
Air mataku mengalir tiada henti membacanya. Sungguh aku tidak menyangka, inilah yang akan terjadi hari ini. Kesedihanku, kegelisahanku, ketakutanku, terjawab sudah melalui surat kecil di tanganku saat ini.
Kuseka airmataku meski masih saja menitik menggenangi pelupuk mataku. Kuhela nafas panjang, mencoba menguasai perasaanku yang kini mulai tenang dan berganti aura kebahagiaan.
Tepukan hangat di bahuku membuatku tersadar sepenuhnya.
Aku menoleh ke arah sampingku, berdiri sosok yang sedari tadi kupikirkan tiada henti. Dia berdiri tenang dengan senyum di bibirnya, senyum yang selalu aku rindukan itu..
"Adit..!!!" Pekikku tertahan seraya menghambur ke pelukannya, tidak peduli beberapa pasang mata menoleh ke arah kami karena ulahku.
Adit yang tidak menyangka aku akan memeluknya tiba-tiba, masih terlihat menampakkan kekagetannya. Apalagi aku mulai menumpahkan tangisku kembali. Namun segera dia membalas pelukanku dengan erat, mencoba menenangkanku.
Aku merasakan kehangatan itu, yaaa.., kehangatan yang sama saat dia menggenggam tanganku waktu itu.
"Ssttt.., jangan nangis lagi dong! Jelek tau.." Ledeknya kemudian.
"Gak malu apa, sembarangan peluk-peluk cowok di tempat umum kayak gini.." Bisiknya di telingaku, membuatku merona malu, menyadari tubuhku menyatu dengan tubuhnya, saling memeluk erat.
Segera kulepaskan pelukanku darinya.
"Siapa yang peluk sembarangan ih..." Aku pukul kecil dadanya menahan maluku sendiri. Sementara Adit hanya tertawa kecil melihatku salah tingkah begini.
Aku kembali duduk diikuti Adit yang mengambil tempat di depanku.
Kuseruput orange juice yang sedari tadi belum kusentuh.
Sekelebat ingatanku muncul, saat pertama kali Adit memberiku sebotol orange juice di terik siang kala itu, dua tahun yang lalu.
Spontan aku tersenyum sendiri mengingatnya.
"Jadi...?!" Adit mulai membuka suara lagi.
Aku menatapnya, "Apa..?" Balas bertanya.
"Aku menunggu jawabanmu.." Adit menatapku dengan mimik serius.
"Harus sekarang ya..??" Tawarku iseng. (kayak di pasar aja kali, pake acara tawar-menawar..)
__ADS_1
Adit mengangguk cepat, selanjutnya diam, terus menatapku semakin lekat.
"Tapi aku pengen mendengarnya langsung dari mulutmu.." Ucapanku terdengar bak sebuah tantangan untuknya.
Ternyata Adit maju tak gentar langsung menjawab tantanganku.
Perlahan dia menarik sebelah tanganku dan menggenggamnya dengan lembut.
"Adinda Paramitha yang aku sayangi dan aku cintai, maukah dirimu menerima aku, Aditya Wibowo, sebagai orang yang kamu sayangi dan kamu cintai?"
"Maukah kamu tetap bersamaku di sisiku seperti selama ini?"
"Maukah kamu bersamaku, kita menulis cerita baru untuk kita berdua? Bukan hanya bersama tanpa harapan, tapi bersama untuk sebuah hubungan yang lebik baik, hubungan yang lebih dekat, hubungan yang lebih terarah, hubungan yang akan membawa kita pada sebuah tujuan yang pasti untuk masa depan kita kelak?"
"Maukah kamu..?"
Adit serius dengan kata-katanya, lancar terucap bagai jalan tol tiada hambatan dan dengan mantapnya seolah sedang mengucapkan ijab qobul. (Ngarep banget aku, ya..)
Aku tersenyum mendengar untaian kalimatnya yang sungguh ku akui menyentuh relung hatiku. Ada gemuruh di dadaku, terasa sedikit sesak namun memunculkan rasa bahagia setelahnya..
"Kamu beneran yakin sama aku? Kamu yakin mau nerima aku yang kayak gini? Aku yang heboh, bawel, cerewet, suka marah-marah gak jelas, banyak maunya, mau menang sendiri.. Aku yang..."
"Iya, aku mau, Dit..!!" Jawabku tak kalah cepat sambil menahan nafasku yang amburadul beradu dengan detak jantung yang tak menentu plus debaran di dada yang bergejolak parah saat ini. (UGD dong, UGD mana...)
"Ehem, ehemm.."
Entah dari mana datangnya tiba-tiba dua cewek yang menghilang tadi muncul kembali. Dengan wajah tanpa dosa mereka berdua tersenyum lebar ke arah kami.
"Ada yang keganggu nih karena kita dateng, Sa. Pulang aja yuk.." Rinaya menimpali Elisa.
"Lagian tugas kita juga udah kelar kan. Selamat ya, bro.."
Bergantian mereka berdua beradu tos dengan Adit. Aku merasakan ada sesuatu, tepatnya sedang menerka apa yang mereka bicarakan.
"Hei, kalian dari tadi kemana aja? Gak tahu apa aku nelangsa sendirian di sini.." Cecarku dengan sedikit kesal.
"Ngumpettt.." Jawab mereka serentak, tanpa rasa bersalah sedikit pun.
__ADS_1
"Hahh..?!?" Gantian aku yang bengong tak menyangka, ternyata mereka berdua terlibat dalam kejadian ini.
"Hee, peacee.." Elisa nyengir sambil kasih salam dua jari dengan tangannya.
"Maafff.." Rinaya ikutan tertawa puas.
Tak lama kemudian Elisa dan Rinaya pamit untuk pulang duluan. Dengan alasan tugas mereka sudah selasai dan ingin membiarkan kami berdua melanjutkan obrolan kami.
"Adit, dari tadi mereka bilang tugas sudah selesai, itu apaan sih maksudnya? Kalian bersekongkol di belakangku ya..??" Tatapku penuh kecurigaan, sementara yang aku tanyai hanya tersenyum kecil.
"Dit, kamu merencanakan ini semua bersama mereka..?"
Adit cukup menganggukkan kepala membuatku akhirnya paham dan mencerna satu per satu kejadian hari ini.
"Pantesan mereka menggiringku ke sini dan dengan santainya malah ninggalin aku sendirian.."
"Kan ada aku di sini.." Ucapnya singkat.
"Hei, tadinya mana aku tahu ada kamu. Yang ada kamu tuh dari semalam bikin aku khawatir pake banget..!!" Tandasku dengan cemberut.
"Iya iyaa. Maafin aku ya, sayang.." Telingaku menangkap ada yang tak biasanya, eh dia manggil aku apa tadi...?! (muka udang rebus mode on)
"Semalam ponselku rusak, jatuh di kamar setelah nelpon kamu.." Terangnya dengan muka datar tanpa dosa, tapi ngangenin bener itu muka.
"Beneran rusak, Dit? Udah kamu bawa ke tempat servis?"
Dia menganggukkan kepala, "Entar malam temani aku ya, ngambil ponselku.." Aku segera mengangguk mengiyakan ajakannya.
"Eh bentar, kalo ponsel kamu rusak, kok Elisa sama Rinaya bisa tahu dan ngerjain semua ini..?"
"Semalam habis masukin ponselku ke tempat servis, aku mampir ke rumah Rinaya. Aku minta tolong untuk semua ini, dia yang ngatur sama Elisa. Aku tinggal datang dan menunggu saja di sini.."
Aku manggut-manggut mendengar penjelasan dari Adit.
"Hmm.., besok aku harus buat perhitungan sama mereka." Sambil pasang muka jutekku, aku merencanakan sesuatu yang malah membuat Adit tergelak.
.
__ADS_1
.
.