu bersamaan.


Adit dan Dinda menggelengkan kepala dengan pelan.


"Kami tidak menyembunyikannya. Bahkan kami berdua saja baru mengetahuinya tadi pagi sebelum berangkat ke sini."


Adit mencoba menjelaskan dengan kata-kata sederhana supaya mudah dipahami.


"Tadi pagi selepas subuh tiba-tiba Dinda pingsan dan tak kunjung sadar, sehingga aku segera membawanya ke rumah sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata dokter menyampaikan kabar kehamilan ini kepada kami."


"Tapi mengapa selama ini kamu bisa tidak mengetahuinya, Din? Atau setidaknya merasakannya?" Tanya Rinaya kepada Dinda.


"Entahlah, Rin. Selama ini aku merasa biasa saja. Dan sejak keguguranku waktu itu, haidku memang jarang keluar. Aku pikir itu karena pengaruh proses kuretase yang dulu aku jalani, jadi aku sama sekali tidak memikirkannya."


Andi tersenyum mendengarkan penjelasan Dinda. Dia sudah menganggap Dinda seperti adiknya sendiri.


"Sepertinya pesta hari ini benar-benar menjadi pesta perayaan untuk kalian bertiga. Rinaya, Elisa dan Dinda." Kata Andi.


"Betul, mas. Hari ini kami bertiga sama-sama mempunyai kabar bahagia. Ini adalah kebahagiaan kami bertiga."


Rinaya berucap dengan hati yang penuh kebahagiaan. Kebahagiaan yang sama yang juga dirasakan oleh Dinda dan Elisa. Kebahagiaan mereka bertiga.


.


.


.


Novel kami dengan judul MENANTI CINTA UNTUKKU sudah bisa dinikmati, dan akan terus update. Cek di Profile Karya Author. Semoga berkenan..🙏💜🙏


.


Note :


Jangan lupa untuk selalu menyemangati kami dengan Like, Komentar, Bintang 5, Vote & Favorit ya..🙏💜🙏


Terima kasih banyak untuk semua pembaca yang telah berkenan membaca dan menikmati novel kami.


Salam cinta dari kami..


~Author~


.


__ADS_1


__ADS_2