Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
TTCK S2 : 11.Melahirkan.


__ADS_3

"Awwh....sakit lepaskan aku....Arsen jangan kemari, sangat berbahaya..." Anna mengerang kesakitan. Tetapi dia masih bisa mengingatkan Arsen agar tidak terlibat. Karna dia tahu jika sangat berbahaya menghadapi para pria bersenjata itu.


"Lepaskan dia.....AKU BILANG LEPASKAN.....YAAAAAAAAAA" Arsen berteriak dengan geram nya. Sambil melangkah kan kaki nya berlari menuju tempat pria yang menjambak rambut Anna.


Tapi sebelum dia mencapai tempat pria itu berdiri. Terlebih dulu dia di sambut pukulan dan tendangan secara bersamaan dari anak buah pria itu.


Terjadi lah aksi perkelahian yang sengit. Antara Arsen dan para pria bersenjata itu. Anna histeris melihat perkelahian sengit tersebut. Jantungnya seakan berdetak sangat keras. Dadanya juga sesak, air matanya mengalir deras. Melihat Arsen dipukuli dengan habis-habisan.


Anna pun pingsan tidak sadar kan diri. Karna hormon ibu hamil nya. Anna tidak sanggup terlalu lama menahan emosi nya. Tangan dan kakinya yang terikat membuatnya susah untuk bergerak dan bernafas. Terlebih tamparan keras dan jambakan yang ia terima membuat Anna semakin tak kuasa. Tubuhnya melemah dan akhirnya pingsan.


Anna tidak bisa melihat kelanjutan perkelahian Arsen dengan para pria-pria itu. Entah apa yang terjadi selanjutnya. Apakah Arsen tidak apa-apa? Apa dia selamat? Apa Jungmo berserta tim nya berhasil datang dengan tepat waktu.....


***


Dirumah sakit....


Anna mengerjapkan matanya beberapa kali. Sambil memegangi kepalanya yang sakit. Anna merasakan keram di daerah perut bawahnya.

__ADS_1


Ketika matanya terbuka lebar. Anna terkejut, saat mendapati sosok Kevin berdiri tepat di hadapan nya. Dia pun kembali teringat pada Arsen. Bagaimana keadaan nya?


"Arsen....dimana Arsen....bagaimana keadaan nya?"


Anna bangun perlahan dan hendak beranjak dari brankar tempat dia terbaring. Kevin yang melihat kepanikan Anna. Langsung sigap memegangi tangan gadis itu ketika sempoyongan hendak terjatuh.


Keduanya terlibat aksi saling pandang dalam beberapa detik. Lalu memalingkan wajah bersamaan saat menyadari pandangan mereka yang bertemu.


"Arsen....dimana Arsen? Dia selamat kan....dimana dia" Anna kembali bertanya-tanya, seraya mengedarkan pandangan menyapu sekeliling nya. Tidak ada Arsen, melainkan hanya ada Kevin dan seorang dokter muda berwajah tampan.


"Tenanglah.....cobalah untuk menarik nafas perlahan lalu hembuskan.....jika kamu terus panik seperti ini, bayi mu akan ikut terguncang...." ucap dokter itu meminta Anna untuk menenangkan dirinya.


"Aww.....sakit.....perutku sangat sakit....." Anna mengerang kesakitan seraya memegangi perut nya. Kevin panik dan langsung mendekati Anna. "Ada apa? Apa perutmu sakit? Tara....coba kamu periksa, ada apa dengan nya....cepat sekarang..."


"Baik kak...."


Ternyata Dokter yang bersama Kevin dan Anna adalah Tara. Melihat Anna terus mengerang kesakitan Tara dan beberapa perawat pun membawanya masuk kedalam ruang operasi.

__ADS_1


"Tenang lah....kamu akan baik-baik saja" ucap Kevin melepaskan genggaman tangan Anna saat brankar memasuki ruangan operasi.


"Kakak tenang aja, seperti nya Anna akan segera melahirkan.....sakit di perutnya yang dia rasakan, adalah kontraksi.....percayalah dia akan baik-baik saja...." Tara menyentuh pundak sang kakak yang duduk di kursi tunggu sambil memijit pelipis yang menegang.


Kevin mengangguk. Mencoba untuk bersikap seperti biasa. Menyembunyikan kepanikan dan kecemasan yang dia rasa.


Dari arah lorong nampak Jungmo dan Arsen yang berlari kearah Kevin dan Tara.


"Bagaimana keadaan Anna bos? Apa dia baik-baik saja...." Arsen langsung bertanya bagaimana keadaan Anna pada Kevin.


Arsen nampak tidak apa-apa. Hanya saja ada beberapa luka memar di wajah nya. Dan juga tangan nya yang dibalut perban dan di ikat menggantung dengan kain di lehernya. Akibat perkelahian itu tangan kanan Arsen patah tulang nya sedikit bergeser.


Kevin mendongak menatap Arsen yang berdiri di hadapan nya. Tatapan nya datar dan tajam. "Dia baik-baik saja.....sekarang dia sedang diruang operasi akan segera melahirkan...." jawab Kevin sekenanya.


Kevin memalingkan wajah kearah pintu ruang operasi. Tidak ingin menatap wajah Arsen. Karna amarah dan emosi yang terpendam di dalam hatinya. Kevin sudah tahu semuanya dari Jungmo. Tapi mengingat mereka sekarang berada di rumah sakit. Kevin mengurungkan niatnya untuk menginterogasi Arsen.


TBC.

__ADS_1


Note : Jangan lupa untuk like dan vote, biar aku tambah semangat untuk up nya. Happy Readings🌹🌹🌹


__ADS_2