Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
"Dia harus mau, demi anaknya...."


__ADS_3

Tiga hari berlalu setelah pemakaman......


Kevin masih tidak mau keluar dari kamar nya. Dia mengurung diri tanpa melakukan apa pun. Tidak makan, tidak minum, tidak bekerja, bisa jadi dia juga tidak tidur.


Semua orang sudah berusaha membujuk nya, termasuk Nathan dan Tara. Louis dan istrinya Maria juga masih berada di rumah Kevin. Untuk sementara mereka memutuskan untuk tinggal di rumah Kevin. Louis dan Maria takut jika Kevin akan melakukan hal yang tidak-tidak kelak. Karna itu mereka berdua sebagai orang tua, harus ikut andil dalam mengawasi Kevin.


Sekarang Kevin masih berada dalam keadaan berduka. Hati dan jiwa nya masih sangat rapuh. Kehilangan Mia adalah hal yang paling di takuti nya. Kenapa tuhan memisahkan mereka berdua. Apa tidak ada hukuman lain selain harus seperti ini. Kevin benar-benar kecewa dan menyesali semua kesalahan nya.


Suara tangisan bayi dari dalam ruangan khusus yang ada di rumah Kevin. Maria dan Rens sedang berada di dalam ruang itu. Menenangkan sang bayi yang terus menerus menangis tanpa sebab.


Rens menatapi bayi itu yang sedang berbaring menangis dengan kaki dan tangan yang bergerak-gerak. Air mata nya menetes mengalir membasahi pipinya.


Rens mengulurkan tangan nya mengelus lembut pipi bayi itu. "Sabar yah sayang.....jangan nangis yah, ada tante disini....." ucap nya lembut.


Rens pun membuang muka ke arah belakang. Mengusap air matanya yang hampir menetes. Tak kuasa dia menahan rasa pedih di hatinya. Bayi yang kini ada di hadapan nya adalah anak dari sahabat terbaiknya.


Maria yang melihat Rens berbalik badan menangis. Langsung menghampirinya dan memberikan pelukan hangat. "Sabar yah.....Mia pasti sangat sedih jika melihat mu seperti ini...." ucap Maria menepuk-nepuk punggung Rens.

__ADS_1


Rens mengangguk dan langsung mengusap air matanya. Dia sadar yang dikatakan Maria benar, bahwa Mia pasti sedih melihatnya seperti itu. Dia langsung berbalik badan kembali. Lalu meraih bayi yang menangis itu.


Bayi itu masih juga menangis. Seakan ada sesuatu yang dia ingin kan. Tapi entah itu apa? Rens dan Maria tidak mengerti maksud dari sang bayi.


"Kita bawa dia bertemu Kevin...." ucap Maria pada Rens.


"Tapi Kevin masih belum mau keluar kamar...." sahut Rens dengan raut putus asa.


"Dia harus mau, demi anak nya......" jawab Maria.


Mereka berdua pun membawa sang bayi menuju kamar Kevin. Sesampai nya di depan pintu kamar Kevin. Pintu itu masih tertutup rapat dan terkunci.


Rens mengetuk pintu beberapa kali. Tidak ada sahutan. Dia kembali mengetuk nya berulang-ulang kali.


"Kevin.....sekali lagi aku ketuk, jika kamu tidak membuka nya.....aku akan--" ucapan Rens terhenti saat Maria menyentuh pundak nya dan menggeleng.


"Biarkan saja.....biar nih orang sadar, jika bukan hanya dia yang disini terluka, kita semua sama merasa kehilangan nya....." gerutu Rens dengan suara lantang agar Kevin mendengar.

__ADS_1


"Kalau kamu masih gak mau buka.....aku bakal bawa anak ini bersama ku ke Beijing......sikap mu yang seperti ini menandakan jika kamu tidak akan bisa merawat nya....." lanjut Rens berteriak sambil mengetuk pintu.


Mendengar keributan Nathan dan Louis pun menghampiri Rens dan Maria yang berdiri di depan kamar Kevin.


"Mah ada apa sih ribut-ribut...." tanya Louis pada sang istri. Maria hanya menggeleng dengan raut wajah cemas nya.


"Rens....sudahlah biarkan saja Kevin, dia masih butuh waktu untuk menenangkan diri." ucap Nathan mendekati Rens.


Rens memutar bola matanya lalu mengehela nafas kasar. "Ini sudah tiga hari.....mau sampai kapan dia seperti ini? Apa dia tidak kasian pada anak ini? Dia terus menangis, mungkin saja dia ingin bertemu dengan ayah nya......"


Nathan diam dan menatap kasihan pada bayi yang ada di gendongan sang istri. Tangan nya bergerak mengelus-elus kepala bayi itu.


Tidak lama kemudian. Terdengar suara decitan kunci yang di putar. Pintu kamar Kevin terbuka, membuat semua orang yang ada di depan kamar tersebut terkejut.


"Kevin...." lirih Maria.


Saat mendapati sosok sang anak menampakan dirinya setelah tiga hari lamanya mengurung diri.

__ADS_1


TBC.


Note: Jangan lupa like dan vote nya, biar aku makin semangat untuk up🌹🌹


__ADS_2