
"Jawab An...kenapa kamu malah diam? Kamu mau kan terima aku...." Arsen mengelus pipi Anna menggunakan tangan satunya. Membuyarkan lamunan Anna sekejap.
"Hah? Hmm....Maafkan aku Ars, sepertinya itu bukan lah sesuatu yang tepat....aku tidak bisa menerima mu, karna ada beberapa hal yang tidak bisa aku katakan padamu.....maaf" Anna melepaskan genggaman tangan Arsen dan langsung beranjak. Berlalu masuk ke dalam kamarnya.
Meninggalkan Arsen yang terpaku diam. Tak percaya dengan kata-kata barusan yang di ucapkan oleh Anna. Tanpa sadar tangan Arsen mengepal kuat.
"Sepertinya tempatku dihatimu sudah tergantikan An....Apa kamu mulai mencintai dia? Tapi kenapa? Bukan kah aku yang terlebih dulu hadir di kehidupan mu bukan dia....apa kamu lupa dengan pengorbanan yang aku berikan padamu dan apa kamu juga lupa bagaimana dia menyakitimu....sampai kapan pun kamu akan selalu menjadi miliku An....dan dia tidak akan pernah mengakui dan menerima mu....jadi sadarlah jangan mengikat dirimu sendiri pada hal yang tidak akan pernah terjadi...."
Flashback Off.
Apakah karna waktu itu? Anna menolak lamaran Arsen yang secara tidak langsung itu. Arsen kalap mata dan berkerja sama dengan Frans untuk mencelakai Kevin.
Brakk......
Suara pintu mobil yang di gebrak dengan keras dari arah belakang Anna. Sontak Anna menoleh saat itu juga.
__ADS_1
Anna terkejut melihat pria kekar berwajah seram itu lagi. Mau apa dia? Pria itu bersama dengan ke empat teman nya. Berjalan cepat menghampiri Anna.
"Mau apa kalian....." Anna beranjak dengan kedua tangan memegangi perutnya. "Lepaskan Aku....tolong- tolo--mmmm" pria-pria kekar itu memegangi tangan Anna dan menutup mulutnya dengan sebuah sapu tangan.
Anna meronta-ronta. Air matanya menetes dari ujung sudut mata. Merasakan ketakutan yang hebat. Nampak sangat gampang dan ringan mereka membawa Anna masuk ke dalam mobil Van yang terparkir tidak jauh.
"ANNA.....ANNA......LEPASKAN DIA.....WOI....." Arsen berlari sekencangnya ketika melihat Anna di bawa pergi dengan paksa oleh beberapa pria kekar.
"Shiit.....brengsek.....siapa mereka? Mereka membawa paksa Anna....." Arsen merogoh ponsel di saku, sembari berlari kearah parkiran tempat mobil nya terparkir.
"Brengsek....brengsek....brengsek...." tangan nya mengepal dan memukul-mukul setir kemudi beberapa kali. "Kemana aku harus mencarimu Anna? Siapa pria-pria itu, semoga kamu baik-baik saja.....aku akan menyelamatkanmu."
"Benar.....aku baru ingat jika ponselku terhubung dengan ponsel Anna.....aku bisa melacak GPS keberadaan nya...."
Arsen mengingat sesuatu. Untung saja dirinya waktu itu sempat menghubungkan ponsel nya dan ponsel Anna. Jadi GPS dimana keberadaan ponsel itu bisa dilacak dari ponsel Arsen.
__ADS_1
Arsen menepikan mobil nya di pinggir jalan. Lalu dia mulai mengutak-atik ponsel nya. Tidak berselang lama dengan kepintaran yang Arsen miliki. Secepat kilat dia sudah mendapatkan informasi GPS keberadaan Anna.
Arsen pun langsung menancap gas kembali menuju titik kordinat di layar ponselnya. "Anna tunggu lah....aku pasti akan menyelamatkan mu..."
***
Sampailah Arsen di sebuah gedung lama yang kosong akibat terbakar dibeberapa bagian ruangan nya. Keadaan gedung itu nampak sangat mengerikan. Terlebih di malam hari seperti sekarang.
Tak menunggu lama Arsen langsung keluar dari mobil. Menyelinap memasuki gedung itu. "Siapa disana?" teriak seorang pria yang berjalan menuruni tangga sambil membawa senter.
Arsen cepat-cepat bersrmbunyi di balik tembok. Dada nya debar-debar. Keringat membasahi seluruh tubuhnya. "Seperti nya Anna ada diruangan itu...." gumam Arsen pelan berbisik sendiri.
Arsen pun langsung berjalan dengan langkah pelan agar tidak ketahuan oleh para pria-pria itu. Ia menaiki tangga dimana salah satu pria tersebut tadi muncul.
TBC.
__ADS_1
Note : Jangan lupa untuk like dan vote, biar aku tambah semangat untuk up nya. Happy Readings🌹🌹🌹