Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
KECEWA


__ADS_3


Flashback


Beberapa jam sebelum nya....


Saat ini Kevin tengah berbincang bersama para Investor dan juga Aaron. Kevin melirik arloji di tangan kiri nya. Sudah hampir pukul tengah malam.


Dirinya mulai gusar memikirkan sang istri, Kevin pun berpamitan kepada para Investor itu. Jika dirinya harus kembali menemani istri nya. Para Investor pun menanggapi nya dengan positif, mereka memahami maksud Kevin.


Kevin pun berlalu meninggalkan mereka semua termasuk Aaron. Dia melirik dengan tersenyum miring. Saat itu juga ada seorang pelayan yang mendekati Aaron.


"Tawarkan minuman ini kepada nya, ingat buat lah dia meminum nya!! Jika gagal aku tidak akan memberikan bonus padamu" bisik Aaron sembari memasukan sebuah pil ke dalam minuman berwarna merah. Lalu di guncang-guncang nya hingga pil itu larut.


Pelayan itu pun mengangguk dan langsung berjalan menghampiri Kevin. "Tuan silahkan minuman nya....." pelayan itu menawarkan minuman terhadap Kevin.


Tanpa pikir panjang Kevin langsung mengambil nya, karna memang sedari tadi dia begitu haus. Berbincang lama dengan para Investor membuat tenggorokan nya mengering. Kevin meneguk habis segelas minuman berwarna merah yang telah di isi oleh pil tadi.


Pelayan itu pun berlalu pergi meninggalkan Kevin, sembari mengacungkan jempol kepada Aaron yang berada di ujung sana. Nampak Aaron tersenyum puas, dia terus memperhatikan Kevin. "Lihat saja apa yang akan terjadi padamu...." gumam nya.


Seketika langkah Kevin terhenti, kepala nya tiba-tiba terasa pusing. Tenggorokan nya semakin cekat dan memanas. Pandangan nya pun kabur.


Kevin melangkah dengan sempoyongan ke arah toilet. Sesampai nya di dalam toilet dia membuka jas dan dasi yang melilit di kerah kemeja nya. Panas, gerah, dan cekat yang kini di rasakan oleh Kevin.


Dia menatap dirinya di kaca wastafel, matanya sayu dan keringat bercucuran di kening nya. "Sial....apa yang terjadi padaku? Minuman apa yang di berikan pelayan tadi?" gumam Kevin sembari mengusap keringat nya di kening. Sesaat kemudian dia pun jatuh pingsan tidak sadarkan diri.


Sedangkan di sisi lain, sama hal nya dengan Anna. Saat dia sedang berada di balkon, menatap langit malam yang indah. Tiba-tiba datang pelayan menawarkan nya minuman. Anna pun meraih gelas minuman itu lalu meneguk nya habis.


Beberapa saat kemudian dia mengalami hal yang sama dengan Kevin. Tenggorokan nya mengering, kepala yang pusing, serta keringat yang bercucur deras.

__ADS_1


Karna merasa gerah, Anna segera berlari dengan langkah lunglai menuju kamar nya. Kamar dengan angka 180C. Sesampainya di dalam kamar Anna langsung membuka paksa gaun dan semua yang ia kenakan. Hingga polos tanpa sehelai benang pun, Anna merebahkan tubuhnya di dalam bak mandi berisi air dingin. Tidak lama kemudian Anna pingsan tidak sadar kan diri.


Bangun-bangun Anna sudah berada di tempat tidur. Dia begitu terkejut dengan posisi tubuh nya yang sedang di tindih oleh seorang lelaki. Anna berusaha memberontak tapi tubuh nya masih lemas.


Terlebih tenaga lelaki itu lebih kuat, Anna bisa melihat mata sayu nya. Tatapan nafsu yang tinggi, seketika itu juga Anna tiba-tiba tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Saat lelaki itu sudah mulai menggagahi tubuh nya.


Lelaki yang tak lain adalah Kevin.....


Saat itu Kevin benar-benar hilang kendali, dia seperti orang yang sedang kehausan akan bercinta. Dia tidak sadar jika saat ini dia sedang menggagahi seorang gadis. Tapi di penglihatan Kevin adalah Mia istri nya. Akhirnya terjadilah sesuatu yang sabgat tidak di harapkan oleh kedua nya. Mereka sama-sama telah masuk ke dalam jebakan permainan Aaron.


Flashback Off


*****


Arsen membopong Mia untuk berdiri kembali. Kemudian datang Aaron yang juga ikut membantu Mia. Dengan sok perhatian nya Aaron mencoba menenangkan Mia yang menangis.


"KEVIN.....hiks...hiks..." teriak Mia di tengah tangisan nya.


Kevin hendak beranjak, namun seketika dia sadar jika dia sedang tidak mengenakan apa-apa. Mata Kevin langsung menoleh ke arah sampingnya. Dia terkejut bukan main saat melihat seorang gadis, yang tertidur bertutup selimut.


Sontak Kevin langsung mengedarkan pandangan menatap sekeliling nya. "Aku benar-benar kecewa terhadap mu...." bentak Mia yang masih menangis.


Mata Kevin membulat, tak percaya dengan situasi ini.  Apa yang harus dia katakan kepada istri nya. Dia saja bingung kenapa dia bisa berada di kamar itu bersama seorang gadis.


"Bee....kamu jangan nangis, aku bisa jelasin!! Ini tidak seperti yang kamu pikir" ucap Kevin terbata-bata.


"Apa lagi yang perlu di jelaskan....ini semua sudah jelas aku mengerti apa yang terjadi" ucap Mia dengan nada tinggi.


"Bee...aku berani bersumpah, aku juga tidak sadar dan tidak ingat apa yang terjadi" sahut Kevin.

__ADS_1


"Aku gak percaya...." lirih Mia.


Tiba-tiba Anna pun terbangun dan mengedarkan pandangan nya. Betapa ia terkejut melihat Arsen, Mia dan Aaron yang sedang berdiri di hadapan nya. Saat menoleh ke kiri, dia lebih terkejut lagi saat melihat Kevin.


"Anna....aku benar-benar tak menyangka kamu dan Mr.Kevin berbuat seperti ini, kalian telah menyakiti hati Mia" ucap Aaron dengan wajah palsu nya.


Sontak semua mata tertuju pada Aaron. Kevin menatap Aaron dengan tajam, sedangkan Mia menatap nya dengan heran. Mia pun menolehi gadis tersebut, berharap bukan Anna yang dia kenal.


"Anna?" mata Mia membulat, semakin ia merasa sesak.


"Kakak cantik, ini tidak seperti yang kamu pikir!! Tolong percaya padaku...." lirih Anna, dia benar-benar bingung.


"Bisa-bisa nya kalian bermain di belakang ku, dan juga Anna aku kira kamu tulus ternyata kamu busuk......kalian berdua sama-sama brengsek" maki Mia yang sudah kehilangan kesabaran.


Dia pun langsung berlari keluar dari kamar tersebut, lalu disusul oleh Aaron. Tetapi sebelum Aaron pergi, sempat-sempat nya dia tersenyum miring ke arah Kevin. Seketika itu Kevin kembali teringat senyiman licik Jimmy sebelum dia membawa Nathan jatuh bersama nya dari Rooftop Gudang kosong waktu itu.


Kevin mengacak rambut nya sendiri dan mengusap wajah nya dengan kasar. Dia benar-benar frustasi dengan kejadian ini, yang bahkan tidak di ingat nya.


Sedangkan Arsen dia terpaku diam, perasaan nya hancur. Sama syok nya dengan Mia, seperti mimpi bagi Arsen. Melihat sang bos bersama dengan Anna.


"Arsen cepat kamu cari tahu siapa pelayan yang memberikan ku minuman tadi malam, dan cek cctv di ruang Fast control " perintah Kevin pada Arsen.


"Baik bos...." ucap Arsen.


Sebelum dia pergi, Arsen sempat melirik Anna. Dengan menggelengkan kepala nya tatapan mata Arsen menggambarkan kekecewaan yang mendalam terhadap Anna.


Anna hanya menunduk, dia merasa tidak pantas menatap Arsen. Saat ini dia sudah membuat banyak hati yang tersakiti. Kenapa tuhan memberikan cobaan seperti ini pada nya....


.

__ADS_1


.


TBC.


__ADS_2