
Sebelumnya mohon maaf jika novel MCU dan TKCS agak lambat update nya untuk beberapa minggu ke depan, karena Author harus kejar setoran update novel ALANARA yang alhamdulillah terpilih menjadi salah satu peserta The Next Star Writer season 1. Mohon dimaklumi karena Author juga memiliki tugas dan kewajiban utama di dunia nyata yang sama-sama menyita banyak waktu. Terima kasih...πππ,
πSalam Cinta Selaluπ
.
.
.
Satu bulan kemudian, rumah Adit dan Dinda ramai dikunjungi oleh keluarga besar dan para sahabat. Beberapa saat yang lalu, baru saja selesai digelar pengajian dalam rangka akikah putri pertama mereka, Cinta.
Para tamu undangan sudah pulang semua, hingga tinggal keluarga inti dan tiga sahabat bersama pasangannya yang masih berkumpul di dalam rumah.
"Aku tinggal ke kamar dulu ya, Kelihatannya Cinta haus dan mulai mengantuk."
Dinda pamit kepada Rinaya dan Elisa beserta para suami tercinta. Dia masuk ke dalam kamarnya bersama Cinta yang mulai merengek di dalam dekapannya.
Sesampainya di kamar, dia segera memberikan ASI pada sang buah hati. Tak butuh waktu lama, Cinta langsung terlelap dengan masih menggerakkan mulutnya, mengisap pelan minuman yang terbaik untuk pertumbuhannya tersebut.
Setelah dirasa cukup lelap, Dinda meletakkan putri kecilnya di dalam boks bayi yang diletakkan tepat di samping tempat tidur orang tuanya.
Kemudian Dinda keluar lagi untuk menemui para sahabatnya yang akan berpamitan pulang.
"Terima kasih atas kedatangan kalian." Ucap Adit sambil menyalami mereka satu per satu.
"Terima kasih juga atas bantuan kalian selama mempersiapkan acara ini. Kalian semua memang yang terbaik."
Dinda berpelukan erat bersama Elisa dan Rinaya. Mereka tertawa bersama penuh kebahagiaan. Sementara para suami pun saling berangkulan sambil menatap para istri mereka yang tertawa lepas bertiga.
.
.
.
Malam harinya di dalam kamar, Adit dan Dinda menatap Cinta dengan penuh kasih. Bayi mungil itu sudah tertidur pulas di tempat tidurnya sendiri, ditemani suara musik yang mengalun lirih dari dalam mainan yang berputar pelan di atas boks bayi.
"Aku mencintaimu, sayang!"
Adit berpindah ke belakang Dinda, memeluk sang istri dengan erat disertai ciuman di pipinya. Keduanya masih terus memandangi sang buah hati, buah cinta mereka yang kini hadir melengkapi kehidupan rumah tangga mereka.
Dinda merona dengan sikap dan perhatian suaminya, yang selalu memanjakannya dan memperlakukannya dengan lembut dan penuh kehangatan.
__ADS_1
"Aku juga mencintaimu, Mas. Terima kasih sudah setia menungguku kembali, bersama putri kecil kita."
Dinda memalingkan wajahnya, lalu membalas sang suami dengan memberikan ciuman hangat di pipi Adit.
"Sudah, sayang! Jangan mengungkit lagi hal-hal yang telah lalu. Apalagi hal yang buruk dan tak ingin aku ingat lagi. Cukup itu menjadi masa lalu kita. Dan sekarang, hanya ada masa depan di hadapan kita, yang akan kita lalui bertiga dalam kebahagiaan selamanya."
Adit membalikkan tubuh Dinda hingga mereka berdiri berhadapan, dengan kedua tangan yang saling menggenggam erat.
"Aku bukan ingin mengingatnya, Mas. Aku hanya ingin terus bersyukur atas kesempatan kedua yang diberikan Allah kepadaku. Kejadian yang hampir merenggut nyawaku dan nyaris memisahkan kita bertiga, adalah titik balik di mana aku merasa terlahir kembali hanya untuk keluargaku dan orang-orang yang menyayangiku."
"Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, untuk terus mengabdi padamu dengan seluruh cintaku, demi kebahagiaan keluarga kita. Kamu dan Cinta adalah tujuan utama hidupku sekarang dan selamanya."
Adit mencium kening Dinda dengan lembut. Hatinya merasakan kembali getar-getar cinta seperti saat pertama kali bertemu dengan wanita di hadapannya, lima tahun yang lalu.
"Aku jatuh cinta padamu sejak pertama kali
aku melihatmu dulu. Dan sekarang, selamanya, sepanjang waktuku, aku akan selalu jatuh cinta padamu, sayang. Cintaku hanya satu, dan telah kuberikan untukmu. Tapi sekarang, cinta itu telah berkembang dan berubah menjadi dua, yaitu dirimu dan putri kecil kita. Cintaku telah sempurna dengan kalian berdua bersamaku!"
Dinda memejamkan mata seraya tersenyum, merasakan dan meresapi ciuman hangat sang suami yang selalu membuatnya tenang dan bahagia.
"Dan kamulah cinta sempurnaku, Mas. Aku tidak perlu orang yang sempurna untuk menjadi imam hidupku. Aku hanya butuh orang yang mencintaiku dan bisa melengkapi hidupku menjadi sempurna saat kita bersama. Dan kamulah orangnya, Mas. Kamulah kesempurnaan cintaku."
Adit membalas senyuman indah istrinya dengan perasaan yang membuncah bahagia.
"Cinta sejati mengajarkan banyak hal tentang rasa cinta. Bukan hanya sekedar mencintai untuk dicintai, mencintai untuk memiliki atau mencintai untuk memperoleh kebahagiaan."
"Cinta sejati adalah cinta yang sempurna. Kamulah cinta sempurnaku. Kamulah cinta sejatiku, sayang."
Di bawah temaram lampu kamar yang redup, mereka mulai menyatukan diri. Meleburkan seluruh rasa yang ada di hati, menjadi satu kenikmatan cinta yang sempurna. Sesempurna cinta mereka. Cinta sejati untuk selamanya.
-SELESAI-
.
.
.
PENUTUP
Alhamdulillah, akhirnya selesai sudah novel pertama (musim pertama) kami. Kami ucapkan banyak terima kasih atas segala bentuk dukungan dari para pembaca semua.
Apa pun itu, semuanya sangat berarti bagi kami yang masih baru saja lahir dan belajar merangkak untuk bisa berdiri dan berlari mengejar kekurangan dan ketertinggalan kami yang masih terlihat di sana-sini.
__ADS_1
Semoga ke depannya, belajar dari karya pertama kami ini, kami bisa memperbaiki dan menjadikan novel kedua, ketiga, dan Insya Allah yang akan lahir selanjutnya nanti, lebih disukai, lebih diminati dan semakin dinantikan kelanjutannya oleh para pembaca semuanya.
Dengan segenap kerendahan hati kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada salah dari kami, baik dari karya kami atau pun sikap dan balasan kami yang mungkin secara sengaja maupun tidak, menyinggung atau bahkan menyebabkan para pembaca tidak berkenan karenanya. Sekali lagi kami mohon maaf dari lubuk hati yang terdalam...πππ
Segala bentuk kesalahan dan kekurangan datangnya dari kami selaku manusia, tempatnya salah, khilaf dan dosa. Dan segala wujud kebaikan dan kelebihan, semua itu datangnya dari Allah Yang Maha Sempurna.
Tetap dukung karya-karya kami yang lainnya, sebagai penyemangat bagi kami untuk belajar lebih baik lagi dan memperbaiki semua kekurangan dan kesalahan yang kami perbuat, agar bisa kami hindari dan tidak akan terulang lagi.
Sekian dari kami. Salam cinta dari kami, Adit dan Dinda...π€ππ€
.
.
.
CERITA MUSIM KEDUA
Setelah cerita Terima Kasih Cinta Sejati selesai, kami akan segera memperkenalkan CERITA MUSIM KEDUA yang akan kami lanjutkan di lapak yang sama di sini, karena merupakan sekuel dari cerita musim pertama.
Cerita musim kedua ini kami beri judul RINAI CINTA RINAYA.
Sekuel ini akan mengulik kisah cinta dari sahabat Adit dan Dinda dengan asisten kerja Adit, yaitu Rinaya dan Andi.
Cerita ini mengisahkan tentang kehidupan pernikahan Andi dan Rinaya yang penuh romantisme disertai dengan masalah yang datang silih berganti untuk menguji ketulusan dan kekuatan cinta sejati keduanya.
Jadi, kami mohon untuk tetap menjadikan novel ini sebagai favorit agar selalu mendapatkan informasi update yang lebih cepat dari cerita kami...πππ
Sekali lagi kami ucapkan terima kasih.
Dan selamat menikmati kisah "RINAI CINTA RINAYA" di lapak ini juga...ππ
.
.
.
Jangan lupa untuk selalu menyemangati kamiΒ dengan Like, Komentar, Bintang 5, Vote & Favorit.
Terima kasih banyak untuk semua pembaca yang telah berkenan membaca dan menikmati novel kami.
Salam cinta dari kami.
__ADS_1
πAuthorπ
.