
***
Di perjalanan pulang.....
Kevin mengendarai mobilnya dengan tangan satu memegang setir jemudi dan satu nya lagi memijit pelipis ny yang tegang.
Ada apa dengan nya akhir-akhir ini, dia seperti seseorang yang kehilangan kendali. Bahkan Kevin sangat susah untuk mengontrol emosi nya.
"Ada apa denganku? Kenapa aku merasa sangat aneh seperti ini....." gumam nya.
Dua puluh menit kemudian sampailah dia dirumah.....
Kevin langsung bergegas masuk dan menemui sang istri. Karna merasa begitu lelah Kevin langsung menjatuhkan diri di sofa. Mia pun mengikuti nya dan duduk tepat di samping suaminya itu.
"Bee.....ayo makan, kamu pasti lapar kan"
"Hmm....lima menit bee"
Kevin menyandarkan kepala dan menutup sejenak matanya. Mia yang melihat sang suami sangat kelelahan. Meraih tangan nya dan hendak memijetnya. Seketika mata Kevin terbuka, dia langsung melirik sang istri.
Senyuman terlukis di wajah tampan nya. "Honey....jangan seperti ini, aku lah yang mestinya memanjakan mu".
Kevin membalikan posisi tangan nya, jadi tangan Mia yang kini dia pijet. Perlahan dengan sentuhan lembut tangan Kevin, Mia merasa begitu senang.
"Sudah lah bee, jangan terlalu memanjakan ku.....bagaimana jika aku tidak mau berhenti dan terus-terusan minta di manjain sama kamu"
"Tak masalah, dengan senang hati aku akan terus memanjakan mu honey.....Cups"
Kevin mengecup kening sang istri dan mendekapnya dengan erat. "Ayo kita makan....".
Kevin pun beranjak sambil merangkuk Mia menuju meja makan. Mereka pun makan malam bersama. Selesai makan malam, seperti biasa mereka melanjutkan aktivitas di dalam kamar.
Setelah membersihkan diri dari mandi Kevin bergegas menghampiri sang istri yang duduk santai di atas tempat tidur.
"Bagaimana keadaan Arsen bee?" tanya Mia.
"Dia baik-baik saja bee...." jawab Kevin sembari ikut duduk di sebelah Mia.
"Hmm...tapi kenapa wajah mu seperti itu bee?" tanya Mia lagi melihat wajah Kevin yang tidak menampakan ekspresi.
"Kecewa...." sahutnya singkat.
"Kecewa? Kecewa kenapa bee?" Mia semakin penasaran.
"Sayang sekali dia tidak sakit parah....." ucap Kevin dengan ekspresi wajah meledek.
"Isshh...bukan nya bersyukur Arsen tidak sakit parah, ini malah kecewa.....jadi maksud kamu Arsen harus sakit parah biar kamu senang" cetus Mia yang kesal dengan jawaban Kevin yang tidak jelas itu.
"Hahaha....Yah memang harus gitu" masih dengan wajah tanpa dosa.
"Dasar bos yang kejam....." Mia memicingkan matanya pada Kevin.
"Yah emang.....aku suka!! Suka lihat orang tersiksa dan kesakitan hahaha" Kevin kembali tertawa.
"Gak boleh gitu...."
__ADS_1
"Hahaha....becanda bee, jangan ngambek dong!! Kalau ngambek aku cium...mau"
"Hmm biarin..."
Mia berpaling membelakangi Kevin kesal dengan suaminya itu. Kevin pun memeluk nya dari belakang. "Aku mencintaimu bee..." ucap Kevin dengan pelan.
Di hirupnya aroma rambut Mia yang begitu wangi. Tiba-tiba saja Kevin merasa ada yang telah bangun di bawah sana. "Bee...." panggil Kevin.
Mia diam tak menjawab, tangan Kevin mulai menggerayang di tubuh bagian depan Mia. "Bee....kamu mau apa?" tanya Mia terkejut dengan perlakuan Kevin.
"Ayolah bee....gak boleh nolak, aku pelan-pelan aja kok...janji" lirihnya dengan suara serak Dan nafas yang memburu.
Lalu di ciumi nya perlahan tengkuk leher Mia. Akhirnya mereka pun melakukan aktivitas panas, dengan perlahan dan lembut sentuhan Kevin pada Mia. Agar tidak menyakiti bayi yang ada di dalam kandungan sang istri.
***
Keesokan harinya.....
Tok....tok....tok
Arsen masuk dan membawa sejumlah berkas kedalam ruangan Kevin. Lalu memberikan nya pada Kevin.
"Saya sudah periksa bos....jika Mr.Aaron benar-benar sudah meninggalkan Seoul dan balik ke Beijing kemarin sore"
"Benarkah?" Kevin menghentikan jarinya yang sedang mengetik keyboard.
"Benar bos.....saya sudah periksa semuanya, dan untuk pengganti nya....Mr.Aaron akan segera mengirim seseorang tapi tidak tahu kapan itu"
Kevin mengangguk, "Baiklah....kamu boleh pergi" Kevin mempersilahkan Arsen untuk keluar. Arsen menunduk dan langsung keluar dari ruangan Kevin.
Lega?
Jelas lah dia lega, tidak ada lagi yang akan mengganggu rumah tangga nya. Meskipun ada, Kevin tidak akan tinggal diam. Karna Mia hanya milik dia seutuhnya.
"Sudah waktunya....." ucap Kevin sembari merik arloji nya.
Dia pun beranjak dari kursi kerjanya, lalu bergegas keluar. Kevin sudah berjanji pada Mia jika siang ini mereka akan pergi ke dokter kandungan.
"Sepertinya aku tidak akan kembali dan langsung pulang ke rumah....tolong kamu urus sisanya" ucap Kevin menghampiri Arsen di mejanya.
"Baik bos...." jawab Arsen dengan sigap.
Kevin pun berlalu pergi......
Dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah, menjemput sang istri terlebih dahulu.
Sesampai nya di perkarangan rumah, tidak menunggu lama. Ternyata Mia telah siap menunggu dirinya di teras rumah.
Mia pun masuk ke dalam mobil Kevin. Dengan perhatian nya Kevin memakaikan sabuk pengaman sang istri. Lalu melempar senyuman indah nya itu.
Kevin pun menancap gas menuju klinik Mommy and Kids.
Sesampainya di sana, Kevin menggandeng mesra Mia masuk ke dalam klinik tersebut. Sebelum nya Kevin sudah membuat janji, meminta pelayanan langsung yang tidak harus mengantri.
Seorang perawat datang menghampiri pasangan suami istri itu, lalu mempersilahkan mereka masuk ke dalam ruangan dokter Lee.
__ADS_1
"Selamat siang Tuan dan Nyonya Louis......silahkan duduk" sapa dokter Lee.
Dia mempersilahkan Mia dan Kevin untuk duduk. Mereka pun duduk di kursi tepat di hadapan dokter Lee.
"Saya ucapkan selamat atas kehamilan nyonya Mia...." ucapan selamat dari dokter Lee untuk Mia.
Mia terkejut dari mana dokter Lee tahu jika dia hamil. "Terima kasih.... tapi dokter tau dari mana yah" tanya Mia kebingungan.
Dia memandang dokter Lee dan Kevin secara bergantian. Kevin tersenyum begitu pun dokter Lee.
"Apa kamu yang memberitahu dokter Lee?" tanya Mia pada Kevin. Kevin balas dengan anggukan.
"Benar nyonya, beberapa hari yang lalu Tuan Kevin sudah mengabari saya....bahkan pertemuan ini sudah di atur sejak itu" ucap dokter Lee.
"Benarkah? Kamu kok gak kasih tau aku bee....pantesan kamu cerewet banget akhir-akhir ini, gak boleh inilah itulah.....ternyata kamu bertanya pada dokter Lee mengenai kehamilan yah..."
"Yah kalau aku kasih tau kamu duluan....jadi nya gak seru bee"
"Baiklah kalau begitu, nyonya Mia mari kita periksa kandungan nya" dokter Lee mempersilahkan Mia untuk segera di cek.
Setelah selesai.....
Dokter Lee dan Mia kembali ke tempat duduk masing-masing. Barulah dokter Lee menjelaskan.....
"Kandungan dan fisik nyonya Mia baik-baik saja, semuanya sehat.....saya akan memberikan resep vitamin dan obat penambah darah yah" jelas dokter Lee, melegakan Kevin yang mendengar nya.
"Baik dok....beri istri saya vitamin yang paling bagus" ucap Kevin bersemangat.
Mia hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala. Begitu pun dokter Lee. "Memang suka gitu dia dok....berlebihan...hihihi" ledek Mia.
"Kan demi kamu juga bee....kok di bilang berlebihan" gerutu Kevin.
"Tuan Kevin tenang saja.....saya pasti memberikan yang terbaik untuk nyonya Mia....ini dia" dokter Lee memberikan secarik kertas resep pada Kevin.
"Terima kasih dok....." Sahut kedua nya.
"Jangan lupa untuk kembali kontrol bulan depan...." lanjut dokter Lee mengingatkan.
Kevin pun kembali menggandeng sang istri keluar dari klinik tersebut dan kembali ke mobil. Di dalam mobil Kevin tak berhenti menatap Mia.
Mia mengerinyit. "Bee....kok malah diam? Gak di nyalain mobilnya? Gak mau pulang yah....aku capek tau" ucap Mia heran melihat Kevin.
Kevin tersenyum lalu mengelus kepala Mia dengan lembut. "Aku mencintaimu bee...." ucap nya mesra.
"Hmm....aku juga bee, tapi kenapa beberapa hari ini kamu selalu mengatakan itu?" Mia merasa heran dengan sikap Kevin beberapa hari ini.
"Itu agar kamu tidak pernah lupa bee....bahwa aku hanya mencintaimu saja, bahkan sangat-sangat mencintaimu" balas nya dengan sangat mesra lagi.
Wajah Mia seketika memerah, dia tersipu malu dengan ucapan Kevin barusan. "Kalau begitu peluk aku?" Mia merentang kan tangan nya meminta pelukan dari sang suami.
Tak menunggu lama, Kevin langsung menarik Mia ke dalam dekapan nya. Begitu pun Mia yang memeluk erat balik tubuh Kevin. Kebahagiaan Mia hampir mencapai puncak nya.
.
.
__ADS_1
TBC.