Terima Kasih Cinta Sejati

Terima Kasih Cinta Sejati
65 NOSTALGIA KAMPUS


__ADS_3

Beberapa episode ini akan mengenang awal kebersamaan Adit dan Dinda , jadi akan berhubungan dengan cerita di episode-episode awal novel ini, bisa dibaca ulang lagi ya ..🙏💜


Pagi di akhir pekan. Di depan rumah, Adit sudah siap dengan motor sport lamanya yang berwarna merah dilengkapi dengan helm kombinasi warna hitam dan merah. Dia baru saja mengambil motornya dari rumah papa Satrio, setelah kemarin meminta bantuan Pak Jo sopir papanya untuk menyiapkan dan menservisnya lebih dulu.


Adit membunyikan klakson motornya agar Dinda tahu kalau dia sudah datang menjemputnya. Hari ini dia akan menuruti kemauan istrinya untuk berkencan ala anak kampus, seperti saat mereka kuliah dulu.


Adit mengenakan pakaian yang sudah disiapkan istrinya sejak pagi-pagi. Celana jeans dongker dipadu kaos polo merah yang dibalut jaket sport warna abu-abu, tak lupa sepatu kets putih dan kacamata hitam. Persis seperti penampilannya waktu kuliah dulu.


Tak lama kemudian, Dinda keluar dan mengunci pintu rumah. Dia tampak senang sekali melihat Adit yang telah siap di atas motor sportnya, motor kenangan cinta mereka semasa kuliah dulu.


Penampilannya sengaja dia siapkan serasi dengan pakaian yang dikenakan Adit, hanya warna kaosnya yang berbeda yaitu pink. Tak lupa dia membawa tas ransel kecil di punggungnya, semakin memperlihatkan sisi imutnya yang masih seperti anak kuliahan.


"Kamu sudah siap, sayang? Hmm.., kamu cantik sekali, seperti anak semester satu." Puji Adit.


"Ah, kamu juga keren, mas. Seperti senior pujaan mahasiswi yang selalu jadi idola kampus." Dinda tak mau kalah, dia memuji suaminya yang terlihat sangat menawan.


"Mau kencan denganku? Ayo buruan naik, sebelum aku mencari cewek lain yang mau aku boncengkan." Ajak Adit dengan kerlingan mata genitnya, membuat Dinda mendaratkan cubitan mesra di pinggang suaminya.


Setelah Dinda siap di belakang Adit dan mengenakan helmnya, Adit segera memacu motornya meninggalkan rumah mereka untuk menuju ke kampus mereka dulu.


Di sepanjang perjalanan, tangan Dinda terus memeluk erat pinggang Adit dan sesekali menyandarkan kepalanya di punggung atas suaminya. Adit pun tak kalah mesra, saat jalanan tidak terlalu ramai, tangan kirinya langsung menggenggam erat tangan Dinda yang setia melingkar di pinggangnya.


.


.


.


Setelah melewati empat puluh lima menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di taman parkir kampus kebanggaan mereka. Mereka pun segera turun dan memarkir motor di tempat yang cukup teduh.


Tujuan pertama mereka adalah kantin kampus yang terletak di seberang taman parkir. Sebelum berangkat tadi mereka hanya mengisi perut dengan segelas sereal karena permintaan Dinda yang ingin sarapan di kantin kampus.


Suasana kampus di akhir pekan tidak terlalu ramai karena memang tidak ada jadwal perkuliahan reguler. Hanya ada kegiatan badan kemahasiswaan dan organisasi kampus serta beberapa kuliah tambahan untuk mahasiswa tingkat akhir.


Sesampainya di kantin kampus, Dinda dengan penuh semangat segera memesan menu favorit mereka berdua, sementara Adit langsung mencari tempat duduk untuk berdua.


Adit melepaskan jaketnya karena merasa gerah. Dia mengeluarkan ponselnya dan mulai sibuk membuka email yang masuk untuk urusan pekerjaan. Dinda sudah menyusul duduk di samping suaminya yang tengah menjadi pusat perhatian beberapa mahasiswi yang kebetulan ada di sekitar mereka.


Dengan percaya diri, Dinda melepaskan jaketnya lalu bermanja di lengan Adit, sengaja ingin memamerkan kemesraan dengan suaminya.


"Mas, sudah aku pesankan menu kesukaanmu."


Adit menatap wajah Dinda dan tersenyum melihat tingkah manjanya. Dia tahu jika Dinda sengaja melakukannya untuk menunjukkan hubungan mereka kepada orang-orang di sekitar mereka.


"Terima kasih, sayang."


Adit meraih tangan Dinda dan menggenggamnya di atas meja. Dia pun sengaja melakukannya dan memainkan cincin pernikahan yang tersemat di jari manis Dinda, karena banyak mata lelaki di sana yang tengah memandang kagum pada istrinya.

__ADS_1


Sebenarnya mereka berdua sama sekali tidak marah apalagi cemburu. Mereka hanya sengaja melakukannya untuk menyudahi tatapan mata di sekeliling mereka.


Tak lama kemudian, ibu kantin mengantarkan sendiri pesanan untuk mereka. Setelah menyajikan hidangan yang dipesan, ibu kantin yang terkenal ramah dan supel itu memberikan pertanyaan pada Adit dan Dinda.


"Maaf, kalau ibu tidak salah ingat kalian berdua adalah anak jurusan bisnis bukan? Dan kalian biasanya juga sering datang bersama dua anak cantik yang lainnya?"


"Iya, Bu. Kami alumni tahun lalu." Jawab Adit dengan santun.


"Ooh.., pantas sekarang ibu tidak pernah melihat kalian. Tumben hari ini sampai di sini lagi?"


"Lagi ingin mengenang masa-masa kuliah, Bu." Jawab Dinda sambil menikmati makanannya.


"Ini istri saya kangen ingin makan masakan kesukaannya di kantin ibu katanya."


Ibu kantin tertawa bahagia mendengar ada yang merindukan masakannya.


"Wah, ibu merasa tersanjung sekali. Terima kasih ya sudah mau mampir lagi di kantin ibu. Kalau begitu silakan dinikmati pesanannya. Ibu tinggal dulu ke dapur. Oya, selamat juga atas pernikahan kalian."


Adit dan Dinda membalas ucapan terima kasih ibu kantin lalu kembali menikmati makanan mereka.


.


.


.


Tempat kedua yang mereka datangi adalah cafe seberang kampus. Tempat di mana dulu Adit mengutarakan perasaan terdalamnya kepada Dinda dan langsung diterima oleh wanita yang kini telah menjadi istrinya.


"Mas, masih ingat tidak, di depan situ, kamu menghentikan langkahku yang ingin pulang. Kamu memberiku sebotol orange juice untuk melegakan dahagaku waktu itu."


Dinda menunjuk tepian jalan di depan mereka, tempat pertama kali Adit menghampirinya di siang hari yang panas sepulang mereka dari ujian masuk.


"Tentu saja aku ingat, sayang. Bahkan aku sangat ingat ekspresi wajahmu saat terlambat masuk ke ruang ujian waktu itu."


Mereka tertawa bersama mengingat kejadian awal pertemuan mereka yang penuh drama dan tanpa kesan romantis sama sekali.


Sampai di gerbang kampus, Adit segera merengkuh tubuh Dinda di sampingnya dan membawanya menyeberang jalan dengan hati-hati.


Mereka berdua berjalan memasuki cafe dan memilih tempat yang sama dengan waktu itu, lalu memesan minuman untuk bernostalgia di tempat bersejarah bagi hubungan mereka.


Berdua duduk berhadapan, mereka memaku pandangan satu sama lain.


"Jadi..?" Adit menatap Dinda dengan senyum isengnya.


"Apa?" Tanya Dinda.


Dia sudah tahu maksud dari pertanyaan Adit.

__ADS_1


"Aku menunggu jawabanmu." Balas Adit terus berdialog seperti mengulang drama masa lalu mereka.


"Ya, aku mau..! Hahaa.., dialognya dipercepat, mas. Kelamaan soalnya.."


Dinda tertawa gembira dengan wajah yang memerah karena sedari tadi mereka terus tertawa dan bercanda.


"Baiklah, dialog yang lain akan kita lanjutkan lagi di rumah. Dan kita praktekkan langsung..!"


"Hah? Praktek?"


"Iya dong, sayang. Bagian ini adalah bagian ungkapan perasaan. Bagian selanjutnya tentu saja bagian pembuktiannya."


Wajah Dinda langsung berubah menjadi udang rebus mode on. Dia sudah mengerti maksud perkataan Adit.


"Mas, jangan bicara sembarangan. Ini bukan di rumah."


"Kalau begitu, setelah ini kita pulang dulu untuk melakukan pembuktian. Nanti malam, kita lanjutkan pada adegan malam di taman kota."


Dinda akhirnya menyerah. Dia diam dan menghabiskan orange juice yang telah tersaji untuknya. Adit tersenyum melihat sikap istrinya sambil menikmati es capuccino pesanannya.


Setelah puas mengenang masa lalu di cafe seberang kampus, mereka berjalan kembali ke taman parkir untuk mengambil motor Adit.


Di tengah perjalanan, Adit terus menggoda Dinda dengan pembicaraan tentang pembuktian cinta.


"Sayang, aku sudah menuruti kemauanmu. Sekarang giliran kamu untuk mengikuti keinginanku. Aku mencintaimu."


Adit merangkul pundak Dinda dan mencuri ciuman di pipinya yang membuat Dinda tersenyum dan menunduk bagai putri malu.


.


.


.


Novel kami dengan judul MENANTI CINTA UNTUKKU sudah bisa dinikmati, dan akan terus update. Cek di Profile Karya Author. Semoga berkenan..🙏💜🙏


.


Note :


Jangan lupa untuk selalu menyemangati kami dengan Like, Komentar, Bintang 5, Vote & Favorit ya..🙏💜🙏


Terima kasih banyak untuk semua pembaca yang telah berkenan membaca dan menikmati novel kami.


Salam cinta dari kami..


~Author~

__ADS_1


.



__ADS_2