
"Apa kamu tidak memikirkan Anna bee? Kamu jahat" Mia menatap Kevin dengan mata yang berkaca-kaca.
Kevin mengedarkan pandangan nya ke sekeliling, dia tidak habis pikir Mia membicarakan Anna di depan semua orang. Meskipun sebenarnya tidak ada yang perlu di sembunyikan lagi. Kevin masih merasa sedikit canggung dan malu.
Nathan yang mengerti dengan sorot mata Kevin. Langsung menutup laptop dan beranjak meraih tangan Rens. "Sayang ayo kita jemput Regha bersama ....." ucap nya menatap mata sang istri.
"Hmm...ba-baiklah.....Mi aku pergi dulu yah...." Rens pun mengangguk dan langsung beranjak menggandeng tangan Nathan berlalu pergi.
Begitu pun dengan Mojang, dia langsung pamit kebelakang alasan mencari kamar kecil. Tersisa lah hanya Kevin dan Mia.
"Kenapa kamu jadi seperti ini sih bee? Biasanya kamu selalu menjaga perkataanmu di depan semu orang, tapi kenapa sekarang kamu malah bersikap sebalikny seperti ini...." Kevin mengusap kepala Mia.
"Aku memang seperti ini bee...." Mia menggenggam tangan Kevin, menatap matanya dalam-dalam. "Jadi benar kamu membiarkan Arsen membawa Anna.....kenapa bee? Seharusnya kamu juga perduli terhadap Anna....."
"Justru itu aku membiarkan nya bersama Arsen.....karna memang itu keinginan Anna....."
__ADS_1
"Apa kamu lupa bee? Anna itu hamil, hamil anak kamu....."
"Aku tahu bee.....tapi aku tidak punya hak untuk melarang nya bersama Arsen.....sudah cukup bee, aku tidak mau membahas masalah ini lagi"
"Tapi bee....bagaimana jika Arsen tidak bisa menjaga Anna dengan baik.......pokoknya kamu harus mencari Anna...."
"Cukup bee....Cukup aku bilang, kamu mau aku seperti apa? Apa kamu mau aku mengejar Anna, dan membawanya tinggal bersama kita? Apa itu mau mu? Aku sudah cukup bersabar bee, mendengar mu meminta ku terus-menerus mencari Anna....selama ini aku juga sudah berusaha untuk tidak menyakiti hatimu dengan masalah Anna.....tapi kenapa kamu selalu mengungkitnya?" Kevin mengusap wajah nya frustasi. Dia benar-benar sudah bingung harus berkata apa lagi. Sampai-sampai semua isi kepala yang ditahan nya keluar begitu saja.
"Bersama Arsen adalah pilihan Anna, aku bukan siapa-siapa yang berhak untuk mengatur hidupnya.....jadi aku mohon fokus dengan kesehatan dirimu sendiri dan juga anak kita saja bee.....tidak usah memikirkan hal lain.....pliss bee, buang jauh-jauh sikap keras kepala dan egois mu itu"
"Maafkan aku bee.....aku sadar tidak seharusnya aku meminta mu seperti itu, aku hanya takut jika terjadi apa-apa pada Anna.....entah kenapa semakin hari aku merasa seperti menjadi orang lain, sifat keras kepala dan egois seperti itu bukan lah sifatku.....maafkan aku bee...hiks hiks"
Mia langsung memeluk tubuh Kevin. Menumpahkan air matanya ke dalam dekapan sang suami. Dia merasa sudah bersalah telah bertingkah layaknya anak kecil yang keras kepala.
Kevin tertegun dengan perkataan sang istri. Sudut bibir nya yang tadi tegang, kini tertarik sedikit. Menciptakan senyum tipis samar-samar di wajah tampan nya. Dia pun membalas pelukan Mia. Mengusap lembut kepala sang istri, mencoba untuk menenangkan nya.
__ADS_1
"Sudah yah....jangan nangis lagi, aku gak marah kok...."
Mia menengadahkan pandangan nya, menatap lekat wajah Kevin. Begitu pun sebalik nya. Dengan penuh rasa cinta Kevin menatapi manik indah milik istrinya itu.
***
Sedangkan disisi lain....
Jungmo nampak sedang menyasar entah kemana. Lorong-lorong di rumah Nathan begitu banyak, hingga membuatnya kebingungan.
"Maaf.....anda siapa?" sapa seseorang yang berdiri tepat di belakang Jungmo. Lantas Jungmo langsung berbalik kearah suara tersebut. Suara seorang wanita.
"Apa yang anda lakukan disini?" lanjut wanita itu dengan dahi yang mengkerut. Tatapan matanya seolah-olah sedang menyelidiki. Di tatapi nya penampilan Jungmo dari ujung kaki hingga ujung kepala. Bodoh sekali fikirnya......
TBC.
__ADS_1
Note: Jangan lupa like dan vote nya, biar aku makin semangat untuk up🌹🌹