Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
Sama-sama salah...


__ADS_3

Setelah selesai mandi Kevin dan Mia bersiap-siap untuk segera tidur. Dengan posisi memeluk tubuh sang istri dari belakang di atas tempat tidur. Kevin menenggelamkan wajah nya dari balik rambut Mia, yang menebarkan wangi kesukaan Kevin.


"Bee....apa kamu sudah tidur?"


Mia memanggil dengan mengelus-elus tangan Kevin yang melingkar di perut nya. Kevin yang sudah hampir masuk ke dalam mimpi itu mendengarnya.


"Hmm....ada apa bee?"


Sahut Kevin setara dengan deheman, sembari menguap dan mengeratkan pelukan nya. Meskipun dia menyahut tapi mata nya masih menutup.


"Apa kamu tidak ingin menjelaskan padaku? Apa yang terjadi saat kamu di Gangnam?" tanya Mia kembali ragu-ragu.


Seketika Kevin membuka matanya, benar sekali. Dia harus memberi tahu sang istri apa yang dilakukan nya disana. Terlebih masalah kejadian gila tadi. Dia tidak mau jika Mia menilai nya terlalu tertutup. Sedangkan dari dulu Kevin tidak pernah menutupi apa pun dari Mia. Jadi untuk tetap mendapat kepercayaan sang istri, Kevin harus jujur dan terbuka.


Dia membalikan tubuh Mia menghadap ke arah nya. Mia nurut aja dan berbalik menghadap Kevin. Mata mereka saling menatap dengan jarak yang sangat dekat.


Kevin bisa melihat kecemasan yang teramat, dari manik indah mata sang istri. Di usap nya lembut kepala dan pipi Mia.


"Kamu mau tau semuanya?" ucap Kevin tersenyum, Mia membalas nya dengan mrngangguk.


Akhirnya Kevin menceritakan semua yang terjadi. Dari awal mereka melakukan interogasi di gudang lama waktu itu, serta perjanjian Kevin antara tersangka Lee Seung Hyun, hingga tujuan dan kejadian gila di Gangnam hari ini. Yang menyebabkan mobil nya mengalami kerusakan parah, juga kepala Arsen yang terluka. Semua nya ia ceritakan tidak terlewat satu pun.


Mia terhenyak diam mendengarkan sang suami yang menjelaskan secara detail. Sesekali ia menggeleng dan menarik nafas dalam-dalam. Mendengar cerita yang se sadis dan tragis itu membuatnya sesak sendiri. Tak percaya jika Aaron benar-benar berbuat hal jahat seperti itu.


Dia kembali teringat saat bertemu Aaron di pusat perbelanjaan pagi tadi. Semoga saja perkataan nya kepada Aaron saat itu. Tidak membuat Aaron semakin nekat dan melakukan hal-hal jahat lagi. Melainkan dia harus menerima kenyataan bahwa dia dan Mia tidak di takdirkan bersama. Memaksa kan kehendak akan semakin membuat keadaan memburuk.


Benci? Marah? Kecewa? Sedih? Tentu saja Mia merasa begitu. Tapi dia juga tidak mau menyalahkan Aaron sepenuhnya. Melainkan dia juga berperan salah, seharusnya dari awal dia sudah bisa memberikan kepastian yang jelas. Mengatakan jika tidak akan ada kesempatan untuk nya lagi, karna Mia sudah milik Kevin seutuhnya.


Jika saja waktu itu dia berkata seperti itu, dan tidak membuat Aaron kembali menaruh harapan padanya. Semua ini tidak akan terjadi. Kevin dan Anna tidak akan mengalami hal tersebut. Dan juga tidak akan ada kejadian-kejadian mengerikan selama beberapa hari ini.


"Aku harap kamu bisa mengerti dan berhenti melakukan hal jahat kepada Kevin, karna itu akan sangat menyakiti hatiku Aaron.......dari dulu sampai sekarang aku percaya jika kamu bukan lah type orang seperti itu, dan aku juga tidak menyalahkan mu sepenuhnya....hanya waktu saja yang kurang tetap, maafkan aku karna hatiku hanya satu dan itu hanya milik suamiku Kevin......" batin Mia.

__ADS_1


Lama Mia berdiam diri, membuat Kevin heran. Apa yang sedang dipikirkan sang istri hingga termenung seperti itu.


"Honey...." Kevin mengusap kepala Mia, membuatnya seketika tersadar.


"Hah? Iya bee, kamu bilang apa tadi? Maaf aku gak dengar...hehehe" sahut nya gugup, Mia mencoba untuk tersenyum paksa. Tidak ingin sang suami menerka yang tidak-tidak.


"Hmm....pasti kamu sudah ngantuk yah, makanya gak fokus" Kevin membalas senyuman sang istri.


Cups.....


Satu kecupan hangan dan lembut mendarat di kening sang istri. "Tidurlah bee.....good night" ucap nya sembari mendekap Mia ke dalam dada nya.


"Good night to bee....." Mia membalas dekapan Kevin dengan sangat erat, menghirup aroma tubuh suaminya yang selalu membuatnya merasa nyaman.


Sambil mengusap-usap rambut Mia, Kevin ikut menutup matanya.


"Aku sangat mencintai mu bee, maafkan aku yang sudah membuatmu terluka....." batin Kevin.


Bagaimana bisa dia menyakiti orang yang sangat dia cintai. Membayangkan betapa sakit hatinya Mia padanya, membuat hati Kevin merasa sesak sendiri. Kembali cairan bening keluar dari sudut mata nya, di dekapnya lebih erat tubuh Mia.


Cups....


Cups....


Cups....


Dia mencium beberapa kali pucuk kepala wanita tercinta nya itu. Sangat takut dia kehilangan, apalagi sampai tidak bisa melihat wajah cantik nya. Yang selalu membuat dirinya merasa teduh dan nyaman.


Tak berselang lama, akhirnya Kevin sudah tertidur. Memasuki alam bawah sadar nya, berharap mimpi indah.


 

__ADS_1


Keesokan harinya di kantor.....


Kevin bekerja sendiri, karna Arsen tidak masuk kerja. Tetapi beberapa pekerjaan, dia tetap dibantu oleh sekertaris cadangan nya.


Arsen tidak masuk kerja, karna tubuhnya drop mengharuskan nya untuk beristirahat dirumah. Kevin bukan lah orang yang kejam, jika anak buah nya sakit tidak mungkin dia akan memaksa nya turun kerja. Karna dia fikir Arsen juga manusia, ada saat dimana dia sakit, marah, emosi, dan sedih. Karna itu Kevin santai dan memaklumi nya.


Terlebih Arsen jatuh sakit, akibat kejadian di Gangnam kemarin. Tubuh nya drop dan sangat lemah, mengingat betapa kuatnya guncangan mobil saat tertabrak. Apa lagi posisi Arsen yang berada di balik kemudi, yang sangat memungkin kan dia terluka parah. Untung saja hanya kepala nya yang berdarah. Tapi tidak tahu jika ada bagian dalam nya yang terluka. Kevin memutuskan untuk menjenguk asisten nya itu sehabis pulang kerja sore nanti.


Waktu berjalan dengan sangat cepat, tidak terasa sudah waktu nya makan siang. Kevin beranjak dari kursi kerjanya. Merapikan jas nya, dia hendak keluar makan siang. Jika biasanya dia makan siang bersama Arsen, tapi kali ini dia terpaksa harus makan siang sendiri.


Setelah menyerahkan beberapa pekerjaan kepada sekertaris cadangan nya, Kevin pun berjalan memasuki lift.


Tidak sengaja saat hendak masuk ke dalam lift, dia berpapasan dengan Aaron dan sekertarisnya. Di dalam lift yang bergerak turun menuju lobby. Kevin hanya diam dan memasang raut wajah datar. Tidak ada tanda-tanda darinya untuk menyapa pria brengsek di sebelah nya itu.


"Apa kamu punya waktu?" Aaron memulai pembicaraan.


Kevin mendengus kesal, dia pun melirik Aaron dengan tajam. "Tidak bisa kah kita berpura-pura tidak kenal?" cetusnya kasar.


Aaron tersenyum mendapat cacian Kevin yang secara tidak langsung itu. "Ada yang ingin ku bicarakan padamu, bagaimana jika kita makan siang bersama Mr.Kevin....".


Lagi-lagi Kevin mendengus, ingin sekali dia menonjok wajah Aaron saat itu juga. Namun tidak di lakukan nya, mengingat profesionalitas terjunjung tinggi dalam dirinya.


"Baiklah...." akhirnya Kevin setuju. Aaron pun segera memerintahkan sekertarisnya untuk memesan tempat di restaurant terdekat.


.


.


TBC.


Jangan lupa like, koment, dan vote nya....happy reading guys🖤🖤🖤🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2