
Kini Mia tengah duduk berhadapan dengan Aaron yang dihalat meja di depan mereka. Di sebuah cafe yang berada di dalam pusat perbelanjaan itu.
Mia menatap lekat Aaron yang memasang wajah biasa. Seolah tidak ada yang harus dia jelaskan pada Mia. Meskipun sebenarnya Mia telah menduga dan yakin jika yang terjadi kepada suaminya adalah ulah Aaron.
"Ada yang ingin kamu katakan padaku Mi?" tanya Aaron tersenyum manis.
"Hmm....Aku akan langsung terus terang aja!! Tolong hentikan semua ini, apa yang kamu lakukan gak akan merubah hubungan ku dengan Kevin".
"Apa maksudmu....".
"Aku kira perkataan ku dulu bukan kah sudah sangat jelas, bahkan sampai sekarang aku tidak bisa membuka hati untukmu.....jadi tolong hentikan permainan mu ini, sampai kapan pun aku tidak akan pernah meninggalkan Kevin".
"Tapi dia sudah menyakitimu......kamu melihat dengan mata kepala mu sendiri kan....".
"Aku memang melihatnya, tapi aku lebih memilih percaya dan memaafkan nya....karna dia adlah suamiku".
"Kenapa Mi? Kenapa kamu tidak bisa memberikan ku kesempatan.....Kevin telah menyakitimu apa lagi yang akan kamu dapat dari dia setelah ini"
Aaron menyentuh tangan Mia, tapi langsung di tepis nya. Wajah Aaron seketika pias, kecewa dengan perkataan yang keluar dari mukut Mia.
"Aku mohon hentikan....dan ini terakhir kalinya kita bertemu sebagai seorang teman!! Selanjutnya tolong lupakan aku, berpura lah tidak mengenalku jika kita bertemu" Mia beranjak dari kursinya.
Namun lagi-lagi Aaron meraih tangan nya. Hatinya sakit sekali, tanpa sadar air mata menetes dari sudut matanya. "Mi....jangan seperti ini, aku minta maaf padamu atas permainan gilaku ini....tapi aku mohon jangan membuat kita seperti orang asing kedepan nya".
"Lepaskan tangan ku...." Mia melepaskan tangan Aaron. "Tidak ada alasan untuk ku bertemu dengan mu lagi, tolong hargai keputusan ku....".
"TIDAK AKAN.....aku tidak akan menyerah untukmu Mi, sampai kapan pun....." Aaron semakin meninggi kan nada bicara nya. Dia tetap keukeh dengan prioritas utama nya mendapatkan Mia.
Mia mengerinyit, tidak ada jalan lain. "Aku tengah mengandung......hal yang selama ini aku tunggu-tunggu dan aku harapkan terjadi!! Aku sangat bahagia, bahkan kebahagiaan ku tidak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata.....Aku tidak mau jika permainan gila mu ini akan membuat bayi dalam kandungan ku sedih, aku tidak akan membiarkan nya....jadi aku mohon pergi lah sejauh mungkin, jangan pernah menemui ku lagi...pliss".
Air mata mengalir dengan sangat deras selagi dia berkata. Sedih pastinya, dia tidak menyangka, cobaan untuknya begitu berat. Apa tuhan sengaja memberikan kesedihan dan kebahagiaan secara bersamaan padanya.
Sedangkan Aaron begitu tertegun. Seperti tersambar petir di siang bolong. Perih hatinya seperti tertusuk jarum-jarum kecil. Apakah cukup sampai disini perjuangan nya? Dia harus mundur untuk kedua kalinya. Tidak akan ada harapan untuk dia kedepan nya. Pupus sudah harapan Aaron.
__ADS_1
Mia bergegas melangkah pergi meninggalkan Aaron yang terdiam. Melepaskan dengan hati ikhlas mungkin bisa membuat hatinya tenang. Air mata Aaron kembali menetes namun langsung dia usap.
"Baiklah.....aku harap semoga kamu akan selalu diberi kebahagiaan Mi, meskipun itu bukan denganku.....Selamat tinggal, ini untuk yang terakhir kalinya aku ucapkan" batin Aaron.
Dia menatap sendu kepergian Mia yang semakin menghilang dari kerumunan orang-orang. Saat itu juga
Malam hari nya.....
Mia menyambut kedatangan sang suami dengan senyuman indah di wajah cantiknya. Tapi seketika senyuman nya itu pudar. Saat melihat ada sesuatu yang berbeda.
"Bee.....mobil kamu kemana?".
Mia langsung menghampiri Kevin yang baru saja keluar dari mobil. "Terus kenapa wajah mu pucat bee?" Mia semakin gusar, dia pun berbalik menatap Arsen. Seolah meminta jawaban kepada asisten pribadi suami nya itu.
Bukan nya mendapat jawaban dari Arsen. Tapi Mia malah semakin cemas, pikiran nya tidak tenang. Bagaimana tidak jika dia melihat kepala Arsen yang di perban. Apa yang terjadi?
Beberapa detik kemudian mobil yang dikendarai Arsen telah menghilang dari pekarangan rumah besar itu. Sepeninggal Arsen, Kevin merangkul sang istri dan mengajak nya masuk ke dalam rumah.
Sesampai nya di dalam kamar.....
Mia melepaskan rangkulan Kevin, kemudian berdiri berkacak pinggang di depan nya. Menatap sang suami dengan lekat, meminta jawaban atas apa yang ada di dalam pikiran nya.
"Apa? Kenapa menatap ku seperti itu bee?".
"Cepat jelaskan, ada apa bee? Kemana mobilmu? dan kenapa kepala Arsen di perban? apa terjadi sesuatu saat di Gangnam?" serangan pertanyaan bertubi-tubi kepada Kevin.
Kevin tersenyum tipis, lucu sekali wajah sang istri yang sedang kesal. Kecemasan yang jelas terlukis di manik mata nya. Sampai-sampai mata itu berkaca-kaca, membuat senyuman Kevin pudar. Dia tidak bisa melihat istrinya itu bersedih, apalagi sampai menangis.
Kevin mendekat dan memeluk Mia. "Aku tidak apa-apa bee, hanya ada kecelakaan kecil saja....kamu gak usah khawatir yah, cukup pikirkan baby kita dan kesehatanmu saja".
"Tapi bee...." Mia melonggarkan pelukan Kevin. Tapi Kevin semakin mendekap nya, tidak ingin melepaskan Mia.
__ADS_1
"Percaya lah aku tidak apa-apa bee....apa kamu sudah makan honey?" Kevin mengelus-elus kepala sang istri.
"Hmm....baiklah aku percaya padamu bee, aku sudah makan tadi!!! Bagaimana denganmu? Apa kamu sudah makan?".
"Aku juga sudah makan bee, yang aku perlukan hanya mandi karna seharian ini tubuhku terasa sangat lengket".
"Kalau begitu aku akan menyiapkan air di bak mandi....." Mia hendak melangkah ke arah kamar mandi, namun di tahan oleh Kevin. Mereka berdua saling bersitatap.
Cups....
Kecupan singkat mendarat di bibir ranum nya, apa maksudnya dari kecupan itu? Aneh sekali, pikir Mia.
"Kamu istirahat aja bee, aku bisa menyiapkan nya sendiri......tapi sebelumnya tolong buka kan kemeja dan jas ku" Kevin menyeringai dan di balas pukulan pelan di dada nya oleh Mia.
"Dasar yah kamu...." ucap Mia dengan pipi yang merona. Dengan tersenyum Mia membuka kan jas dn kancing kemeja Kevin satu persatu.
Kevin semakin tersenyum puas dan bahagia. Dia merentangkan tangan nya. Membiarkan Mia membukakan bajunya hingga polos.
"Sudah bee...." ucap Mia setelah berhasil membuat tubuh bagian atas Kevin polos tanpa sehelai benang pun.
Kevin tak menjawab atau bergeming. Hanya bibirnya saja yang tersenyum miring dengan alis menjungkit satu. Mengisyaratkan sesuatu pada Mia.
Mia mengerinyit, "Apa lagi? sana bukan sendiri di dalam kamar mandi....dasar mesum".
Di dorongnya tubuh Kevin masuk ke dalam kamar mandi, kemudian menutup pintu nya. "Apa-apaan itu, cepat mandi nya aku sudah mengantuk bee" teriak Mia mengetuk pintu kamar mandi, sembari tersenyum malu.
.
.
TBC.
Note : Maaf yah Author cuman bisa up satu episode, karna ini saja author sudah usahakan biar up meskipun satu.....biasanya kalau hari selasa Author off istirahat, jadi mohon pengertiannya yah readers🙏🙏🙏🖤🖤
__ADS_1