Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
Mencoba Percaya


__ADS_3

‍‍


*****


Di rumah sakit....


Mia duduk di kursi tepat di sebelah ranjang dimana Anna terbaring lemah. Kini gadis itu telah mengenakan pakaian khas pasien.


Tiba-tiba saja air mata Mia menetes tapi langsung di usap nya dengan cepat. Ada perasaan kasihan terhadap Anna saat Mia melihat memar merah di leher gadis itu, yang tak lain bekas dari cengkraman tangan Kevin yang kuat.


Mia benar-benar bingung saat ini, dia begitu dilema. Dengan hati dan kenyataan yang ada. Dihati Mia yang paling dalam memang benar dia kecewa, tapi rasa kecewa nya kalah dari rasa percaya nya kepada Kevin. Sedangkan di satu sisi kenyataan yang dilihat oleh mata kepala nya sendiri begitu menyakitkan.


Sesaat kemudian Mia melihat Anna sudah mulai mengerjapkan mata nya. Dia pun langsung beranjak berdiri dan ingin pergi dari sana. Tapi dengan cepat Anna menarik tangan Mia.


"Kakak cantik jangan pergi, ini gak seperti yang kakak lihat...." ucap Anna memelas dengan wajah pucat dan sedih nya.


Mia menutup matanya dan menarik nafas dalam-dalam berusaha untuk tenang dan sabar. Mia pun melepaskan tangan Anna dari tangan nya. Kemudian kembali duduk di kursi tadi, tapi pandangan Mia tidak ke arah Anna.


Sesungguh nya Mia masih tidak kuat untuk menatap wajah gadis itu. Hatinya masih sakit selalu teringat sang suami tidur dengan gadis itu disatu ranjang. Miris sekali....


"Kakak cantik, percayalah padaku meskipun kita baru kenal....bukan aku yang menjebak Kak Kevin, aku benar-benar tidak ada hubungan nya...aku bahkan juga tidak ingat apa-apa, aku juga korban kak....hiks hiks hiks....pliss percaya padaku" jelas Anna dengan gugup dan suara bergetar. Dia menangis hingga sesegukan.


Mia pun menoleh tajam, menatap Anna dengan sedikit kemurkaan. "Apa kamu bilang percaya? Dari mata kepala ku sendiri yang aku lihat....apa pantas kamu masih ku percaya?" decak Mia dengan nada tinggi dan ketus.


Anna terdiam bibir nya terasa kelu susah untuk menjawab perkataan Mia yang ada benarnya. "Aku mohon percaya padaku kak, aku memang wanita murahan tapi kali ini aku tidak menggoda suami mu.....pliss" ucap Anna masih dia mencoba meyakinkan Mia.


Mia beranjak berdiri dan melangkah pergi. Tapi sebelum dia pergi dia sempat menoleh kembali dan berkata.


"Aku kira hanya penampilan mu saja yang rendah, ternyata harga dirimu juga serendah penampilan mu Anna....aku kecewa padamu...." dengan tatapan kekecewaan dan nada bicara ketus nya Mia pun pergi.

__ADS_1


Anna terdiam air mata nya semakin deras mengalir. Perkataan wanita yang dia anggap sudah sebagai kakak itu, berhasil menusuk hingga ke jantungnya. Bukan perih lagi rasanya, tapi sakit sungguh sakit.


Untuk pertama kalinya hinaan terhadap Anna, yang berhasil membuat dirinya tak sanggup menahan tangis. Entah kenapa hinaan yang keluar dcari mulut Mia begitu pedih di rasa nya. Anna menangis sesegukan sambil memeluk lutut nya yang ditekuk.


Tanpa di sadari ternyata ada sepasang mata yang dari tadi memperhatikan percakapan Mia dan Anna. Sepasang mata itu juga merasa begitu sedih dan kecewa.


Melihat Anna yang mengemis maaf terhadap Mia membuat Arsen tak tega. Terlebih Anna yang berusaha membela diri tidak di hiraukan oleh Mia. Ingin rasanya dia mendekap Anna yang menangis ke dalam pelukan nya. Tapi dia tidak mau, ego Arsen lebih tinggi. Dia masih sangat kecewa dengan Anna.


Dia juga tidak menyalahkan Mia yang bersikap kasar dan menghina Anna. Arsen mengerti bagaimana perasaan Nyonya Bos nya itu. Dia adalah orang yang paling tersakiti dalam hal ini. Bagaimana tidak jika suami yang dia percaya kedapatan tidur dengan wanita lain.


Arsen pun memilih untuk mengejar Mia yang berlalu keluar dari ruangan tempat Anna berada. Arsen belum siap untuk bertemu dengan Anna. Dia pun berlari menyusul keluar.


Arsen mencari kesana kemari tapi tidak juga mendapati sosok Mia. Satu rumah sakit dia putari sampai akhirnya langkah nya terhenti saat melihat Mia sedang menangis di bangku taman yang ada di rumah sakit itu.


Arsen pun berjalan perlahan menghampiri Mia. "Nyonya bos, apa anda baik-baik saja? Anda terlihat sangat kelelahan" ucap Arsen dengan sopan.


Mia terkejut mendengar suara Arsen, dia pun langsung mengusap air mata nya dengan cepat. "Aku baik-baik aja kok, makasih yang sudah mau temani aku membawa Anna kesini" toleh Mia dengan tersenyum paksa.


"Sama-sama Nyonya, lagian saya juga tidak mungkin meninggalkan Anna..." jelas Arsen.


Mia mengerinyit heran, "Apa kamu juga mengenal Anna?" tanya nya kemudian.


Arsen mengangguk, "Aku mengenal Anna dengan sangat baik Nyonya...." ucap Arsen merunduk sedih.


"Benarkah?...bisa kah kamu duduk disini? Ada yang ingin aku tanyakan padamu?" sahut Mia sembari menepuk sisi bangku di sebelah nya. Mengisyaratkan Arsen untuk duduk.


Arsen pun menuruti perintah Mia, dia langsung duduk di sebelah nya. "Apa yang ingin anda tanyakan pada saya Nyonya?" tanya Arsen penasaran.


Mia menarik nafas nya dalam-dalam. "Menurutmu apa aku harus percaya kepada Kevin dan Anna?" tanya Mia dengan wajah sendu nya dan menatap Arsen lekat.

__ADS_1


Arsen hanya diam lalu memalingkan wajah menatap lurus ke depan. "Apa yang harus aku lakukan? Dari dalam hatiku aku sangat percaya pada Kevin, dia tidak mungkin bermain di belakang ku....tapi Anna? Apa dia bisa aku percaya?" tutur Mia lagi.


Arsen semakin diam dan bingung harus menjawab apa. Dia benar-benar heran dengan pemikiran nyonya bos nya itu. Sebenarnya isi di kepala nya itu apa? Sampai-sampai dia masih bisa percaya dengan kedua orang yang sudah menyakiti nya itu.


"Jawab aku? Bagaimana pendapatmu?" Mia kembali bertanya sembari menepuk bahu Arsen membuyarkan lamunan nya.


"Maaf nyonya bukan nya saya lancang dan tidak menghargai perasaan anda, tapi menurut yang saya yakini Anna bukan orang yang seperti nyonya pikirkan, dan Bos Kevin adalah orang yang sangat setia pada anda dia tidak mungkin sengaja berbuat seperti ini.......saya merasakan ada sesuatu yang tidak beres....." tutur Arsen dengan segala ketulusan dan tidak ada melebih-lebihkan omongan nya. Melainkan semua yang dia ucapkan adalah berdasarkan kenyataan yang dia lihat dan rasakan selama ini.


Mia tertegun dengan ucapan Arsen, dia mulai menimbangi tentang kepercayaan nya terhadap Kevin. Jika orang lain aja seperti Arsen percaya kepada Kevin sebagai bos nya, kenapa tidak dengan dirinya sebagai istri Kevin. Yang selama ini sudah sangat mengenal luar dan dalam isi hati suami nya. Dia yakin pasti bisa menemukan kebenaran nya.....


"Baiklah....terima kasih untuk masukan nya!! Aku pergi dulu...." ucap Mia tersenyum sembari beranjak dari bangku.


Arsen ikut berdiri...


"Maaf Nyonya, anda mau kemana? Biar saya antar...ini masih terlalu pagi dan sangat bahaya untuk anda sendirian" ucap Arsen dengan sigap nya, dia tidak ingin sesuatu terjadi kepada Mia.


"Tidak perlu, aku hanya akan pulang ke Seoul.....sebaiknya kamu tunggu disini, dan pulang ke Seoul bersama Anna!!" ucap Mia dengan santai nya dia tidak ingin terlihat lemah.


"Tapi nyonya saya....." ucapan Arsen terhenti.


"Tidak perlu mengkhawatirkan ku, jauh sebelum ini aku adalah wanita tangguh yang tidak pernah takut akan apa pun!? Dengan kesendirian aku sudah terbiasa.....aku pergi dulu bye, jaga Anna yah...sampai jumpa di Seoul" Mia berucap dengan senyuman yang sempurna di wajah cantik nya. Perasaan nya sudah mulai sedikit tenang. Tanpa menunggu jawaban dari Arsen dia pun langsung berlalu pergi.


Arsen tersenyum dalam diam, sembari menatap sendu kepergian Nyonya Bos nya itu. Sungguh wanita kuat dan tangguh.


"Aku yakin Bos Kevin begitu mencintaimu Nyonya dengan segala kelebihan mu bagaikan manusia yang berhati malaikat.....tidak mungkin Bos mengkhianati wanita sempurna seperti mu....." gumam Arsen.


.


.

__ADS_1


TBC.


Note : Jangan lupa like, koment, dan Vote nya...hari ini cukup sampai sini dulu yah readers, besok hari selasa seperti biasa Author off hehehe🙏🙏🙏


__ADS_2