
Mobil melaju melewati rute jalan yang biasa Kevin lewati jika hendak pergi mengajak Mia cek up di klinik Dokter Lee.
Suasana nampak hening. Mia terlalu sibuk memerhatikan buket bunga pemberian Kevin. Sedangkan Kevin hanya diam sambil senyum-senyum sesekali melirik sang istri.
Tiba-tiba saja.....
Ketika mobil memasuki kawasan yang bisa di bilang sepi. Hanya mobil Kevin yang terlihat sedang menyusuri jalan itu.
Manik mata Kevin menajam saat menangkap sebuah mobil dari arah berlawanan. Mobil itu nampak sangat laju dan sedikit mengambil jalur jalan mobil Kevin.
Tit....tit....tit
Bunyi suara klakson mobil Kevin mencoba untuk mengingatkan pengemudi mobil tersebut. "Shitt....." umpat Kevin yang terus memencet tombol klakson nya.
Mia menegang dan ketakutan. Dia mencengkram tali sabuk pengaman yang dia kenakan. "Bee....ada apa dengan mobil itu....aku takut bee" ucap Mia ketakutan.
"Kamu yang tenang yah bee, gak akan terjadi apa-apa honey...percaya padaku, cukup tutup saja matamu..." Kevin mengusap pucuk kepala Mia, mencoba menenangkan nya.
Mia mengangguk dan langsung menutup matanya. Menyeragkan kepercayaan nya kepada sang suami. Walaupun sebenarnya dia sangat merasa takut. Jantung nya berdegup cepat dan keringat dingin sudah membasahi seluruh tubuhnya.
Tit....tit....tit
Lagi-lagi Kevin memencet tombol klakson beberapa kali. Namun seperti nya pengendara mobil itu sengaja mengabaikan nya.
Bukan nya melambat, Kevin malah menginjak pedal gas sangat dalam. Mobil Kevin melaju kencang, begitu pun mobil yang sedikit lagi berpapasan dengan mobil Kevin.
__ADS_1
Sedetik kemudian pun.....
Brakkkk.......
Kaca sepion kiri mobil Kevin terpental sangat jauh, ketika bertabrakan dengan kaca sepion mobil yang melaju lawan arah tersebut.
Mobil sempat terguncang sedikit membuat Kevin dan Mia sedikit terhentak. Namun Kevin masih bisa mengendalikan mobil nya. Sedangkan Mia dia juga tidak terlalu merasakan hentakan itu karna sabuk pengaman yang melilit kuat.
"Bee....kamu gak apa-apa?" tanya Kevin menyentuh pundak kiri Mia. Seraya masih terus fokus ke jalanan. Dia tidak mungkin berhenti di kawasan tersebut yang sangat sepi. Berjaga-jaga apabila ada seseorang yang sengaja hendak mencelakakan mereka berdua.
"Aku gak kenapa-kenapa bee....hanya saja perut ku sedikit terasa ngilu....." keluh Mia sambil memegangi perutnya.
Kevin menoleh panik melihat wajah sang istri memucat. Peluh membasahi kening nya. "Dimana yang sakit bee? Sabar yang honey sebentar lagi kita sampai....." Kevin menyentuh perut Mia.
Mia tersenyum lemah sambil mengangguk. "Iya bee...."
"Bersabarlah bee...." ucap Kevin. Tanpa sadar air mata nya menetes. Tak kuasa meliht wajah sang istri yang memucat menahan sakit.
Sedetik kemudian, hal yang tidak pernah di duga terjadi. Mobil yang tadi sempat menyerempet mobil Kevin. Kini melaju kencang dari arah belakang. Mobil itu menabrak bagian belakang mobil Kevin dengan sangat keras.
Dalam sekejap mata mobil Kevin terpental. Terbalik dan terseret sangat jauh. Keadaan di dalam mobil begitu parah. Mia dan Kevin tersentak kesana kemari seiring terpental nya mobil. Kepala Kevin berdarah membentur kaca mobil yang ada di samping nya. Begitu pun bibir nya yang pecah akibat hantaman di setir kemudi.
"B-bee....ber-berta-han lah....." ucap Kevin terbata-bata. Sedari tadi Kevin tetap tidak melepaskan genggaman tangan nya pada Mia.
Sakit sungguh sakit yang dia rasakan dibagian dada dan kepala. Darah berceceran dimana-mana. Pandangan Kevin melemah menatap sang istri yang tergantung lemah di kursinya yang terbalik. Sedangkan dirinya sudah tidak lagi tersangkut sabuk pengaman.
__ADS_1
Dengan menguatkan diri Kevin meraih tubuh Mia, membuka sabuk pengaman yang melekat di tubuhnya. Lalu menarik tubuh Mia cepat-cepat keluar dari dalam mobil yang sudah berasap dalam posisi terbalik itu.
Warga sekitar yang menyaksikan kecelakaan itu pun berusaha membantu mengeluarkan Mia dan Kevin.
"Bee....bertahan lah....hiks hiks....buka matamu bee....aku mohon...." Kevin memanggil-manggil Mia yang di rebahkan di pankmgkuan nya.
Sesaat kemudian mobil Kevin meledak terbakar hebat. Untung saja Kevin dan Mia sempat keluar dari sana.
Mata Kevin membulat saat merasakan ada cairan darah yang mengalir keluar dari dalam dress Mia. Semakin panik dirinya.
"TOLONG....TOLONG PANGGIL KAN AMBULAN SEGERA.....TOLONG...."
"Istriku.....pliss tolong istriku....."
"Bee....bertahan lah.....aku mohon bee sadarlah...."
Kevin meraung-raung menangis dan memohon pertolongan untuk sang istri. Sungguh tak kuasa dia melihat Mia yang terkulai lemas penuh bercak darah. Terlebih dalam keadaan hamil. Semoga saja tidak terjadi apa-apa pada kehamilan nya.
Ambulan pun datang seiring dengan datang nya pemadam kebakaran untuk memadamkan mobil Kevin yang meledak.
Kevin langsung menggendong tubuh Mia masuk ke dalam ambulan. Segera ambulan melaju dengan sirine darurat menuju rumah sakit. Sepanjang perjalanan di dalam ambulan. Kevin tidak berhenti menangis sambil menggenggam dan menciumi tangan Mia yang lemas penuh darah.
Bahkan perawat yang berada di sisi kiri Kevin yang ingin mengobati luka di kepalanya. Tangan nya di tepis oleh Kevin. Kevin tidak memerdulikan luka nya sendiri, yang dia perlukan sekarang adalah keselamatan untuk sang istri dan calon anak nya.
"Ya tuhan....tolong selamatkan istriku....tolong ya tuhan...." ucap Kevin memohon kepada tuhan.
__ADS_1
TBC.