Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
Kepulangan Nathan,Renesmee, & Baby Reghata


__ADS_3

*****


Pukul sepuluh malam.....


Kevin mengusap lembut wajah Mia yang sendu ketika tertidur. Sedari tadi sang istri telah terlelap dengan nyaman, didekapan Kevin. Tetapi Kevin sendiri belum juga bisa terlelap. Dia terus memikirkan syarat-syarat yang diberikan Aaron tadi siang dirapat.


Kevin merasa tenggorokan nya cekat dan kering, dia berniat ingin turun kedapur mengambil air putih. Sebelum beranjak, Kevin menyibakan rambut yang menutupi sebagian wajah sang istri. Lalu menarik perlahan tangan nya, agar tidak mengganggu tidur Mia.


Cups....


Kecupan hangat mendarat dikening Mia, setelah itu Kevin berlalu meninggalkan sang istri yang masih tertidur pulas diatas ranjang.


Kevin melangkah menuruni anatk tangga dan menyusuri kegelapan menuju dapur. Sampai nya didapur Kevin langsung membuka lemari es. Mengambil sebotol air mineral yang dingin, kemudian meneguk nya hingga tersisa setengah.


Akhirnya tenggorokan nya terasa lega, cekat dan kering telah hilang. Bahkan kepalanya yang panas dan penat menjadi dingin sedingin air mineral itu.


Saat Kevin hendak kembali kedalam kamar, dia tidak sengaja melihat seseorang sedang duduk diteras belakang. Kevin penasaran dan dia pun menghampiri seseorang itu.


"Nathan...." ucap Kevin saat mendapati sosok Nathan laj, yang duduk diteras belakang itu.


Nathan terkejut dan langsung menoleh kebelakang. "Kevin.....sedang apa kamu?" tanya Nathan dengan nada ketusnya.


Nathan masih marah dan kesal terhadap Kevin saat ini.


"Seharusnya aku yang tanya, kamu ngapain malam-malam disini sendirian?" tanya Kevin balik.


Nathan menghela nafas nya dengan kasar kemudian memalingkan wajah nya kedepan. "Bukan urusan mu, lagian kamu kan orang hebat yang tidak ingin dibantu oleh ku" cetus Nathan.


Kevin terdiam, perkataan Nathan menusuk tepat dihatinya. Dia pun berjalan melewati Nathan dan duduk dibangku sebelahnya. Kevin sadar jika saat ini Nathan masih marah padanya.


"Maafkan aku...." lirih Kevin.


"Untuk apa?" Nathan masih enggan untuk menatap Kevin.


"Untuk tadi siang, maaf jika kamu tersinggung dengan perkataan ku" Kevin menatap sendu Nathan yang berada disebelahnya.


Nathan hanya diam tak menjawab, sebenarnya mendengar Kevin meminta maaf membuat hati Nathan luluh. Dia juga merasa salah telah marah pada Kevin.


"Sudahlah, lupakan saja" ucap Nathan.


"Bukan nya aku tidak ingin menerima bantuan mu, hanya saja aku ingin menghadapi masalah ini sendiri...aku harap kamu bisa mengerti" jelas Kevin sembari memandangi taman didepan nya.


"Gak masalah, kamu juga gak salah....apapun yang kamu pilih aku akan selalu mendukung mu dibelakang" Nathan menyentuh pundak kanan Kevin.


"....ingat kamu gak sendiri Vin" lanjut Nathan tersenyum


Kevin sangat tersentuh dengan ucapan Nathan, membuatnya semakin yakin dengan keputusan yang akan dia pilih nanti. Kevin membalas senyuman Nathan, dia kembali teringat saat mereka pernah berselisih.


Saat Kevin dan Nathan, berada disituasi yang begitu sulit untuk dijelaskan. Kevin yang marah besar kepada Nathan, saat dirinya mendapati kebenaran pahit. Dimana Nathan menyembunyikan jati diri nya dibelakang nya. Terjadilah pertengkaran yang sempat mengaduk-aduk emosi mereka berdua. Dan pada akhirnya harus ada salah satu yang mengalah untuk meminta maaf saat itu. Yah tak lain adalah Nathan.....

__ADS_1


Nathan beranjak dari duduk nya kemudian berlalu meninggalkan Kevin sendiri. Dia berniat kembali kekamar nya dan tidur bersama Rens juga Reghata.


Sedangkan Kevin, masih berdiam melamunkan sesuaru diteras itu. "Aku akan menghadapi nya, lagian siapa dia? Berani mengusik diriku......Aaronsisco aku tidak akan membiarkan kamu tenang" gumam Kevin dengan mantap dihatinya.


Kevin pun beranjak dan kembali ke kamarnya. Meringkuk diatas ranjang, dia tidur dengan mendekap erat tubuh Mia hingga pagi.


.


.


.


Pagi harinya.....


Mia dan Rens sedang berkutat didapur hendak membuat sarapan untuk semua.


Kevin sedang mandi dan bersiap-siap memakai setelan kerja nya. Sedangkan Nathan tadi saat Rens meninggalkan nya keluar. Dirinya masih tertidur pulas memeluk sang buah hatinya yang juga belum bangun. Tapi beberapa menit kemudian Nathan dan Reghata sudah terbangun. Dengan sigap Nathan mengurus Reghata, dari mandi, memakaikan baju, dan menyisir rambut. Sungguh Nathan telah berubah menjadi ayah dan suami yang sempurna untuk kedua tuan putri nya....Renesmee dan Reghata tentunya.


Kini Rens dan Mia sedang menyajikan sarapan yang mereka buat diatas meja makan. Dari kejauhan terlihat Kevin yang berjalan menghampiri Mia dari belakang.


Kevin langsung melingkarkan tangan nya dipinggul langsing Mia. Membuat wanita itu terkejut dan membalikan tubuhnya seketika. Kemudian Cups....


Kevin mengecup lembut bibir Mia dengan durasi yang cepat. Kevin tersenyum nakal dia pun hendak mengecup ulang bibir istrinya itu. Tetapi mulutnya ditahan oleh Mia. Kini wajah Mia merah merona karna malu. Dia jadi salah tingkah didepan Rens.


Sedangkan Rens hanya senyum-senyum sendiri, melihat sepasang kekasih itu. Mengingatkan nya kembali saat Mia dan Kevin baru-baru kenal. Bagaikan kucing dan tikus yang tidak pernah akur. Rens pun tertawa kecil sembari terus mengatur posisi sendok dan garpu yang benar.


"Bee malu tau...." ucap Mia.


"Bee lepasih ahh.....sini duduk sarapan dulu" Mia mendorong tubuh Kevin, meminta nya untuk duduk dikursi.


Tiba-tiba saja dari arah berlawanan, Nathan datang dengan menggendong Reghata. Dia merangkul bahu Rens, dan mengecup keningnya dengan mesra.


"Morning sayang...."


"Morning too sayang...."


Rens pun menggapai Reghata dan menggendongnya, mempersilahkan Nathan untuk duduk.


"Mmmm.....Baby nya Mommy udah harum, sudah mandi sama Daddy yah" Rens mencium gemas Reghata dan menghirup aroma khas bayi ditubuh sang anak.


Melihat pemandangan indah itu, membuat Mia hampir meneteskan air mata. Entah itu air mata bahagia atau air mata kesedihan. Mengingat dia yang sangat ingin memiliki anak selama ini, tapi belum kesampaian.


Kevin yang sedari tadi memperhatikan wajah sendu istrinya itu. Menggenggam erat tangan Mia, menariknya agar berbalik menghadap dirinya. Kevin mencubit pelan hidung Mia yang memerah karna menahan tangis. Kemudian dia mengangguk tersenyum, begitu pun Mia tersenyum.


Mia mengerti jika itu isyarat dari Kevin untuk mengungatkan nya.


Mereka pun mulai menyantap sarapan masing-masing sembari mengobrol santai layaknya keluarga. Tidak disangka jika mereka bisa duduk kembali dan makan bersama seperti dulu. Waktu hujan deras saat Mia membawakan makanan ke Apartemen Nathan. Sangat persis, hanya saja yang berbeda dulu Kevin dan Mia masih seperti orang asing. Tapi sekarang mereka adalah sepasang suami istri yang bahagia.....


Setelah sarapan selesai Kevin berpamitan untuk pergj bekerja. Mia mengantarkan nya hingga depan teras depan rumah nya sembari membawa jas Kevin ditangan nya.

__ADS_1


"Aku berangkat kerja dulu yah bee......Cups" Kevin merangkul Mia dan mengecup keningnya.


Mia mengangguk tersenyum. "Hati-hati yah bee...."


Kevin pun berlalu menghampiri mobil Arsen, yang baru saja datang itu. Kemudian dia masuk dan duduk dengan nyaman. Dengan sigap Arsen langsung menancap gas menuju kantor mereka.


Sepeninggal Kevin....


Mia kembali masuk kedalam rumah menghampiri Rens dan Nathan diruang santai. Dia ikut duduk disofa sebelah Rens.


"Kalian yakin mau pulang secepat ini?" ucap Mia dengan raut wajah yang sedih.


"Nathan masih banyak kerjaan Mi....lain kali kami akan berkunjung lagi kesini" Rens menggenggam erat tangan Mia, berusaha untuk menghilangkan kesedihan sahabatnya itu.


"Kaya anak kecil masa gitu aja nangis.....cengeng banget" cetus Nathan.


Rens pun melototi dan mencubit perut suaminya itu, membuat Nathan menggerang kesakitan. "Awwh....sakit sayang" erang Nathan.


Mia menatap Nathan dengan manyun dan kesal. "Biar saja Rens, gak usah hiraukan dia!! Dia tuh memang gak ngerti perasaan kita seperti apa" gerutu Mia.


"Hmm....Kamu sehat-sehat yah Mi" Rens pun tersenyum dan langsung memeluk Mia dengan erat.


"Kamu juga yah, jaga kesehatan mu terutama ponakan tersayang ku Reghata" Mia membalas pelukan Rens.


Keduanya sama-sama meneteskan air mata mereka. Sedih rasanya untuk berpisah, dari sekian tahun bertemu kembali.


"Reghata Baby nya Aunty jangan nakal-nakal yah, jagain Mommy dari Daddy kejam mu itu yah sayang.....Cups..."


Mia berbalik memeluk Reghata dan menghujani kecupan lembut dipipi, hidung, dan mata mungil Reghata. Melihat pemandangan itu membuat Nathan tersenyum simpul.


"Ayo sayang, Alex sudah menunggu kita" ucap Nathan sembari menggendong Reghata.


"Hati-hati.....awas aja kalau kamu nyakitin Rens atau Reghata" ucap Mia melirik tajam Nathan.


"Yah gak mungkin lah aku nyakitin istri sama anak ku sendiri...." cetus Nathan.


"Sudah-sudah apaan sih bertengkar mulu...." sanggah Rens, mencoba melerai keduanya. Nathan pun memilih untuk terlebih dahulu keluar.


"Mi....aku pergi dulu yah, salam buat Tara dan Sheila" lanjut Rens memegang tangan Mia.


"Hati-hati yah, kabari aku jika kamu sudah sampai di Beijing" teriak Mia saat Rens sudah hampir menghilang dari balik pintu.


"Jaga dirimu baik-baik Rens, kamu adalah sahabat terbaiku selamanya...." Bathin Mia.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung🖤🖤


__ADS_2