
"Anna....." ucap Arsen.
Ketika menoleh mendapti sosok Anna yang telah berdiri tepat di hadapan nya. Anna tersenyum dan duduk dipinggiran ranjang.
"Bagaimana keadaan mu?" tangan nya menyentuh luka lebam dipipi sebelah kiri Arsen. Membuat pria itu tertegun dengan sentuhan tangan nya.
"....apa masih terasa sangat sakit?" lanjutnya memperhatikan seksama luka tersebut.
Arsen tersenyum. Bahagia yang dia rasakan mendapat perhatian dari Anna secara tidak langsung. Arsen meraih tangan Anna yang menyentuh pipi nya. Lalu menggenggam tangan itu dengan begitu erat.
Arsen menggelengkan kepalanya. "Aku baik-baik saja.....kamu gak usah khawatir, fokuslah untuk merawat anakmu saja saat ini...." ucap nya tersenyum.
Anna mengangguk. "Gavin....namanya Gavin Louis....Kevin baru saja mengatakan jika dia ingin memberikan nya nama itu..." ucap nya pelan sambil merunduk murung.
Ada perasaan sakit dalam hati Arsen. Dia merasa Kevin seperti nya sudah maju selangkah ingin memiliki sang anak seutuh nya. Akan kah Kevin juga ingin memiliki Anna di hidupnya? Sedangkan sekarang Nyonya bos sudah tidak ada, terlebih Marvin membutuhkan sosok seorang ibu?
Membayangkan jika hal itu terjadi membuat dada Arsen perih. Apalagi yang dia tahu jika Anna kini sudah tidak memiliki perasaan terhadapnya lagi. Mungkin saja Anna memiliki perasaan terhadap Kevin saat ini. Arsen tak kuat harus menghadapi nya bila Anna dan Kevin menikah.
__ADS_1
"Gavin adalah nama yang cocok untuk nya....kenapa kamu malah murung seperti ini, kamu gak suka dengan nama itu?...." Arsen menyentuh dagu Anna, menegakan pandangan gadis itu.
Anna menggelengkan kepala. "Bukan aku tidak menyukainya....hanya saja a---" Arsen menutup mulut Anna dengan tangan nya sambil tersenyum.
"Jangan membantahnya.....dia lebih memgerti dari kita yang mana buruk dan terbaik untuk Gavin" ucap Arsen.
Anna membalas senyuman Arsen dan langsung memeluk tubuh hangat pria itu. Membuat Arsen terkejut. Dadanya berdebar hebat, wajah nya pun ikut memerah.
"Makasih yah kamu selalu ada buatku.....kamu memang malaikatku Arsen...." Anna semakin erat memeluk Arsen.
Dengan ragu-ragu, akhirnya Arsen membalas pelukan Anna. Mendekapnya erat sambil mengusap-usap lembut kepala gadis itu.
Tanpa disadari oleh mereka berdua. Ternyata ada dua orang pria yang sedang memperhatikan keduanya dari ambang pintu.
Sudut bibir Kevin tertarik sedikit, menciptakan senyuman tipis samar-samar. Dari awal Kevin sudah tahu jika Arsen memiliki perasaan terhadap Anna. Melihat keduanya dekat dan saling menyayangi seperti sekarang ini. Membuat Kevin merasa senang.
Dia dan Jungmo mengurungkan niat untuk masuk ke dalam kamar tersebut. Mereka pun langsung bergegas menuju ruang kerja Kevin saja.
__ADS_1
***
Di dalam ruang kerja Kevin.....
"Perintahkan anak buah mu, untuk mencari semua pria-pria itu yang terlibat dengan penculikan Anna waktu itu.....pastikan mereka semua bersalah dan masuk penjara" Kevin menangkupkan tangan nya. Pandangan nya lurus menatap dengan penuh amarah.
"Baik bos...." ucap Arsen sigap.
"Cari tahu juga apa hubungan Arsen dengan Nam Jiah.....apa wanita itu juga terlibat dengan kecelakaan waktu itu...." lanjut Kevin.
Jungmo pun mengiyakan perintah Kevin. Dia langsung berlalu keluar dari dalam ruang kerja Kevin.
Tiga hari telah berlalu.....
Kini Arsen udah kembali bekerja di perusahaan Kevin. Ia di beri kesempatan kedua untuk menjadi asisten pribadi Kevin kembali. Tapi bukan berarti Jungmo di pecat. Melainkan keduanya di pekerjakan Kevin untuk menjadi asisten pribadinya bersamaan.
Kevin ingin melihat seberapa besar kesetiaan Kevin padanya. Karna dia sudah berjanji akan menebus kesalahan nya pada Alm Mia dan juga Kevin. Arsen bekerja sangat keras untuk meyakinkan sang bos untuk percaya kembali padanya. Dan itu berhasil dengan berjalan nya waktu Kevin mulai kembali percaya pada Arsen.
__ADS_1
TBC.
Note : Jangan lupa untuk like dan vote, biar aku tambah semangat untuk up nya. Happy Readings🌹🌹🌹