Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
Sama-sama Nyaman...


__ADS_3

‍‍


*****


Malam semakin larut, acara makan malam pun berakhir. Para tamu undangan satu persatu berpamitan pulang kepada sang pemilik rumah yang tentunya juga penyelenggara acara tersebut.


"Terima kasih atas acara makan malam luar biasa ini Mr.Kevin...." Aaron menjabat tangan Kevin.


Kevin membalas jabatan nya, "Sama-sama Mr.Aaron. ucap Kevin sedikit dingin. Karna dia masih merasa kesal kepada Aaron.


Aaron merasa menang kali ini, karna berhasil membuat Kevin kesal dan marah. Masih merasa tak puas, Aaron kembali melirik Mia. Lalu melemparkan senyuman tulus pada wanita cantik itu. Sebelum akhirnya dia pamit pulang....


"Kamu sungguh telah berubah Mi, sekarang kamu semakin cantik dan anggun.....hatiku kembali berdebar karna mu" batin Aaron.


Wajah Kevin memerah seketika menahan emosi. Darah nya yang mendidih terasa sudah naik ke ubun-ubun. Tangan Kevin mengepal sempurna, ingin sekali dia meninju wajah brengsek Aaron saat itu juga. Namun di tahan nya, Kevin memilih memasukan tangan nya yang mengepal kedalam saku celana.


Setelah kepergian Aaron dan semua para tamu. Arsen juga berpamitan kepada Kevin dan Mia. Sedangkan Sheila masih disana menunggu kedatangan Tara.


"Sebaiknya kamu istirahat di kamar tamu, kasihan bayimu jika ibu nya kelelahan!? Aku yakin Tara akan segera kembali" ucap Kevin perhatian.


"Hmm....baiklah, selamat malam" Sheila mengangguk dan langsung pergi menuju kamar tamu yang telah di sediakan pelayan untuk Sheila.


.


.


Di dalam kamar Kevin....


Mia menyadari jika saat ini Kevin berada dalam mood yang buruk. Lihat saja wajah nya yang ditekuk, sorot matanya dingin, serta bibirnya yang mengkerucut terkatup.


Kevin tidak menghiraukan Mia sedari tadi. Sikap dingin dan cuek Kevin, membuat Mia sedikit sedih. Namun dia mencoba tetap sabar, dia yakin suami nya itu pasti punya alasan. Mia memilih pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur.


Saat keluar dari dalam kamar mandi, Mia melihat Kevin yang sedang duduk di atas tempat tidur. Wajah nya begitu serius membaca sebuah buku.


Tak menunggu lama, Mia langsung menghampiri sang suami. Dia merangkak naik ke atas tempat tidur  dan langsung merebahkan kepalanya di paha Kevin.


"Bee...." panggil Mia.


"Hmm..." di balas hanya dengan deheman oleh Kevin, bahkan mata nya masih fokus pada buku yang di baca nya.


"Bee...." panggil Mia lagi.


Kini Kevin hanya diam tak menjawab, merasa di abaikan Mia jadi kesal sendiri. Dia pun bangun dan duduk menghadap Kevin.

__ADS_1


Kevin menengadahkan pandangan nya, menatap Mia dengan datar tanpa ekspresi. "Kenapa?" tanya nya dingin.


Dahi Mia mengkerut, alis nya bahkan menjungkit. "Apanya yang kenapa? Seharus nya aku yang bertanya seperti itu padamu" ucap Mia dengan nada sedikit tinggi.


Mata Kevin melotot dan menajam menatap mata Mia. Lalu dia memalingkan wajah nya, tapi di tahan oleh Mia. Yang memegang dagu Kevin, agar tetap menatap ke arah nya.


Kevin menepis tangan Mia pelan, "Sudahlah bee, ayo kita tidur aku lagi malas debat sama kamu" ucap Kevin setenang mungkin.


Dia pun merebahkan tubuh nya, dan tidur berpaling ke arah kiri membelakangi Mia. "Yang mau debat juga siapa? Kamu kenapa sih bee, aneh tau gak sih" gerutu Mia kesal.


Kevin pun membalik kan tubuh nya. Kemudian menarik Mia hingga berbaring ke dalam pelukan nya. Dengan sangat erat Kevin memeluk tubuh ramping istri nya. Membuat Mia semakin merasa heran.


Kevin membelai rambut Mia, dan menepuk-nepuk pundak nya. Mia menggeliat mencoba melepaskan pelukan Kevin.


"Lepasin bee ...jawab dulu pertanyaan ku, kamu kenapa?" tanya Mia lagi. Merasa di permainkan oleh Kevin yang tiba-tiba berubah sikap dengan cepat.


Kevin semakin mengeratkan dekapan nya, "Maafkan aku bee, aku sadar gak seharus nya aku marah padamu!? Karna kamu gak salah sama sekali...." lirih Kevin.


Cups....


Kecupan hangat mendarat di pucuk kepala Mia. Wanita itu terdiam mendengar perkataan suami nya itu. "Apa maksudnya?" fikir Mia.


"Tidurlah bee, biarkan tetap di posisi ini.....Jangan tinggalkan aku, aku mencintaimu bee" ucap Kevin.


Mia hanya mengangguk dan menuruti perkataan Kevin. Mereka berdua pun mulai menutup mata masing-masing. Dekapan Kevin memberikan rasa nyaman untuk Mia. Begitu pun sebaliknya, dengan tidur memeluk Mia membuat tidur Kevin terasa nyenyak.


*****


Di sisi lain....


Arsen mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang, dengan tangan satu memegang setir dan satu nya lagi memijit-mijit pelipisnya.


"Sebenarnya apa hubungan Bos Kevin dengan Mr.Aaron? Pertama dari Mr.Nathan, kemudian Miss Sheila, dan terakhir Nyonya Bos Mia.....Mr.Aaron seperti nya bukan orang yang baik..." ucap Arsen berpikir keras.


Tak lama kemudian sampailah Arsen di apartemen nya. Dengan langkah berat Arsen masuk ke dalam kamar mandi. Karna rasa lelah yang dia rasakan, membuat Arsen merasa begitu mengantuk.


Setelah selesai mandi Arsen pun memilih untuk langsung tidur. Tanpa melakukan apa-apa sebelum nya.


Tepat pukul 00.00 tengah malam. Cklek.....


Pintu kamar Arsen terbuka, masuklah seorang gadis cantik dengan pakaian yang sexy. Tak lain adalah Anna, karna dia sudah berjanji pada Arsen untuk ke rumah nya.


Sunggingan senyuman tercipta dari sudut bibir Anna, saat melihat Arsen yang sudah terlelap di atas tempat tidur. Mata Anna menyapu sekeliling kamar Arsen.

__ADS_1


Gadis itu hanya geleng-geleng kepala, melihat baju, jas, celana, dan sepatu yang berserakan di lantai. Dengan perlahan dan mengendap-endap. Anna memunguti pakaian yang berserakan itu, lalu menaruh nya di tempat pakaian kotor.


Kini Anna duduk di pinggiran tempat tidur, sembari memandangi wajah sendu Arsen yang tengah tertidur. Masih tampan dan menawan fikir Anna.


Tanpa sadar tangan Anna melayang, mengusap lembut pipi Arsen. Membuat Arsen menggeliat kegelian, namun masih tertidur.


Anna pun beranjak dan menarik selimut untuk menutupi setengah tubuh Arsen, yang tertidur tanpa mengenakan baju terlebih hanya menggunakan boxer saja.


Anna bergegas masuk ke dalam kamar mandi, lalu membersihkan diri di guyuran air hangat shower ditengah malam. Setelah selesai, Anna pun mengenakan celana training merah dan baju kaos putih milik Arsen. Dia mengambil nya dari dalam lemari pria yang tengah tertidur pulas di atas tempat tidur itu.


Anna merebahkan tubuhnya di sofa yang terletak tidak jauh dari tempat tidur Arsen. Dia memilih tidur di sofa karna tak ingin mengganggu tidur Arsen yang terlihat sangat nyenyak.


Beberapa saat kemudian Anna juga ikut terlelap, dengan posisi meringkuk seperti udang di atas sofa. Tanpa selimut yang menutupi tubuh Anna, membuat rasa dingin AC seperti menembus pori-pori kulitnya.


Hingga pagi hari nya......


Seperti biasa jam alarm Arsen berbunyi nyaring sekali, dengan sigap Arsen mematikan nya.


Arsen melangkah dengan malas nya ke dalam kamar mandi, dengan mata yang tertutup tanpa melihat sekeliling nya. Saat berada di dalam kamar mandi, Arsen masih belum menyadari adanya Anna.


Sampai akhirnya saat dia telah selesai mandi, Arsen meraba-raba tempat gantungan handuk nya. Dia merasa ada sesuatu yang aneh, Arsen pun menarik nya.


Wow.....


Seketika mata nya membulat, mulutnya menganga. Saat mendapati bra wanita berwarna hitam corak bunga. Arsen menelan salivanya sendiri, pagi-pagi sudah mendapat pemandangan seperti itu. Membuat adik kecil Arsen menegang.


Arsen pun menggantung kembali bra tersebut, dengan gugup nya Arsen langsung meraih handuk dan melilitkan di pinggang nya.


"Sialan, aghhhh......kenapa jadi gini sih" Arsen mengusap wajah nya dengan kasar dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu. Merasa begitu sial karna adik kecil nya yang menegang membuat kepala nya sakit.


Dengan kesal Arsen keluar dari kamar, dan menyapu sekeliling mencari sosok Anna. Mata nya pun tertuju pada Anna yang tengah terlelap meringkuk di sofa.


"Anna ka......." Arsen terhenti saat melihat Anna yang masih nyenyak tertidur. Dia pun mengurungkan niat nya yang ingin memarahi Anna.


Arsen mengambil selimut dan langsung menyelimuti tubuh Anna hingga keleher nya. Setelah itu Arsen kembali dengan niat awalnya, yaitu bersiap untuk kerja.


Selesai bersiap memakai pakaian kerja, Arsen segera berangkat ke kantor nya. Karna Kevin membawa mobil sendiri, jadi dia tidak perlu menjemput nya.


Sebelum berangkat Arsen kembali menghampiri Anna, kemudian......Cups.....


Arsen mencium kening Anna, lalu pergi. Entah apa yang ada difikiran Arsen saat ini. Apa dia merasa seperti suami yang akan berangkat bekerja? Mencium istri terlebih dahulu, agar pekerjaan tidak terasa lelah? Entahlah....


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2