Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
Menemui Anna....


__ADS_3

Kevin mengehela nafas nya dengan kasar lalu memalingkan wajah. "Apa maksudmu bee? Lagian untuk apa aku penasaran dan ingin tahu? Bukan kah itu urusan nya bukan urusan ku" cetus Kevin kesal.


"Bee lihat aku....." Mia memegang dagu Kevin dan mengarahkan ke arah nya.


Kini raut wajah Kevin seperti marah. "Bee aku juga seorang wanita, aku bisa melihat di menangis tadi.....jadi pliss, kamu temui dia dan bicara baik-baik tanya sejelas-jelas nya kepada Anna.....jika jawaban nya sudah kamu dapat, beri tahu aku" ucap Mia mencoba membuat Kevin mengerti.


Kevin melepaskan tangan Mia di dagu nya. "Kamu mau aku bertemu dengan nya? Kamu gak lagi sadar kan bee, bisa-bisa nya kamu suruh suami mu bertemu dengan wanita lain.....kamu gak takut?" ucap Kevin sangat kesal, bahkan tatapan matanya seolah mengancam.


"Takut apa? Takut kamu memiliki perasaan terhadapnya? Aku gak takut bee, kepercayaan ku lebih besar dari rasa takut itu....pergilah" ucap Mia memegang wajah Kevin dengan kedua tangan nya.


"Baiklah.....ini bukan mau ku, melainkan ini mau bee!! Aku akan pergi menemui nya" cetus Kevin.


Di pun berlalu begitu saja meninggalkan Mia.


Sedangkan Mia memegangi dada nya yang sesak, bagaikan di tusuk pisau belati tepat di dadanya. Kata-kata Kevin sangat menusuk sampai ke hati nya. Mia kembali meneteskan air matanya, menutup mulut dengan kedua tangan agar meredam suara isakan nya.


"Aku benar-benar gak rela jika kamu memiliki anak dari wanita lain bee.....Ada aku disini yang berhak memberikan mu seorang anak, tapi apa dayaku!! Jika memang benar adanya, Anna mengandung anakmu....aku tidak tau harus berkata dan berbuat apa lagi!! Kamu atau pun Anna sama sekali gak salah" batin Mia meringis.


--,--


Sore itu dengan perasaan gusar dan tidak tenang, Kevin melajukan mobil nya dengan kecepatan penuh menuju tempat yang memungkin Anna berada. Dia hanya menebak saja jika Anna berada di sana.


"SIAL...SIAL...SIAL.....Aakkhh" Kevin memukul-mukul setir kemudi lalu mengusap wajah nya dengan kasar.


Beberapa menit kemudian, sampailah dia di depan rumah Arsen. Kevin memarkirkan mobil nya, lalu keluar masih dengan hati dan jiwa yang bergejolak. Anna sudah benar-benar membuat hati nya gusar.


Tok...tok...tok

__ADS_1


Ketukan pintu yang intonasi nya sangat menantang. Pintu terbuka keluarlah Arsen dengan wajah terkejut nya. Mendapati sosok bos nya yang kini berdiri di hadapan nya. Terlebih raut wajah Kevin yang dingin tak bereaksi. Berhasil membuat debaran kuat di jantung Arsen.


"Apa yang dia lakukan?" gumam lelaki berparas tampan dan tinggi itu.


"Dimana dia?" tabya Kevin dengan wajah dingin nya. Sorot mata Kevin sangatlah tidak bersahabat. Arsen tahu jika sang bos kini dalam suasana hati yang buruk.


"Dia siapa?" tanya Arsen balik. Tak kalah dingin, pikir Arsen sekarang adalah bagaimana caranya dia menyelamatkan Anna dari lelaki kejam itu.


"Minggir....aku tahu dia ada di dalam."


Kevin memaksa ingin masuk ke dalam, namun di tahan oleh Arsen. Kevin melirik tajam ke arah tangan Arsen yang kini tebentang di hadapan nya. Seolah melarang nya untuk masuk.


Kevin melotot tepat di depan wajah Arsen.


"Bukan kah kamu tahu apa akibat nya jika menentang ku....." sorot mata Kevin seakan- akan ingin mencekik Arsen saat itu juga. Tapi tidak di lakukan Kevin, dia lebih memilih mengepalkan tangan nya di balik badan.


Arsen memang tak bergeming dengan ancaman Kevin, tetapi di dalam hati nya ada perasaan takut. Dia masih membutuhkan pekerjaan ini, tapi disisi lain Anna membutuhkan perlindungan dari dia.


"Satu...."


"Dua...."


Bimbang dengan pikihan nya, Arsen tetap bersikukuh di tempat nya. Tidak ada tanda-tanda dia untuk menyerah. Membuat Kevin semakin geram dengan tingkah kurang ajar dari asisten nya itu.


"ARSEN....." teriak Kevin dengan nada tinggi serta suara yang keras. Bahkan kerah baju Arsen kini sudah di cengkram nya dengan kuat.


Mereka berdua saling beradu pandang. Seperti ada petir yang menyambar-nyambar di kedua sorot mata kedua lelaki berdarah panas itu.

__ADS_1


Namun tiba-tiba saja....


"Lepaskan dia....." teriak seorang gadis yang muncul dari balik tembok. Tak lain adalah Anna.


Kedua lelaki itu tersentak kaget dan langsung menoleh bersamaan ke arah sumber suara itu. Gadis itu sudah beruraian air mata.


"Lepaskan Arsen......bukan kah kamu bicara dengan ku, baiklah aku akan menuruti mu!! Tapi pertama lepaskan dulu tangan mu dari kerah baju nya" ucap Anna terbata-bata karna gugup dan ketakutan.


Kevin tersenyum simpul, lalu dia mendorong tubuh Arsen ke belakang dengan kasar. Hingga punggung belakang nya tersentak pada pintu. Kevin langsung melangkah masuk ke dalam rumah Arsen. Dia masuk sampai ke ruang tamu nya.


Sedangkan masih di depan pintu masuk. Arsen menatap Anna denga rasa kecewa yang besar. Dia sudah bela-belain melawan sang bos dan hampir saja kehilangan pekerjaan nya. Hanya untuk melindungi Anna, tapi kenapa Anna malah menyerahkan dirinya sendiri.


"Apa yang kamu lakukan An.....bisa saja dia menyakitimu di dalam sana jika tidak ada aku" gerutu Arsen kesal tapi masih dengan nada yang lembut dan pelan.


"Aku malah akan merasa sangat bersalah jika kamu yang menjadi sasaran kemarahan nya.....tolong jangan mengorbankan pekerjaan dan hidup ku hanya gara-gara aku."


Anna menepuk bahu Arsen kemudian berlalu mengikuti langkah Kevin. Arsen mendengus kesal, menatap dengan penuh cemas Anna yang berjalan masuk menghampiri Kevin.


BRRAAKKK......


Arsen menutup pintu dari luar dengan sangat keras. Marah dan kesal yang kini Arsen rasakan. Sebenarnya bukan hanya karna dia ingin melindungi Anna, tetapi dia juga marah karna tidak terima Anna harus bertemu Kevin. Apalagi berada di dalam ruangan yang sama hanya berdua.


"Andai kamu tahu An.....jujur aku tidak suka jika kamu terus-terusan bertemu dengan nya, terlebih dengan keadaan mu sekarang!! Egois? Aku memang egois, aku merasa tidak ada orang lain sebaik aku yang pantas untuk menjaga dan mendampingi kamu......sekalipun itu bos Kevin, aku tidak akan membiarkan nya menyakitimu lagi. Apa lagi jika dia mengakui anak di dalam kandungan mu itu adalah anak nya.....aku gak akan tinggal diam Anna, aku yakin kamu juga akan bahagia jika harus menjadi orang ketiga dalam kehidupan nya."


.


.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2