
PLAK....
AAaaaaa.......
DASAR PELACUR.....
PLAK....
BERANI NYA KAMU MELUDAHI KU.....
PLAK....
PLAK....
PENGECUT KALIAN SEMUA.....
Arsen tersentak kaget. Saat mendengar suara gaduh dari dalam ruangan yang kinibada di depan nya itu. Pintu nya masih tertutup rapat. Suara tamparan dan makian seorang pria beberapa kali terdengar. Serta suara erangan Anna dan suara gadis itu sedang memaki. Arsen semakin yakin Anna ada di ruangan tersebut.
Arsen meraih gagang pintu ruangan itu. Dari sela yang kecil mata Arsen mengintip ke dalam ruangan itu. "Anna....." terbelalak saat melihat Anna duduk di sebuah kursi dengan tangan dan kaki yang terikat.
Anna di kelilingi sekitar sepuluh orang pria. Bahkan beberapa di antara nya ada yang membawa senjata api dan senjata tajam. Arsen meneguk salivanya ada perasaan takut sedikit di dalam hatinya. Tapi ditepis nya jauh-jauh. Arsen meyakinkan dirinya untuk membantu dan menyelamatkan Anna. Tidak ada yang perlu dia takuti.
Tapi.....
Bagaimana jika dia kalah? Dan dia mati di tembak atau ditusuk dengan senjata tajam? Anna akan semakin dalam bahaya. Arsen sangat kebingungan. Apa yang harus dia lakukan.
PLAK....
AWWH......
Suara tamparan keras kembali terdengar seiring dengan suara erangan Anna. Tangan Arsen mengepal. Dadanya berdebar-debar. Darah nya seakan mendidih. Melihat Anna gadis yang dia cintai ditampar dengan sangat kuat oleh tangan kekar itu.
__ADS_1
Sakit....
Pasti sangat sakit sekali. Membayangkan nya saja perih. Apalagi Anna yang merasakan nya. Dari posisi Arsen yang masih sedikit jauh saja. Sangat jelas jika pipi Anna memerah akibat tamparan keras itu.
Arsen pun merogoh ponsel di saku nya. Dia menatap lama ke arah layar ponselnya yang bertuliskan kontak panggilan "Bos Kevin". Ragu-ragu untuk menekan nya.
Canggung dan merasa tidak pantas untuk menghubungi bos nya itu. Arsen mengalami rasa dilema yang begitu dalam. Tapi apa boleh buat.
Kesampingkan semua perasaan yang bercampur aduk itu. Satu-satu nya yang penting sekarang adalah Anna. Arsen harus menghubungi Kevin dan meminta bantuan. Keselamatan Anna yang terpenting.
Arsen langsung menekan tombol panggilan. Menunggu beberapa detik tidak lama kemudian panggilan terhubung.
"Hallo....." suara berat dengan intonasi datar dari seberang panggilan. "Siapa ini?"
Arsen menjauhkan ponselnya lalu menarik nafas dalam-dalam. "Hallo bos....." ucap Arsen dengan suara berbisik pelan.
Dari sebrang sana suara menjadi hening. Tidak ada sahutan sama sekali. Arsen menjadi sedikit gusar.
"Iya ini aku Arsen bos...."
"...A-ada sesuatu....bukan-bukan tapi aku ingin meminta bantuan mu" lanjut Arsen tergagap.
"Tapi kenapa? Kenapa kamu meminta bantuan ku? Bukan kah kamu sudah pergi dan tidak ingin aku ganggu lagi....hiduplah dengan tenang bersama Anna dan lupakan semua tentang ku, aku tidak akan mengganggu kalian..."
"Bu-bukan begitu maksudku bos....tapi--"
BRAKK.....
MATI KAMU JALANG....
AAAA...TOLONG....LEPASKAN AKU...
__ADS_1
Arsen terkejut saat mendengar rintihan Anna meminta tolong. Mata Arsen kembali mengintip ke dalam ruangan itu. Betapa kagrtnya dia saat melihat pria itu mencekik gadis nya. Tanpa ia sadari Kevin yang sedang berada di sebrang panggilan telpon nya. Ikut mendengar suara tersebut.
"Arsen....hallo..."
"Hallo....apa yang terjadi pada Anna? Dimana kalian...."
"Arsen...Arsen...."
Kevin nampak gusar setelah mendengar suara tersebut. Dia terus memanggil-manggil Arsen. Dan yang dipanggil hanya diam membuat Kevin semakin panik.
"Kami berada di gedung ***** tolong berikan bala bantuan kesini, Anna di culik oleh beberapa pria kekar yang seperti preman jalanan....tidak tahu alasan nya tapi yang jelas kini Anna sedang dalam bahaya......."
"Baiklah aku akan meminta Jungmo datang dan mengirimkan bantuan kesana.....jangan bertindak gegabah...."
"Bos maafkan aku.....aku benar-benar minta maaf dan menyesal atas perbuatan ku.....aku siap menerima hukuman apapun darimu......maafkan aku...."
"Apa maksudmu? Arsen....hallo....Arsen-----"
Panggilan terputus seketika. Arsen memasukan kembali ponselnya kedalam saku. Lalu mengedarkan pandangan nya mencari barang yang bisa dia gunakan untuk melawan pria-pria itu. Dapatlah dia sebuah balok.
BRAKKK.....
Tendangan Arsen yang sangat keras membuat pintu ruangan itu terhempas ke lantai. Para pria itu terkejut dengan sosok Arsen yang tiba-tiba muncul itu.
"SIAPA KAMU....BRENGSEK....BERANI NYA KAMU MASUK KE TEMPATKU......SIAPA PUN YANG SUDAH MASUK TIDAK AKAN BISA KELUAR HIDUP-HIDUP DARI SINI......"
"HABISI DIA...."
Pria kekar bertato yang berdiri di sebelah Anna itu sepertinya adalah bos nya. Dengan tangan nya yang menjambak rambut Anna hingga kepala nya terhentak ke arah atas itu. Memerintahkan anak buah nya untuk menghabisi Arsen.
TBC.
__ADS_1
Note : Jangan lupa untuk like dan vote, biar aku tambah semangat untuk up nya. Happy Readings🌹🌹🌹