
Sesampainya di rumah sakit. Mia langsung di bawa masuk ke dalam ruang operasi. Kevin menunggu di luar ruangan dengan keadaan yang masih belum di obati sama sekali lukanya.
"Dokter tolong selamat kan istri saya.....tolong selamatkan dia.....hiks hiks hiks....." Kevin mencengkram kerah baju dokter yang hendak masuk ke dalam ruangan operasi. Ruangan dimana sang istri sedang bertarung antara hidup dan mati.
"Tuan sebaiknya anda tenang, kami akan melakukan semua yang bisa kami lakukan. Anda tidak perlu khawatir kami akan menyelamatkan istri anda......tolong obati luka anda terlebih dulu....permisi" ucap Dokter dengan penuh keyakinan. Sebelum dia masuk ke dalam ruang operasi, dokter itu terlebih dulu memerintahkan salah saru perawat untuk mengobati luka Kevin.
***
Setengah jam berlalu.....
Kevin terus menunggu di luar ruangan operasi. Air matanya terus berlinangan membasahi pipinya. Sesekali Kevin mengusap wajah nya yang gusar.
__ADS_1
Perasaan nya sangat kalut dan tidak tenang. Bagaimana keadaan Mia? Apa kah dia baik-baik saja? Apa dia bisa di selamatkan? Pertanyaan-pertanyaan itu bersarang di kepala Kevin.
"Kak......" panggil Tara yang berlari tergesa-gesa menghampiri Kevin bersama dengan Jungmo. Setelah mendapat kabar kecelakaan Kevin dan Mia. Tara langsung berangkat menuju rumah sakit Kevin dan Mia di bawa. Begitu pun dengan Jungmo, awalnya tak percaya dia langsung mencari tahu dan memastikan sendiri. Karna Kevin benar-benar kalut, di kepalanya hanya keselamatan sang istri paling utama. Karna itu dia tidak mengabari siapa-siapa. Entah dari mana Tara dan Jungmo mendapat kabar.
"Bagaimana keadaan mu?" tanya Tara memegangi kedua pundak Kevin. Mencari-cari letak dimana saja yang terluka.
Kevin menggeleng dengan air mata yang masih berlinangan. "Aku tidak perduli bagaimana keadaanku, yang terpenting bagiku adalah keselamatan Mia......hiks hiks"
Tara ikut meneteskan air matanya, melihat keharuan diri sang kakak. Tara pun memberikan pelukan untuk menenangkan Kevin.
"Kakak tenang saja, kita hanya perlu yakin jika tuhan pasti akan memberikan sesuatu yang baik.....dia pasti menyelamatkan Mia...." ucap Tara menepuk-nepuk punggung Kevin.
__ADS_1
Jungmo hanya bis tertegun melihat keadaan Kevin. Sosok Kevin yang seperti itu tidak pernah dia lihat sebelum nya. Ternyata jika menyangkut istrinya Kevin menjadi begitu emosional dan lemah. Jungmo sangat tersentuh melihatnya. Dari mata Kevin dia bisa melihat rasa cinta yang begitu besar, dan rasa takut kehilangan yang begitu besar.
Tiba-tiba saja, dari ruangan operasi terdengar suara tangisan bayi yang begitu nyaring. Membuat Kevin dan yang lain nya tertegun. Ada apa? Kenapa ada tangisan suara bayi? Apa Mia melahirkan? Sedangkan kehamilan nya baru mrmasuki bulan ketujuh? Kevin semakin gusar dan mencemaskan bagaimana keadaan sang istri.
Lampu tanda ruangan operasi pun mati, menandakan jika operasi telah selesai. Pintu terbuka, tiga orang dokter dan empat orang perawat keluar dari ruangan tersebut.
Cepat-cepat Kevin langsung mendekati salah satu dokter dan bertanya. " Dok....apa yang terjadi? Apa istri saya selamat dan baik-baik saja? Dan suara anak bayi itu? Apakah itu--"
"Benar Tuan....itu adalah suara bayi!! Jadi begini, Nyonya Mia sangat banyak mengeluarkan darah. Detak jantung nya melemah akhirnya kami langsung melakukan operasi caesar untuk mengeluarkan bayinya sebelum terlambat......dan syukurlah bayi berjenis kelamin laki-laki keadaan sehat hanya saja lahir nya dalam keadaan prematur dengan bobot 2,3 kg saja....." jelas dokter panjang lebar.
Kevin menyimaknya dengan seksama. Ada perasaan senang mendengar nya saat mengetahui anaknya lahir dengan selamat. Tetapi ada juga perasaan cemas dan tidak tenang bagaimana keadaan sang istri? Kenapa dokter tidak menjelaskan tentang Mia yang lebih spesifik lagi, membuat Kevin sangat heran.
__ADS_1
TBC.