
"Hiks...hiks...aku sangat kecewa padamu Arsen. Bisa-bisa nya kamu berbuat hal jahat seperti itu. Aku benar-benar tidak menyangka."
Anna terduduk disebuah bangku yang ada di taman dekat rumah nya. Dengan dalam keadaan hamil tua Anna menangis hingga sesegukan. Dada nya sampai terasa sesak.
Gadis itu terus mengeluarkan air matanya tanpa henti. Hati nya juga begitu sakit, bahkan sangat sakit. Saat mengetahui jika kakak cantik nya kini sudah tidak ada lagi.
Wanita baik hati yang pernah ia sakiti atas kesalahan yang tidak pernah ingin dia perbuat. Sampai sekarang pun Anna masih saja belum bisa memaafkan dirinya sendiri. Ia selalu berharap memiliki kesempatan untuk menebus kesalahan nya tersrbut.
Tapi sekarang apa? Jangan kan untuk menebus kesalahan nya. Bahkan untuk melihat Mia saja sudah tidak bisa. Karna dia sudah meninggalkan mereka semua selamanya dan tidak akan pernah kembali lagi.
Mengetahui kebenaran menyakitkan itu, terlebih siapa dalang nya. Membuat dada Anna semakin sesak mengingat nya.
__ADS_1
Tetapi tiba-tiba saja ponsel nya bergetar, ada pesan masuk. Anna segera memeriksa isi pesan tersebut yang ternyata dari Arsen. Ragu-ragu Anna hendak membuka nya. Akhirnya Anna membuka pesan itu, membaca nya dengan seksama. Seketika mata Anna membulat. Anna menggeleng-gelengkan kepalanya sambil memegangi dada nya yang sesak.
"Ini semua salahku...." lirih Anna, setetes air mata pun menetes jatuh tepat di layar ponsel nya. Membaca isi pesan Arsen membuat dadanya semakin sesak.
Isi pesan tersebut. Arsen mengatakan kepada Anna alasan kenapa dirinya sampai berbuat seperti itu. Itu semua karna diri Anna sendiri. Anna menyadari sesuatu, ia kembali mengingat-ingat mulai kapan Arsen berubah seperti itu.
Flashback tiga bulan yang lalu.....
Siang itu Arsen baru pulang dari mencari kerjaan. Siang itu juga waktu dia habis bertemu dengan Jungmo kala itu. Mood nya sedang buruk karna susah nya mencari kerjaan. Di tambah krhadiran Jungmo yang tiba-tiba ada di dalam mobil nya. Membuat isi kepala Arsen memanas, penat sekali dia rasa.
Anna ikut duduk disisi sebelah kiri Arsen, seraya meletakan buah-buahan yang ada dipiring ke atas meja. Arsen kembali teringat dengan perkataan Jungmo. "Wanita nya bos Kevin.."
__ADS_1
Arsen kembali mendengus kesal. Matanya yang sempat menutup itu kembali terbuka. Ia melirik Anna yang duduk di sebelahnya. Arsen pun membenarkan posisi duduk nya.
"An..." Arsen menghadap menatap Anna secara intens. Anna mengerinyit sambil menyendok sepotong buah lalu memasukan nya perlahan kedalam mulut. Alis nya naik sebelah isyarat agar Arsen melanjutkan perkataan nya.
"Aku mencintaimu An....apakah kamu mau menjadi istriku? Aku akan berjanji untuk membahagiakan mu selamanya, dan aku juga akan menerima anak ini seperti anak kandungku sendiri...." Arsen meraih kedua tangan Anna dan menggenggam nya erat. Tatapan nya lekat menatap wajah Anna.
Anna tertegun dengan perkataan Arsen barusan. Ia bingung harus menjawab apa? Entah kenapa hatinya tidak merasakan adanya getaran. Anna juga merasa dirinya kurang pantas untuk Arsen. Saat ini hatinya menganggap Arsen hanya sebagai kakak. Karna dari perhatian yang di berikan Arsen untuk nya terlalu besar. Membuat Anna merasa kurang pantas untuk nya. Apa yang akan dikatakan oleh keluarga Arsen kelak jika dia dan Arsen menikah?
Pekerjaan nya dulu seperti apa? Terlebih sekarang ini dia tengah mengandung anak orang lain bukan lah anak Arsen? Bagaimana pendapat orang tua Arsen terhadapnya?
Bahkan sekarang ini Anna merasa sedikit takut. Jika orang tua Arsen tahu anak nya melepaskan pekerjaan terbaik demi kabur bersamanya. Anna merasa sedikit bersalah.
__ADS_1
TBC.
Note : Jangan lupa untuk like dan vote, biar aku tambah semangat untuk up nya. Happy Readings🌹🌹🌹