Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
;POV Mia; Tempat favorite-Mu


__ADS_3

‍‍‍‍‍Kini Mia tengah berada di sebuah panti asuhan. Dimana panti itu memberikan kenangan indah kepada Mia. Dari sana lah dia untuk pertama kali, menyadari jika Kevin memiliki sisi lembut dan hati yang tulus.


"Selamat sore....eh nona Mia kan?" sapa salah datu pengurus di panti itu. "Benar....ini nona Mia, apa kabar nona? Sudah sangat lama anda tidak datang kemari..." lanjutnya sembari meraih tangan Mia.


Mia tersenyum pasif, "Saya baik-baik saja, bagaimana dengan anak-anak?" tanya nya kembali.


"Anak-anak baik-baik semua kok, mereka sudah lama ingin bertemu dengan nona Mia..." jawab pengurus tersebut.


"....kalau begitu ayo kita masuk, anak-anak pasti senang sekali dengan kedatangan anda...." lanjutnya sembari menuntun Mia masuk ke dalam panti.


Sore itu Mia menghabiskan waktunya di panti asuhan tersebut. Tak terasa hingga hari sudah malam. Mia pun berpamitan dengan pengurus panti dan seluruh anak-anak yatim disana.


Di perjalanan pulang di dalam taksi.....


Mia merogoh tas nya mengeluarkan ponsel. Di tatap nya lama ponsel tersebut. Bimbang ingin menyalakan nya atau tidak. Jika dia menyalakan ponsel pasti Kevin akan langsung menghubungi nya. Sedangkan Mia sendiri masih belum siap untuk bicara dengan Kevin.


"Huhh....." Mia menghela nafas nya panjang, kemudian berdiam menatap keluar jendela.


Mia terperanjat dia langsung memnyuruh supir taksi untuk berhenti. "Pak.....tolong berhenti di sini saja" ucap Mia secara tiba-tiba.


"Baik Miss....." jawab supir itu sembari memutar kemudi, menepi ke pinggir jalan.


Mia pun keluar dari dalam taksi setelah membayar tagihan nya. Di pandanginya ke arah tempat yang menyimpan banyak kenangan indah nya saat bersama Kevin.


Dengan langkah getir Mia melangkah kan kaki nya ke tempat itu. "Bee apa kamu masih mengingat tempat ini? Aku sangat merindukan mu Kevin...."


Mia melihat tempat itu sudah banyak berubah. Bahkan sekarang di malam hari seperti ini banyak sekali sepasang kekasih mengunjungi tempat itu.


Tempat sepi, gelap, dan hening itu sekarang menjadi tempat yang sangat ramai. Lampu-lampu hias di pinggiran pagar, kursi taman tempat setiap orang duduk dengan pasangan nya membuat tempat itu semakin indah.


Mia masih ingat dulu Kevin membawa nya untuk pertama kali ke tempat itu. Tempat dimana Mia memberikan Kevin nama panggilan sayang, yang sampai sekarang menjadi kata favorite nya.


Honey.....Bee.....apapun itu artinya akan tetap sama, panggilan itu akan menjadi lambang rasa cintaku padamu Kevin. Begitu pun sebaliknya, aku yakin kamu juga merasakan hal yang sama......


Mia pun duduk di salah satu bangku taman itu. Sambil memandang sungai di depan sana, entah kenapa fikiran nya tak bisa tenang. Tanpa sadar tangan Mia bergerak memencet tombol power untuk menyalakan ponsel nya yang mati.


"Astaga.....apa yang ku lakukan, aku terlalu terbawa suasana sampai tidak sadar memencet nya.....Bagaimana ini aku belum siap untuk bicara padanya......"


Saat sudah menyala beberapa panggilan tak terjawab dari Kevin dan juga pesan masuk yang banyak. Mia memeriksa satu persatu pesan tersebut yang berisi permohonan maaf dari Kevin.


Air matanya pun menetes seketika, membaca pesan Kevin yang seperti itu membuat hati Mia sakit. "Maafkan aku bee....."

__ADS_1


Drrtt.....drrrtt.....drrttt


Tiba-tiba ada panggilan masuk, Mia sangat terkejut hampir saja dia menjatuhkan ponselnya.


"Kevin....." satu nama yang terucap dari mulut Mia dan tercantum di layar pemanggil di ponsel nya.


Dengan sigap Mia mengusap air matanya dan menarik nafas dalam-dalam. Dia tidak mau Kevin mendengar suara nya yang sangau akibat menangis.


Sedetik kemudian panggilan sudah tersambung. Dengan sangat ragu-ragu Mia Mendekatkan ponsel itu ke telinga nya.


"Bee....kamu dimana? Ku mohon kembali lah, jangan meninggalkan ku seperti ini hiks hiks" ucap Kevin dari sebrang panggilan.


Mata Mia membulat, dia langsung memegang dadanya yang terasa sakit. Suara Kevin yang terdengar serak dan lemah.


Kenapa suara mu seperti itu bee? Apa kamu menangis seharian ini? Apa kamu merasakan sakit seperti yang kurasakan saat kita berada di jarak yang sangat jauh?


"Kenapa kamu diam bee? Pliss aku mohon kembalilah....kamu yang paling tau bagaimana jadinya aku jika tanpamu bee.....aku gak bisa hidup tanpa kamu, pulang lah?" ucap Kevin lagi saat dia tidak mendengar jawaban dari Mia.


Air mata Mia kembali menetes, tapi dia tetap berusaha untuk setenang mungkin. Mia menarik nafas dalam-dalam. "Aku baik-baik saja disini....kamu gak usah khawatir."


"Iya aku tau, tapi katakan kamu dimana sekarang? Aku jemput yah....."


"Aku tidak akan menjaga kesehatan ku dan aku juga tidak akan makan....jika kamu tidak kembali, kamu hanya akan melihat mayatku saja untuk terakhir kalinya....."


Mia tertegun dengan jawaban Kevin. "APA MAKSUDMU? Jangan berbuat yang tidak-tidak, apa kamu tidak mau melihat anak mu lahir?"


Suara Mia terdengar lantang, dia sedikit kesal dengan apa yang di ucapkan Kevin. Nampak hening Mia tidak lagi mendengar suara Kevin. Kenapa dia diam? Apa kata-kata Mia terdengar kasar di telinga Kevin?


"Kenapa diam? Jika kamu berbuat yang tidak-tidak, aku bersumpah tidak akan pernah kembali lagi"


"Maafkan aku.....tapi paling tidak beritahu aku kamu ada dimana?"


"Aku ada di tempat yang aman, dan aku baik-baik saja.....aku hanya butuh waktu untuk sendiri"


"Iya tapi itu dimana?"


"Tempat favoritemu......sudah lah batrei ponsel ku mau habis, nanti aku hubungi lagi"


Tut.....


Mia memutuskan panggilan sepihak. Dia merasa sedikit bersalah karna sudah membentak Kevin tadi. Tapi mau bagaimana lagi dia tidak bisa apa-apa, hati nya masih merasa sakit dengan kenyataan pahit rumh tangga nya.

__ADS_1


Akhirnya Mia pun memutuskan untuk pergi dari tempat itu. Hari juga sudah terlalu malam, Rens dan Nathan pasti sangat mengkhawatirkan dirinya. Dengan memesan taksi, Mia kembali pulang ke rumah Rens dan Nathan.


Sesampainya di rumah Rens dan Nathan.....


"Mi.....kamu kemana aja? Dari sore pergi sampai malam begini? Aku sangat mencemaskan mu?" ucap Rens cemas.


Wanita itu nampak sangat mencemaskan sahabat nya, yang sedang dalam kondisi hati yang tidak stabil. Rens takut jika Mia melakukan hal-hal yang buruk.


"Aku hanya pergi ke panti asuhan harapan aja kok, terus tadi pulangnya gak sengaja lewat tempat yang............" jawab Mia tersenyum tetapi terhenti, saat Nathan muncul dari arah dapur membawa segelas air putih.


"Untuk apa kamu mengkhawatirkan nya? Paling dia lagi senang-senang keluyuran gak ada Kevin...." ucap Nathan ketus dengan tatapan sinis.


"Sayang apaan sih, gak mungkin lah Mia senang-senang tanpa Kevin.....kamu itu memang selalu gak pernah bicara yang baik ke Mia....huh" sanggah Rens menggerutu kesal pada Nathan.


"Hmm...sudahlah Rens tidak apa-apa, sudah biasa jika dia seperti itu!! Malah kalau dia tiba-tiba baik itu baru bahaya, mungkin aja dia sedabg geger otak...." balas Mia dengan tatapan sinis nya ke arah Nathan.


"Hihihi.....bener-bener....." Rens tertawa kecil mendengar ucapan Mia yang melawan ucapan sinis sang suami. Dia merasa sepertinya hati Mia sudah mulai tenang. Rens sangat senang jika dengan Mia mengunjungi panti asuhan tersebut, bisa membuat hati Mia yang terluka sedikit terobati.


Tapi kenyataan nya itu salah. Sebenarnya yang membuat hati Mia tenang adalah Kevin. Setelah berbicara sebentar di telpon dengan nya. Tanpa Mia sadari dia sudah mulai tenang, dan hatinya yang gusar sudah tidak lagi dia rasakan.


"Cihh....jadi kamu mau aku geger otak beneran, terus hilang ingatan gak ingat lagi sama kamu?" Nathan mendekati Rens lalu merangkul pundak nya.


"Apaan sih....lepasin hari ini aku ada di pihak Mia...weee" Rens mendorong tubuh Nathan agar menjauh, lalu menjulurkan lidah nya mengolok sang suami.


"Okk...." jawab Nathan singkat kemudian berbalik hendak pergi. "Ohh iya sayang tolong kamu antarkan gelas susu ke kamar Regha yah...." ucap Rens.


Nathan pun berbalik menatap nya dengan tatapam datar. "Kenapa melihatku seperti itu?" tanya Rens bingung.


"Maaf anda siapa? Saya tidak mengenal anda, soalnya saya sedang geger otak dan hilang ingatan" ucap Nathan dengan raut wajah yang dibuat-buat nya, seolah sedang kebingungan dan tidak mengenal Rens. Dia pun langsung berlalu begitu saja meninggalkan Rens dan Mia.


Rens pun mendengus dengan kesal. "Issshh....dasar yah, AWAS YAH NANTI KAMU TIDUR DI SOFA AJA" teriak Rens mengancam sang suami.


Mia tersenyum dan tertawa melihat tingkah sepasang suami itu. Sangat lucu pikir nya, dia kembali teringat tentang dirinya dan Kevin yang pernah seperti itu.


Aku mengaku jika saat ini aku sangat-sangat merindukan mu Kevin.....Andai kamu berada disini melihat tingkah lucu mereka berdua, kamu juga pasti akan tertawa bahagia sepertiku.....


.


.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2