Terima Kasih Cinta Sejati

Terima Kasih Cinta Sejati
71 HASRAT CINTA


__ADS_3

Selepas makan malam yang tadi dimasaknya bersama sang suami, Rinaya membawa semua piring dan gelas kotor ke dapur. Sementara dia mencuci peralatan makan, Andi kembali ke kamar untuk mematikan ponselnya dan ponsel milik istrinya.


Dia telah mengambil cuti selama satu minggu, sehingga tidak perlu khawatir akan adanya gangguan pekerjaan selama masa bulan madunya. Meskipun dia dan Rinaya juga telah sepakat untuk tidak melakukan bulan madu ke tempat yang jauh seperti kebanyakan pasangan pengantin baru lainnya.


Rinaya ingin menghabiskan waktu lebih banyak di rumah mereka, berdua dengan suaminya. Kalau pun ingin berbulan madu, dia hanya ingin pergi dan menginap di villa milik keluarganya yang berada di tepi pantai wisata tak jauh dari kota mereka. Dia menolak ajakan suaminya untuk berlibur ke Bali. Bahkan tawaran dari papanya untuk pergi bulan madu ke luar negeri pun tidak dia terima.


"Sudah selesai, Ya?" Tanya Andi tepat di samping istrinya yang masih berdiri di depan wastafel dapur.


Rinaya menoleh dan melemparkan senyum manis untuk suami tercintanya yang membuat Andi begitu tidak tahan ingin segera memeluknya.


"Sudah, mas.."


Rinaya mencuci tangannya dan mengeringkannya dengan lap bersih yang tergantung di samping atas wastafel.


"Benar sudah selesai?"


Tangan Andi sudah terulur meraih tangan yang baru saja kering itu dan menarik ke dalam pelukannya.


"Mas.., jangan di sini..."


Coba berontak namun Rinaya tak kuasa melepaskan diri dari kungkungan hangat suaminya yang membuatnya mulai menyerah tanpa perlawanan.


Merasa sudah mendapatkan lampu hijau dari istrinya, Andi melepaskan pelukannya dan segera membopong tubuh Rinaya menuju kamar mereka.


Dengan mata yang terus saling menatap, Rinaya mengalungkan tangan di leher Andi selama berada dalam gendongannya.


Saat hendak memasuki kamar, sejenak Andi berhenti di ambang pintu dan mencium kening Rinaya dengan penuh perasaan.


"Sesuai keinginanmu, Ya. Malam ini kita akan melakukannya di kamar kita.."


Tak ada jawaban yang terucap dari bibir ranum wanita cantik itu. Hanya sebuah senyuman malu yang menghiasi wajahnya yang kemudian dia sembunyikan di dada sang suami tercinta.


Andi melanjutkan langkahnya masuk ke dalam kamar, tak lupa dia menutup pintu perlahan dengan kakinya, lalu membawa Rinaya ke atas tempat tidur.


"Mas Andi..." Malu-malu Rinaya menyebut nama suaminya, saat tubuhnya dibaringkan dengan hati-hati oleh suaminya.


"Kamu takut?"


Lirih suara Andi terdengar begitu lembut dalam pendengaran Rinaya yang masih berusaha untuk tetap tenang di atas tempat tidur yang cukup luas untuk mereka berdua tempati bersama. Lebih tepatnya lagi, untuk tidur bersama dan memadu cinta berdua.


Menggelengkan kepala, hanya itu yang bisa Rinaya tunjukkan sebagai jawaban kepada suaminya. Sebuah jawaban yang mampu membuatnya semakin malu sendiri, seolah dia begitu menanti malam itu untuk dilaluinya berdua dengan Andi, demi mereguk nikmat cinta bersama-sama.


Senyatanya, saat ini, dirinya merasa sangat gugup dan canggung berhadapan dengan suaminya sendiri. Suami yang saat ini sudah berada di atas tubuhnya dengan bertumpu pada kedua lutut dan tangannya.


Andi yang melihat kegugupan istrinya mencoba menenangkannya dengan terus tersenyum dan menatapnya dengan pandangan mata teduhnya.

__ADS_1


"Kita akan memulainya bersama-sama, Ya..."


Dan lelaki itu mengawalinya dengan satu ciuman di kening istrinya. Lembut, hangat, menyentuh hati keduanya. Dengan mata terpejam, mencoba meresapi setiap desiran halus yang mengalir di dalam dada, menyesakkan namun begitu menghangatkan hati.


Dari awalan yang terasa sangat indah dan menggoda, mereka mulai melanjutkannya dengan kenikmatan demi kenikmatan lain yang telah menanti untuk mereka raih malam ini. Malam yang akan terasa semakin panjang, karena masih banyak lagi yang akan mereka lalui dan mereka rengkuh bersama.


Seiring dingin yang kian menyeruak, membuat raga mereka ingin terus bergerak seiring seirama untuk merasakan kehangatan jiwa yang tersaluri kenikmatan surga dunia, atas dasar ikatan cinta yang telah halal dan menjadi ibadah bagi mereka berdua.


Pada akhirnya, sampailah mereka pada ujung perjalanan berpeluh, yang telah mencapai titik pelepasan hasrat cinta yang begitu luar biasa.


"Terima kasih, sayang.."


Sekali lagi Andi mencium ujung kepala istrinya dengan perasaan bahagia. Mereka berbaring dan saling berpelukan dengan selimut yang menutupi kedua tubuh polos mereka.


"Terima kasih telah menjaga mahkotamu hanya untuk suamimu. Dan akulah pria yang sangat beruntung itu.."


Senyum Rinaya mengembang mendengar ucapan Andi yang membuatnya kembali mengingat apa yang baru saja mereka lakukan bersama sebagai pasangan pengantin baru.


Sambil beristirahat setelah melakukan aktivitas berulang-ulang yang sangat melelahkan keduanya, mereka berbicara dari hati ke hati. Obrolan ringan untuk menjaga komunikasi yang sehat di antara mereka berdua.


"Apa yang kamu rasakan sekarang ini, Ya?"


"Aku bahagia, mas. Sangat bahagia."


Mempererat pelukannya dan membenamkan wajahnya di atas dada suaminya, Rinaya menunjukkan betapa nyamannya dia bersama sosok yang kini telah menjadi suaminya.


Andi memejamkan matanya, membayangkan kembali wajah manja istrinya saat mereka berdua mendaki kenikmatan malam pertama mereka, hingga telah mencapai puncaknya bersama-sama.


Akhirnya setelah beberapa saat bertukar cerita, mereka berdua mulai terlelap dalam tidurnya, usai menunaikan malam pertama yang penuh kenangan untuk mereka berdua.


.


.


.


Keesokan harinya, Rinaya terbangun oleh suara adzan subuh yang terdengar di kejauhan. Dia membuka mata perlahan dan merasakan sesuatu yang berat di atas tubuhnya. Setelah pandangannya terbuka sempurna, dia melihat tangan Andi melingkar di bagian pinggangnya.


Rinaya menatap wajah suami yang kini ada di hadapannya. Selengkung senyum muncul menghiasi bibirnya kala memandang wajah lelap Andi yang tidur dengan tenang di sampingnya.


Mulai sekarang, wajah itu yang akan selalu dilihatnya pertama kali saat dirinya terbangun di pagi hari. Pelan-pelan, dia mendekati wajah suaminya, sesaat kembali tersenyum, kemudian memberikan satu ciuman lembut di kening Andi.


"Selamat pagi, mas..."


Dia kembali mencium kedua pipi suaminya dengan gemas.

__ADS_1


"Selamat pagi, suamiku..."


Tatapan matanya beralih semakin ke bawah, tepat di bibir milik suaminya. Spontan Rinaya menyentuh bibirnya sendiri, membayangkan semalam mereka melakukan ciuman yang penuh gairah berulang kali tanpa rasa puas dan lelah sedikit pun. Mereka selalu melakukannya setiap kali akan memulai penyatuan di antara mereka.


Tangannya bergerak menyentuh bibir Andi yang menyunggingkan senyum dalam tidurnya. Entah keberanian dari mana, Rinaya mendekatkan wajahnya ke wajah suaminya.


Dengan mata terpejam, dia mencium bibir itu selembut mungkin, namun pada akhirnya dia tidak bisa menahan keinginannya sendiri untuk mencium bibir Andi lebih dalam lagi.


Setelah puas bermain di bibir suaminya, Rinaya menarik kembali wajahnya dengan senyum bahagia.


"Selamat pagi, sayang..."


Rinaya tersentak kaget mendengar sapaan pelan dari Andi yang tiba-tiba telah membuka matanya dan menatapnya dengan senyum menggoda. Wajahnya seketika berubah memerah menahan rasa malu, mengingat apa yang baru saja dilakukannya, bahkan mungkin suaminya pun merasakannya.


"M-Mas Andi su-sudah bangun..?" Ucapnya gugup.


"Iya, dan aku merasakan semuanya.."


Rinaya merebahkan kembali tubuhnya dan menutupi wajahmya karena malu.


"Aku senang kamu melakukannya, Ya. Lakukan terus setiap pagi, aku sangat memyukainya.."


Andi membalasnya, mencium bibirnya sekilas dengan penuh senyuman. Kemudian dia mengajak Rinaya untuk segera bangun dan mandi bersama agar bisa segera melakukan kewajiban subuh mereka.


.


.


.


Novel kami dengan judul MENANTI CINTA UNTUKKU sudah bisa dinikmati, dan akan terus update. Cek di Profile Karya Author. Semoga berkenan..🙏💜🙏


.


Note :


Jangan lupa untuk selalu menyemangati kami  dengan Like, Komentar, Bintang 5, Vote & Favorit ya..🙏💜🙏


Terima kasih banyak untuk semua pembaca yang telah berkenan membaca dan menikmati novel kami.


Salam cinta dari kami..


~Author~


.

__ADS_1



__ADS_2