
Malam harinya dirumah Kevin.
Arsen dan Kevin kini berada diruang kerja nya setelah makan malam bersama.
"Apa yang ingin kamu bicarakan padaku?" tanya Kevin. Dia berdiri tepat di hadapan Arsen. Karna Arsen memintanya untuk berbicara empat mata.
"Katakan langsung, jangan bertele-tele...." ucap Kevin lagi dingin.
"Bos apa pendapat mu tentang Anna?" tanya Arsen tiba-tiba. Membuat Kevin mengerinyit heran. Kenapa dia bertanya mengenai Anna.
"Hmm...menurutku Anna gadis yang cantik dan juga baik...." Kevin mengingat-ingat sosok Anna. "....ada apa memangnya?" tanya nya kemudian.
"Bos aku sudah memutuskan untuk mundur, dan melepaskan Anna...."
"Menikah lah dengan Anna bos.....kalian akan menjadi keluarga yang sempurna bersama anak-anak kalian....aku tidak akan mengganggu hubungan kalian, asalkan Anna bahagia.....karna hanya dirimu yang bisa menjaga Anna dan Gavin, aku tidaklah pantas untuk nya bos.....jadi aku mohon menikahlah dengan Anna.....aku juga yakin Anna memiliki perasaan terhadapmu, begitu pun kamu sebaliknya, aku melihat jika kamu sangat perhatian pada Anna....." ucap Arsen pangjang lebar.
Dengan wajah datarnya Kevin menyimak semua perkataan Arsen. "Sudah bicaramu?" bertanya sinis.
"Su--sudah bos...." Arsen tertunduk.
__ADS_1
"Kalau begitu tegak kan wajahmu...." titah Kevin.
Arsen pun menegak kan wajah nya saat itu juga. Tiba-tiba saja....
PLAKK......
Kevin menampar kuat pipi kiri Arsen. Hingga membiatnya terhentak sedikit. Arsen terkejut matanya membulat menatap Kevin sambil memegangi pipinya yang terasa panas.
"Itu tamparan untuk mulutmu yang lancang sudah berani memerintah diriku.....memangnya kamu siapa? Berani mengatur dan menentukan takdirku.....sama siapa aku akan bersanding itu bukan urusan mu...."
Tatapan sorot mata Kevin tajam seakan ingin membunuh Arsen saat itu juga. Dia tidak suka dengan cara Arsen mentitah nya. Mengatur dan menentukan takdirnya bukan tugas Arsen. Tugas nya adalah mendengarkan dan menjalankan perintah Kevin.
"Tapi bos.....Anna mencintaimu...." ucap nya lagi.
PLAKK.....
"Masih berani kamu berkata seperti itu....." Kevin berteriak dan mengepalkan tangan nya hendak memukul Arsen. Tetapi tiba-tiba saja.....
BRAKKK......
__ADS_1
Dari luar ruangan pintu terbuka dan terhempas ke dinding dengan sangat keras. Munculah Anna dengan deraian air mata di wajah cantik nya.
"Arsen...." Anna menghambur memeluk Arsen di depan Kevin.
Arsen terkejut, dia melihat wajah Kevin yang terlihat datar dan dingin. "An....lepaskan ku" dia tidak enak terhadap Kevin.
"Enggak....aku gak mau...hiks hiks" Anna mengeratkan pelukan nya. Menangis bersandar di dada tegap Arsen. Arsen mengerinyit kenapa gadis itu menangis.
"Anna kenapa kamu menangis? An....." Arsen memaksakan untuk merenggangkan pelukan Anna. Lalu menatap wajah gadis itu lekat-lekat.
"Jangan menangis...." Arsen mengusap deraian air mata itu. Lalu kembali memeluk Anna dengan sangat erat. Pelukan terakhir untuk Anna fikirnya setelah itu dia akan melepaskan seutuhnya Anna untuk Kevin.
"Kamu jahat Ars.....kenapa kamu mau melepaskan aku? Bukan kah kamu bilang, kamu mencintaiku? Tapi kenapa sekarang kamu mau mundur? Aku sangat membencimu Ars....hiks hiks hiks" masih menangis di dalam dekapan Arsen.
"Anna...." lirih Arsen terkejut dengan perkataan Anna. Anna menengadahkan kepalanya. Menatap lekat wajah Arsen.
"Aku mencintaimu Arsen......kamu adalah malaikat penyelamatku, sekarang aku sadar perasaan ku kepadamu adalah yang paling tulus....seharusnya dari dulu aku sudah mengatakan nya, hanya saja rasa takut ku dan rasa tidak percaya diriku....yang membuatku susah untuk menerimamu...maafkan aku, jangan tinggalkan atau melepaskanku Ars....hiks hiks" ucap Anna menatap lekat mata Arsen.
Tanpa sadar air mata nya ikut menetes. Tertegun dengan ucapan Anna. Tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Arsen mengedarkan pandangan nya pada Kevin.
__ADS_1
Yang ternyata Kevin malah tersenyum dan mengangguk. Ia pun berjalan melewati Arsen sambil menepuk pundak lelaki itu. Berbisik pelan di sebelahnya.
"Jangan ulangi kesalahan mu untuk yang kedua kali, kesempatan tidak datang dua kali...." bisik Kevin kemudian berlalu keluar dari ruangan itu. Membiarkan Anna dan Arsen berbicara empat mata.