Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
TTCK S2 : 6.Bukan Arsen yang dulu lagi.


__ADS_3

Tok....tok....tok


Kini Jungmo dan Viera sedang berada di depan pintu sebuah rumah sederhana di kota Gangnam. Jungmo mengetuk beberapa kali pintu rimah itu.


Tidak lama kemudian pintu terbuka. Keluarlah seorang gadis cantik berambut panjang terurai. Gadis itu tersenyum lebar sambil menatap bingung Jungmo dan Viera secara bergantian.


"Maaf, kalian siapa yah? Mau cari siapa?" tanya gadis itu lembut.


Viera tertegun dengan kecantikan gadis yang kini berdiri di hadapan nya. Gadis itu sudah pasti umurnya jauh lebih muda dari dirinya. Tapi yang membuat Viera tercengang, bagian perutnya membuncit sangat besar. Menandakan jika dia sedang hamil tua.


"Apa Arsen nya ada? Saya mau bertemu dengan nya?" Jungmo langsung to the point saja kepada gadis yang tak lain adalah Anna.


Anna mengerinyit heran. Sejak kapan Arsen memiliki teman di kota itu? Kenapa dia tidak pernah bercerita pada Anna. Begitu fikir Anna. Anna mengira jika Jungmo dan Viera adalah teman baru Arsen di kota Gangnam.


"Ada di dalam...silahkan masuk" Anna mempersilahkan Jungmo dan Viera untuk masuk.


Anna pun langsung bergegas menghampiri kamar Arsen yang tidak jauh dari ruang tamu.


Tok...tok...tok


"Ars....Arsen, ada seseorang yang mencarimu....sepertinya teman mu, cepat keluar dan temui mereka...." Anna berteriak di depan pintu kamar Arsen.

__ADS_1


Cklek....


Arsen membuka pintu lalu keluar sambil menggosok-gosok rambutnya menggunakan handuk putih kecil.


"Temanku? Siapa?" tanya Arsen menatap Anna penuh tanya. Anna menaikan kedua pundak nya. "Mana aku tau.....aku juga tidak pernah melihat sebelum nya."


"Yaudah aku temuin mereka dulu yah....." Arsen hendak melangkah pergi namun langkah nya terhenti. Ia kembali berbalik mendekat ke arah Anna. Meraih kedua pundak gadis itu dengan kedua tangan nya.


"Kamu sudah makan gak?" tanya Arsen penuh perhatian. Anna mengangguk sembari tersenyum. "Sudah.....pergi sana, aku buatkan minum dulu."


Anna pun berlalu ke dalam dapur. Dia hendak membuatkan minuman untuk para tamu. Yang dia tahu mereka adalah teman-teman Arsen.


Diruang tamu....


"Untuk apa kamu datang disini? Apa bos mu yang menjijikan itu menyuruh mu datang kesini?" ucap Arsen dengan senyuman miring penuh hina.


Tanpa pikir panjang. Jungmo langsung mendaratkan tinjuan di wajah Arsen. Arsen kembali tersenyum miring sambil mengelap ujung bibirnya yang sedikit berdarah.


Viera terkejut dengan apa yang dilakukan Jungmo belum sempat dia menahan nya. Kini Jungmo telah mencengkram kuat kerah baju Arsen. Jungmo seperti kerasukan. Dimata Viera Jungmo kembali berubah seperti orang lain.


"Ternyata benar dugaanku.....bisa-bisa nya kamu mengkhianati bos Kevin.....apa kamu sudah gila? Kamu mau mati? Kamu tahu sendiri apa yang bisa dia lakukan padamu, jika dia tahu kamu lah di balik kecelakaan itu....." Jungmo mengguncang-guncang tubuh Arsen. Dan yang di guncang malah tertawa renyah seperti tidak merasa bersalah.

__ADS_1


".....apa yang sudah membuatmu jadi berubah seperti ini? Kamu bukan Arsen yang aku kenal lagi, kamu sudah terlalu banyak termakan hasutan.....Arsen yang aku kenal, dia sangat patuh dan tidak akan pernah yang namanya mengkhianati bos Kevin....." lanjut Jungmo.


"Lepaskan aku...." Arsen menarik nafas dalam-dalam lalu berteriak sambil menghempaskan tangan Jungmo dari kerah bajunya.


"....tidak ada Arsen yang dulu lagi, semenjak si brengsek itu melukai hati Anna, dan membuat hidupnya menjadi menderita seperti ini......aku sudah memutuskan untuk tidak menganggap nya sebagai seorang panutan ku.....Cihh.....aku tidak merasa bersalah, tidak akan pernah.....merasa bersalah atas kecelakaan yang menimpanya.....jadi jika kamu mau beritahu dia yang sebenarnya, beritahu sana aku tidak akan mundur dan takut....." lanjut Arsen.


Jungmo terkejut. Benar-benar tidak percaya dengan kata-kata yang keluar dari mulut Arsen. Arsen telah berubah. Dia seperti orang lain, apa yang sudah membuatnya berubah seperti ini.


Jungmo geleng-geleng kepala. Dia kembali melayangkan tinjuan ke wajah Arsen. Membuatnya tersungkur di lantai. "Brengsek kamu.....apa kamu tahu akibat dari ulahmu itu?" Arsen berjongkok sambil mencengkram kerah baju Arsen lagi yang terduduk di lantai.


"AKU GAK PEDULI....." sahut Arsen teriak.


"Nyonya bos......Nyonya bos Mia meninggal dunia akibat kecelakaan itu....." Jungmo ikut berteriak sekencangnya di depan wajah Arsen. Agar dia tersadar dari amarah yang merasuki dirinya. Membuatnya kehilangan kendali seperti itu.


Arsen terdiam dengan pandangan kosong ke depan. Mencerna perkataan yang keluar dari mulut Jungmo. Tidak, tidak mungkin, pasti dia salah dengar. Arsen tak percaya dengan apa yang dia dengar.


"Gak mungkin....gak mungkin Nyonya bos meninggal, yang aku tahu hanya bos Kevin yang ada di mobil itu.....kamu bohong kan.....katakan yang jelas, jangan berbohong seperti ini, gak lucu...." Arsen bangun dan balik mencengkram kerah kemeja Jungmo. Jungmo mengangguk.


"Gak, gak mungkin....aku tidak bermaksud untuk mencelakai Nyonya bos....aku tidak tahu jika di mobil itu juga ada dirinya, target ku adalah bos Kevin....tapi kenapa malah Nyonya bos yang meninggal....." tubuh Arsen termundur beberapa langkah hingga punggung belakang nya tersentak menabarak dinding.


Ia terduduk sambil mencengkram kepalanya. Merasa sangat bersalah pada Mia. Dari awal dia tidak pernah memiliki dendam terhadap Nyonya bos nya itu. Wanita itu selalu baik padanya, tidak pernah berkata kasar. Apalagi sampai memperlakukan nya dengan buruk.

__ADS_1


TBC.


Note : Jangan lupa untuk like dan vote, biar aku tambah semangat untuk up nya. Happy Readings🌹🌹🌹


__ADS_2