Terima Kasih Cinta Sejati

Terima Kasih Cinta Sejati
76 PERASAAN MASA LALU


__ADS_3

"Mas, kenalkan. Dia Bagus, teman sekolahku dulu."


Dinda melepaskan tubuhnya dari pelukan Adit namun tetap melingkarkan tangannya di pinggang sang suami.


Kemudian dia kembali menatap Bagus dengan gugup dan hati yang masih bergetar.


"Bagus, kenalkan ini suamiku, mas Adit."


Kedua lelaki itu bersitatap tanpa bersuara sepatah kata pun. Sesaat kemudian Baguslah yang lebih dulu tersenyum dan mengulurkan tangannya ke arah Adit.


"Saya Bagus, mas." Ucapnya.


"Aditya." Jawab Adit dan menerima uluran tangan Bagus.


"Terima kasih sudah menolong istri saya."


"Tidak masalah, mas. Maaf karena tadi saya juga berjalan terlalu cepat."


Entah mengapa, ada sesuatu yang tidak nyaman terasa di dalam hati Adit. Namun dia berusaha menepis perasaan itu.


Dinda menperhatikan Bagus yang merapikan jas snelli kebanggaannya yang dia kenakan dengan penuh kharisma. Ya, Bagus adalah salah satu dokter muda atau koas yang tengah menjalani praktek pendidikan profesinya di rumah sakit itu.


"Kamu sekarang sudah menjadi dokter, Gus?" Tanya Dinda karena nelihat jas yang dipakai oleh Bagus.


"Baru setengah jalan, Din. Aku sedang mengikuti program pendidikan profesi dan menjalani praktek di sini."


"Ternyata kamu serius dengan cita-citamu dulu, Gus."


Bagus hanya tersenyum dan terus melepaskan kerinduannya dengan memandangi wajah Dinda tanpa henti, membuat Adit yang melihatnya mulai merasakan gerah di hatinya.


"Ayo, sayang. Kita duduk di bangku depan apotik. Jangan terlalu lama berdiri."


Adit kembali melihat ke arah Bagus dan mendapati lelaki itu masih terus menatap wajah Dinda dengan pandangan yang berbeda.


"Maaf, Bagus. Kami permisi dulu." Ucapan Adit membuat Bagus mengakhiri pandangannya pada Dinda.


"Gus, aku pamit dulu ya. Senang bertemu denganmu lagi." Dinda pamit.


Meskipun tangannya memeluk erat pinggang suaminya, tetapi entah mengapa getaran di dadanya masih saja terasa saat menatap wajah Bagus.


"Iya, Din. Oya, kalau diijinkan apakah kita bisa bertukar nomor ponsel?"


Seperti biasa, Dinda meminta persetujuan Adit lebih dulu. Dan setelah Adit menganggukkan kepalanya dengan berat hati, dia pun menganggukkan kepala pada Bagus.


Dokter muda itu segera mengambil ponsel di saku jas snellinya dan menyerahkannya pada Dinda. Dengan segera Dinda mengetik deretan angka di ponsel Bayu lalu membuat panggilan yang masuk ke ponsel miliknya di dalam tas.


Setelah memastikan nomor Bagus masuk ke ponselnya, Dinda mengembalikan ponsel Bagus.


Di dalam hati Adit bertanya-tanya, mengapa kali ini Dinda memberikan nomor ponselnya sendiri dan bukan nomor ponsel suaminya, seperti yang biasanya dia lakukan setiap kali ada lelaki lain yang tidak dekat dengannya meminta nomor ponselnya.


Apakah Bagus adalah lelaki yang pernah singgah di hati istrinya? Atau mungkin mereka pernah ada hubungan lebih di masa lalu? Adit belum tahu jawabannya.


"Terima kasih, Din. Semoga lain waktu kita masih bisa bertemu lagi. Dan juga, senang berkenalan dengan anda, mas Adit."

__ADS_1


Bagus tersenyum ke arah Adit dan Dinda lalu melepaskan kepergian mereka berdua ke bagian apotik rumah sakit.


Setelah sepasang suami istri itu mulai menjauh, dia pun segera berbalik badan dan berjalan menuju lift untuk kembali ke lantai atas.


"Mengapa perasaan di hati ini masih saja ada setelah sekian tahun tak bertemu dengannya. Dan ketika bertemu kembali dengannya, mengapa harus di saat dia telah menjadi milik lelaki lain..."


Pikiran Bagus masih berputar-putar tentang Dinda dan perasaan masa lalunya pada wanita cantik itu.


.


.


.


Malam harinya di rumah Adit dan Dinda, Adit masih sibuk memeriksa beberapa laporan yang masuk ke email kerjanya. Dia mengerjakannya di atas tempat tidur ditemani Dinda yang setia menunggunya sambil berbaring sembari bermain ponsel di samping suaminya.


"Masih lama, mas?"


"Sebentar lagi, sayang."


Adit menghentikan sejenak pekerjaannya, lalu tangan kanannya mengusap lembut kepala istrinya yang berada tepat di samping pahanya yang memangku laptop.


"Kamu mau apa?"


Alila menggelengkan kepalanya. Sekarang dia sudah tidak ngidam aneka makanan lagi. Dia hanya ingin selalu bersama Adit, suami tercintanya. Bahkan terkadang dirinya menyusul sendiri ke kantor Adit hanya karena rindu dan ingin dipeluk oleh suaminya.


"Ya sudah, tunggu dulu. Setelah ini akan kupeluk sepanjang malam supaya tidurmu lelap dan bermimpi indah."


Adit melanjutkan pekerjaannya agar bisa segera selesai, mengingat waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.


Bertemu cinta masa lalu.


Sayangnya aku telah terlambat.


Bunyi status itu membuat hatinya kembali bergetar. Siapakah yang dia maksud? Apakah ada hubungannya dengan pertemuan mereka tadi sore? Jika benar, apakah dulu dia juga menyimpan rasa yang sama dengan dirinya? Aah.., Dinda begitu gusar. Hatinya menjadi tidak tenang dan terus bertanya-tanya.


"Kamu tidak apa-apa, sayang?"


Adit menangkap tingkah aneh istrinya yang terus berguling ke kiri dan ke kanan dengan gelisah.


"Ah.., tidak apa-apa mas. Aku hanya menunggumu, tidak bisa tidur jika belum kau peluk..."


Dinda menutupi perasaan hatinya saat ini. Dia masih ragu untuk berterus terang pada Adit tentang semuanya. Tentang Bagus, tentang cinta pertamanya, tentang kisah masa lalu mereka dan tentang getaran di hatinya saat mereka bertemu kembali sore tadi...


"Maafkan aku, mas. Akan kuceritakan semuanya padamu nanti. Namun untuk saat ini, biarkan aku menyelesaikan perasaan masa laluku dulu. Agar tidak ada lagi bayang-bayangnya di masa depan kita."


Dinda berbicara dalam hati sambil terus menatap wajah Adit yang masih serius menyelesaikan pekerjaannya.


"Aku mencintaimu, mas..." Ucap Dinda tiba-tiba, membuat Adit serta-merta menoleh kepadanya yang sudah duduk di samping suaminya.


"Ada apa, sayang? Dari tadi tingkahmu sangat aneh. Apakah ada yang sedang kau sembunyikan dariku?"


Kalimat kecurigaan itu meluncur keluar begitu saja dari mulutnya, seolah itu yang tengah dia rasakan di hatinya.

__ADS_1


"Aku ingin segera tidur bersamamu, mas. Dalam pelukanmu yang selalu aku rindukan."


"Baiklah, sayang. Akan aku tutup pekerjaanku."


Adit segera mematikan laptop dan meletakkannya di atas tempat tidur. Besok selepas subuh dia akan menyelesaikannya lagi.


Sebenarnya, sejak mereka pulang dari rumah sakit, Adit menang sudah menangkap adanya hal yang tak biasanya dari sikap Dinda yang berubah diam dan sering melamun sendiri.


Dia juga sudah bisa menebak, semua ini pasti ada hubungannya dengan pertemuan mereka dengan Bagus. Namun sikap tenang Adit yang sejak dulu selalu sabar dan tidak mudah marah, membuatnya tidak ingin mendahului bertanya pada istrinya sebelum Dinda mengatakannya sendiri kepadanya.


Dia percaya, apa pun yang terjadi tidak akan pernah merubah perasaan cinta di antara mereka dan tidak akan pernah merubah ikatan suci yang telah terjalin erat di antara mereka.


"Tidurlah, sayang. Aku akan memelukmu hingga kau terbangun besok."


Adit sudah berbaring dan memeluk tubuh Dinda yang semakin berisi. Sementara Dinda dengan kemanjaannya segera merebahkan kepalanya di atas dada Adit dan memeluk erat tubuh suaminya. Seketika kehangatan pun tercipta melalui sentuhan tubuh mereka satu sama lain.


"Tenangkan pikiranmu dan lepaskan semua bebanmu hari ini. Jika ada yang ingin kau sampaikan padaku, ceritakan besok pagi. Apapun yang terjadi, aku selalu percaya padamu, sayang."


Diciumnya ujung kepala istrinya berulang kali sambil mengelus-elus punggungnya dengan lembut dan penuh kasih.


"Ya, mas. Tidak akan ada yang aku sembunyikan darimu. Kamu yang selalu aku percaya dan aku cintai selamanya."


Dinda semakin mempererat pelukannya dan terus menciumi dada bidang Adit yang selalu menggodanya dan selalu dirindukannya.


.


.


.


🙏Ucapan Terima Kasih🙏


Terima kasih banyak atas dukungan dan doa dari para reader semua, sehingga novel Terima Kasih Cinta Sejati telah lulus kontrak dan menjadi novel kontrak di aplikasi Noveltoon/Mangatoon.


Mohon doa dan dukungannya juga untuk novel Menanti Cinta Untukku yang masih dalam proses review kontrak, agar secepatnya bisa lulus kontrak.


Aamiin..!!!


.


.


.


Note :


Jangan lupa untuk selalu menyemangati kami  dengan Like, Komentar, Bintang 5, Vote & Favorit ya..🙏💜🙏


Terima kasih banyak untuk semua pembaca yang telah berkenan membaca dan menikmati novel kami.


Salam cinta dari kami..


~Author~

__ADS_1


.



__ADS_2