Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
;POV Kevin; Hukumlah aku, jangan menghukum dirimu sendiri


__ADS_3

‍‍‍‍Shhiiittttt......


Mobil yang Kevin kendarai masuk ke dalam perkarangan rumah. Decitan suara ban nya di tengah hujan yang begitu deras hampir tidak terdengar sama sekali.


Kevin keluar dari dalam mobil dengan perasaan yang berkecamuk di dalam hati nya. Apa yang akan dia katakan kepada Mia? Membayangkan bagaimana reaksi nya nanti. Membuat sesuatu yang ada di dalam dadanya berdenyut ngilu sekali.


Lama dia berdiam diri memandangi rumah besar yang kini ada di hadapan nya. Rumah dimana tempat dirinya dan Mia memulai kehidupan bahtera rumah tangga.


Kevin tidak perduli lagi dengan deras nya rintikan hujan yang jatuh tepat di kepala nya. Bahkan dingin nya air hujan kini tidak lagi dia rasakan. Melainkan hanya kesakitan di dalam dada yang Kevin rasakan.


Kevin melangkah menaiki beberapa anak tangga yang berada di teras menuju pintu. Tangan nya mengambang ingin menyentuh gagang pintu itu. Rasanya berat untuk Kevin membuka nya.


Braakkk.......


Pintu terbuka dengan sangat lebarnya. Kevin berjalan masuk dengan iringan kilatan cahaya putih di langit.


Di depan sana Kevin sudah melihat wanita yang paling dia cintai sedang berdiri. Wajah nya yang sendu, mata sembab, hidung merah, dan sisa-sia air mata di pipinya yang bekas dia usap.


Tega kah dia memberitahunya kenyataan pahit ini. Sungguh Kevin tidak berdaya dengan semua cobaan ini.


Dengan langkah berat Kevin menghampiri nya. Saat sudah berada tepat di depan wanita itu. Kaki Kevin terasa lemas akhirnya dia terduduk bersitumpu dengan lutut dilantai. Di depan kaki Mia, Kevin duduk bersimpu seperti sedang memohon ampun.


Di pegangi kedua kaki nya. Air mata Kevin sudah tidak bisa dia bendung lagi. Hancur, kini dirinya sangat hancur. Mungkin Mia sudah bisa menebak apa yang ada di dalam benak Kevin saat ini.


"Maafkan aku bee....aku sudah membuatmu kecewa..." ucap nya dengan suara brgetar.


"Bee apa yang kamu lakukan, ayo berdiri..."


Mia meraih tangan Kevin mengajak nya untuk berdiri. Tapi sayang nya kaki Kevin sudah tidak sanggup berdiri. "Jangan menangis seperti ini......aku juga ikut sedih melihatmu seperti ini." ucap Mia yang kini ikut menangis bersama Kevin.

__ADS_1


"Anna hamil bee.......dan kemungkinan itu adalah anak ku." tanpa ingin menutupi nya Kevin harus memberitahu Mia. Dia tak ingin Mia terluka lebih dalam lagi jika mengetahui sendiri, bukan dari mulut nya.


Duarrrr......


Petir menyambar bersamaan dengan perkataan Kevin yang pastinya akan sangat menyakiti hati Mia. Mia wanita yang paling dia cintai, terluka karna kebodohan dirinya sendiri.


Kevin melihat Mia terdiam terpaku bagai patung. Tatapan nya kosong menatap keluar pintu. Air matanya jatuh menetes di wajah cantik itu. Ingin rasa nya Kevin mengusap air mata yang berharga itu. Tapi apa daya, dia lah penyebab dari air mata itu menetes di wajah cantik Mia.


Entah apa yang sekarang sedang dia pikirkan. Kevin tak sanggup menerka-nerka, bagaimana isi hati Mia saat ini. Membayangkan nya saja membuat hatinya juga sakit. Apa lagi jika berada di posisi Mia saat ini.


"Maafkan aku bee....." lirih Kevin yang hanya bisa mengatakan itu.


Lagi-lagi dia diam tak menjawab Kevin. Semakin sakit juga hati nya melihat Mia diam seperti itu. "Aku mau istirahat...."


Mia berlalu begitu saja meninggalkan Kevin yang masih bersimpu di lantai. Dia berlari menaiki satu persatu anak tangga dengan hatinya yang sakit. Perasaan nya pasti berkecamuk, dengan rasa kecewa yang paling besar dia rasakan.


 


Kevin menyusul Mia masuk ke dalam kamar. Matanya menyapu sekeliling dengan perasaan gusar, dia tidak menemukan sosok Mia disana.


Matanya tertuju pada satu titik, yaitu kamar mandi. Kevin melangkah mendekatinya, dia putar gagang pintu kamar mandi itu tak bisa terbuka karna terkunci dari dalam.


Terdengar suara isakan tangis wanita, yang Kevin yakin itu adalah Mia. Dia menempelkan telinganya di daun pintu itu. Hati nya seperti tertusuk-tusuk jarum, perih sekali rasanya mendengar tangisan Mia yang begitu sedih.


Kevin pun ikut menangis terduduk bersandar di depan pintu itu, menghukum diri nya sendiri untuk mendengar setiap kesengsaraan yang Mia rasakan.


"Maafkan aku bee.....jangan menyiksa mu seperti ini.......hukumlah aku semau mu bee, aku siap menerima segala hukuman dari mu." lirih Kevin dengan suara bergetar, dia menangis sesegukan.


Mia tidak menjawab, isakan nya semakin keras. Membuat Kevin semakin lemas tak berdaya.

__ADS_1


"Hiks...hiks...hiks.....pliss bee bicara dan jawab aku, jangan diam seperti ini....."


Dada Kevin sesak tak bisa bernafas dengan benar. Kenapa dia bisa menyakiti hati istri nya sendiri. Sungguh dia bukan suami yang baik. Dia hanya penyebab luka yang Mia rasakan kini.


Kevin bisa merasakan betapa sakitnya menjadi Mia. "Hiks...hiks...hiks...ya tuhan cobaan apa lagi ini, aku sudah tidak sanggup lagi....aaaakkhh." raungan Mia yang terdengar di telinga Kevin dari dalam kamar mandi.


Terdengar juga beberapa barang yang terhambur ke lantai. Sepertinya Mia sedang meluapkan emosi nya dengan menghempas semua barang yang ada di atas nakas dalam kamar mandi.


Kevin semakin gusar, dia meremas kepala nya dengan kedua tangan. Seakan kepala nya akan pecah, tak kuat mendengar kepedihan yang dia dengar dari ucapan Mia.


Dia pegangi dadanya yang sudah hampir tak bisa berdenyut lagi. Hati wanita yang dia sangat cintai, tak bisa dia jaga dengan baik. Wanita itu terluka dan hancur gara-gara dirinya sendiri.


"Bee....buka pintunya....jangan seperti ini honey...hiks hiks.....hukumlah aku jangan menghukum dirimu sendiri."


Kevin mencoba untuk meyakinkan diri Mia tapi dia tetap tidak mau menjawab. Hanya menangis meraung dengan isakan nya. "Hiks hiks.....aku tidak kuat lagi tuhan, bawalah aku bersama mu...ini sungguh perih, aku mengaku kalah darimu....aku menyerah dan tidak bisa melanjutkan hidup ini lagi....bawalah aku bersama mu." 


Kevin terperanjat mendengar ucapan Mia yang seakan-akan ingin menyerah dalam hidup nya. Kevin panik dan kebingungan, dia menggedor pintu dengan begitu keras. Takut Mia melakukan hal-hal yang pastinya akan sangat dia sesali.


"Bee....bee....buka pintunya....jangan berbuat yang tidak-tidak, aku mohon pliss buka pintu nya.....bee aku minta maaf hukumlah diriku, jangan menghukum dirimu sendiri seperti ini.....aku mohon bukalah pintunya."


Kevin terus memohon agar Mia mendengarkan nya. Sungguh Kevin sangat takut kehilangan sang istri. Karna separuh dari nyawa dan nafas nya adalah diri Mia. Jika terjadi sesuatu pada Mia Kevin tidak akan bisa memafkan dirinya sendiri.


.


.


TBC.


Note: Pliss...jangan tinggalkan Author😭😭🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2