Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
POV Mia ; Kekhawatiran Kevin


__ADS_3

*****


POV Mia~


Siang itu Mia menerima panggilan telpon dari Kevin suaminya. Kevin meminta Mia untuk mengurus acara makan malam yang dia adakan. Acara tersebut akan dihadiri para investor-investor besar diperusahaan Kevin.


Mia bukan hanya tinggal memerintah para pelayan nya. Tetapi dia juga ikut turun tangan memasak dan mempersiapkan acara makan malam nanti. Tentunya Mia tidak ingin ada kesalahan atau kekurangan diacara itu, yang pasti akan membuat malu suaminya sebagai Presdir Utama.


Tara dan Sheila juga akan hadir malam nanti. Karna Mia sendiri yang mengundang adik ipar nya itu. Mengingat telah lama sekali Tara dan Sheila tidak mengunjungi rumah mereka.


Sore pun tiba, sedari siang Mia tidak ada hentinya mengurus keperluan nanti malam. Sampai-sampai dia kelelahan dan akhirnya tertidur disofa ruang santai mereka. Mia tertidur dengan posisi meringkuk seperti udang.


Mungkin ada setengah jam dia terlelap dalam mimpi nya. Mia menggeliat kan tubuhnya, merasa seperti ada seseorang yang sedang menggendong dirinya. Mia pun berusaha membuka matanya yang masih terasa berat itu.


Samar-samar Mia melihat wajah tampan dan karismatik sang suami. Apakah dia masih bermimpi? Mia mengerjapkan matanya beberapa kali. Barulah dia sadar jika dia tidak bermimpi.


Kevin sang suami ternyata sedang menggendong tubuhnya. "Bee? Kamu udah pulang? Turunkan aku, pasti kamu lelah" ucap Mia meminta Kevin menurunkan dirinya.


"Jangan gerak-gerak bee, nanti kamu jatoh kita sedang naik tangga ini" Kevin tersenyum manis pada Mia.


Membuat jantungnya berdebar hebat, meskipun sudah menikah selama dua tahun. Mia selalu saja merasakan debar-debar jika mendapatkan perlakuan sweet dari Kevin. Apalagi jika Kevin tersenyum padanya, paling sering itu membuat jantung Mia berdebar.


Mia melirik sekeliling nya, benar saja sekarang Kevin sedang melangkah menaiki anak tangga.


"Turunkan aku bee, aku bisa jalan sendiri!? kasian kamu pasti lelah" ucap Mia gugup.


"Bukan aku yang lelah, tapi kamu!? Aku yakin kamu ketiduran disofa karna kelelahan" raut wajah Kevin terlihat begitu cemas.


"Emm..." Mia memilih diam dan berpaling kearah lain.


Kini Kevin sudah membawa Mia masuk kedalam kamar, lalu merebahkan perlahan istrinya itu diatas tempat tidur. Mia menatap lekat wajah suaminya itu, begitu pun sebaliknya. Kevin menatap Mia dengan begitu cemas nya.


"Lagian untuk apa ada pelayan, jika kamu sampai kelelahan seperti ini?! Aku meminta mu mengurus acara nanti malam, bukan berarti menyuruhmu untuk langsung melakukan nya sendiri!? Ada pelayan disini...." Kevin terlihat begitu marah dan cemas.


Mia tertegun mendengar omelan dari sang suami. Dia hanya menunduk lesu, merasa sangat bersalah. Telah membuat Kevin marah dan cemas.


"....Kamu tau kan bee, aku gak suka jika kamu terlalu bekerja keras seperti ini?! Sekarang kamu adalah istriku, aku tak mau kamu seperti dulu lagi......Kerja keras kesana-sini untuk menghidupi dirimu sendiri, bahkan sampai rasa lelah sudah tidak berarti lagi?! Kamu tidak memperhatikan tubuh mu sendiri....Tapi itu dulu, sekarang kamu tidak perlu seperti itu bee, sudah ada pelayan yang akan sedia menerima perintah dan membantumu" ucap Kevin.


Kevin mengusap wajah nya dengan kasar, sembari memalingkan wajah kesal nya kearah lain. Dahinya mengkerut, matanya menyipit tajam, dan mulutnya yang terkatup sempurna. Menandakan jika saat ini Kevin sangat marah.


Mia menengadah kan pandangan nya, menatap Kevin yang memalingkan wajah nya itu. Mata Mia berkaca-kaca dan terasa panas. Karna menahan air mata yang ingin menetes.


"Maafkan aku bee....." lirih nya kembali menunduk.


Kevin tersentak saat mendengar suara lirih Mia yang bergetar. Dia tahu jelas jika saat ini pasti Mia sedang menahan tangisan nya. Kevin menoleh kearah Mia yang menunduk. Perasaan bersalah pun menghampirinya.

__ADS_1


Kevin sadar jika dirinya kehilangan kendali dan berucap kasar pada istrinya tadi. Dia pun langsung menengadahkan wajah Mia. Lalu....


Cups....


Kevin mengecup kening Mia, kemudian memeluk nya dengan begitu erat. Mengusap kepala nya dengan lembut.


"Maafkan aku bee, sudah berkata kasar padamu!? Aku gak berniat untuk menyakiti hatimu, tapi aku...." ucapa. Kevin terhenti saat Mia melonggar kan pelukan nya.


Mia tersenyum sembari menggelengkan kepalanya. "Kamu gak salah bee, aku ngerti kok kalau kamu hanya cemas dan khawatir padaku!?" ucap Mia.


".....Makasih sudah mengkhawatirkan ku bee, aku janji tidak akan mengulanginya lagi" Mia kembali memeluk Kevin yang terdiam mendengar ucapan nya.


Kevin mencium pucuk kepala Mia, membalas pelukan nya dengan begitu erat. "Aku mencintaimu bee....Jagalah tubuh mu sendiri untuk ku bee" ucap Kevin.


"Aku juga mencintaimu bee...." Mia mengangguk kemudian dia semakin menenggelamkan wajah nya. Dalam dekapan dada bidang suaminya itu.


Kevin melepaskan pelukan nya, kemudian mengelus lembut pipi Mia. Membuat Mia menggeliat kegelian. Mereka saling menatap lama dan saling melempar senyuman.


"Istirahatlah sebentar, aku mau mandi dulu yah" Kevin mencubit pelan hidung Mia.


"Hmm....tapi bee..." Mia mengerucutkan bibirnya.


Cups....


"Gak ada tapi-tapian, persiapan dibawah biar pelayan yang mengurusnya....." tegas Kevin.


"Hmm baiklah...." jawab Mia mengalah.


Kevin pun beranjak dari duduk nya. "Awas saja jika aku selesai mandi, kamu gak ada disini bee" kembali Kevin mempertegas ucapan nya.


Mia tak menjawab sepatah kata pun, hanya mengangguk sempurna. Dengan wajah yang dibuat seimut mungkin. Agar Kevin menarik ucapan nya.


"Jangan melanggar nya, jika tidak......aku akan menghukum mu semalaman suntuk bee" Kevin tertawa menyeringai sangat licik, sembari mengedipkan mata kiri nya.


Dia pun berlalu masuk kedalam kamar mandi, dengan kancing kemeja yang sudah terbuka semua itu. Mia pun terdiam tak percaya dengan ucapan suaminya itu.


Seperti mendengar ancaman sadis saja, raut wajah Mia terlihat gusar dan nyali nya menciut. Ancaman dari Kevin berhasil membuat nya tidak berani berkutik dari posisi nya.


.


.


Dua puluh menit berlalu, Mia melihat Kevin telah selesai mandi. Dan keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit sempurna dipinggang nya. Sedangkan bagian atas tubuhnya polos tanpa sehelai benang. Rambutnya pun basah berantakan.


Mia menelan salivanya sendiri, melihat pemandangan yang menakjubkan itu. Dia memang membenarkan jika sang suami sangatlah tampan dan berkarisma.

__ADS_1


"Kenapa bee? Mau kah?" tanya Kevin tersenyum didepan lemari pakaian nya.


"Mau apa?" Mia malah bertanya balik, sembari memalingkan wajah merah nya.


"Mau diriku lah bee...." ucap Kevin percaya diri, dia berjalan mendekati sang istri.


Saat sudah dekat, Kevin pun membungkuk mendekatkan wajah nya dengan wajah Mia. Sontak berhasil membuat jantung Mia kembali berdetak tidak karuan. Dia begitu gugup menghadapi situasi seperti ini.


"Apaan sih bee.....pake baju sana" Mia mendorong dada Kevin menjauh.


Kevin malah tersenyum dan semakin memajukan tubuhnya, saat mendapat sentuhan tangan Mia didada bidang nya. Sentuhan yang berhasil membuat hasrat nya naik.


Merasa ada yang aneh, kenapa tubuh Kevin semakin maju bukan nya mundur. Mia pun menoleh kearah Kevin, dia kaget saat wajah Kevin dan dirinya nya menjadi sangat dekat. Bahkan ujung hidung kedua nya bersentuhan saking dekatnya.


Mia bisa merasakan deruan nafas segar Kevin mengenai pori-pori wajah nya. Tatapan mata Kevin yang sayu dan senyuman miring nya. Menandakan jika Kevin sedang berhasrat.


Melihat Kevin memasang wajah seperti itu terlebih aroma wangi yang menyerbak dari tubuh Kevin. Membuat Mia ikut terbawa suasana. Dia menatap bibir merah suami nya itu sembari menggigit bibir bawah nya. Mencoba menahan diri....


Mia pun menutup kedua matanya, mengisyarat kan sesuatu kepada Kevin. Kevin tersenyum lebar sangat mengerti maksud dari sang istri. Dia pun memajukan perlahan wajah nya, sampai bibir mereka menyatu.


Tetapi saat sedikit saja lagi bibir mereka bersentuhan, tiba-tiba saja. Tok....tok....tok pintu kamar mereka ada yang mengetuk. Membuat keduanya tersentak dan tersadar, mereka sama-sama menoleh kearah pintu....


"Maaf Tuan....ada Tuan Tara dan Nona Sheila sudah datang dibawah" ucap pelayan yang berada dibalik pintu kamar Kevin.


Kevin menghela nafasnya dengan kasar. "Baiklah, suruh dia untuk menunggu sebentar" teriak Kevin.


Kevin pun kembali menoleh kearah Mia. "Bee, ayo kita selesaikan dengan cepat" bisik Kevin ditelinga Mia. Dia pun mencium daun telinga istrinya itu.


Membuat Mia mendesah pelan. "Ahh...Bee hentikan, kita lanjutkan nanti malam aja!? Kasihan Tara dan Sheila jika menunggu terlalu lama"


Mia beranjak dari atas tempat tidur, dan berdiri membenarkan pakaian sekaligus rambutnya. Saat hendak melangkah pergi, tangan nya ditahan oleh Kevin.


"Ayolah bee....Tega sekali dirimu" rengek Kevin dengan bibir yang ditekuk.


Mia tersenyum manis, dan mengelus lembut pipi Kevin. "Sabar yah bee, aku kebawah dulu!? Jangan lupa pakai baju dan celana mu rapi-rapi.....Muach" Mia mengecup kening sang suami, sebelum akhir nya dia berlalu pergi.


Kevin hanya diam menatapi kepergian Mia yang menghilang dari balik pintu kamar. Setelah itu dia kembali mencari baju yang akan dia kenakan. Mengurungkan aktivitas panas, adalah hal yang sangat berat. Kevin memijit kening nya, kepala nya pusing. Karna hasrat yang tidak terselesaikan.....


.


.


.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2