
Kini mereka duduk berhadapan sambil menyantap makan siang masing-masing. Di sebuah restaurant mewah yang miliki tempat privasi tersendiri.
"Aku akan pergi...." ucap Aaron di tengah santapan nya.
Seketika Kevin terhenti, kemudian lanjut memakan makanan nya. Seolah tidak mendengar ucapan Aaron. Kevin pikir paling yang ingin dikatakan nya tidak penting dan pastinya akan membuat dia marah.
"Aku akan kembali ke Beijing......untuk urusan kerja sama kita, aku akan mengirim seseorang secepatnya. Tetapi untuk sementara sekertarisku yang akan bolak-balik Beijing-Seoul untuk mengurus semua nya......" tutur Aaron panjang.
Kevin mendengar saja apa yang dikatakan nya, tapi di masih tetap menyantap makanan nya. Membiarkan Aaron mengoceh sendiri.
"Jaga dia baik-baik, dia adalah wanita yang luar biasa....." ucap Aaron.
Seketika Kevin menghentikan gerakan tangan nya, lalu menyeka mulut dengan sapu tangan. "Siapa yang kamu maksud?" menatap tajam Aaron.
Aaron tersenyum tipis, karna dia sengaja berkata seperti itu. Agar Kevin merespon ucapan nya. "Aku akan mundur sepenuhnya, dan membiarkan mu memiliki Mia seutuh nya...." ucap Aaron tanpa dosa. Seolah-olah Mia milik nya.
Kevin mendengus kesal, kemudian memutar bola matanya menatap tajam Aaron. Bahkan dia mendorong piring di depan nya dengan kasar hingga mengenai gelas. Alhasil minuman dalam gelas itu tumpah membasahi seluruh meja dan makanan yang masih tersisa di piring Aaron.
"Bukan kah dia istriku, sudah seharusnya dia milik ku seutuh nya....Sampai kapan pun, bahkan sampai dia menua dan mati......tidak akan ada yang bisa mengambilnya dariku" ucap Kevin dengan penuh penekanan dan ancaman.
"Hahaha.....terserah padamu, yang jelas jangan pernah membuatnya menangis lagi" Aaron tertawa sambil mengusap wajah nya sendiri.
Kevin yang sudah terlanjur tersulut emosi, dia pun beranjak. Ingin dia menonjok wajah Aaron seperti waktu itu, tapi dia begitu muak melihat wajah nya.
"Heh.....maaf aku tak punya waktu untuk omong kosong mu, jangan pernah menampakan wajah mu lagi di depan ku" Kevin terkekeh dengan tatapan sinis nya.
Kemudian dia melangkah pergi meninggalkan Aaron.....
Sore harinya.....
Kevin termenung menumpu dagu dengan tangan nya di atas meja. Dia memikirkan kembali sikap dan perkataan Aaron saat makan siang tadi. Apa ucapan nya itu serius.....
__ADS_1
Tiba-tiba saja Kevin tersentak kaget, saat ponsel yang berada di saku celana bergetar dan berdering sangat nyaring. Cepat-cepat dia merogoh sakunya, melihat siapa yang menghubungi nya.
Sunggingan senyuman pun tercipta, melihat wanita yang dicintai nya lah yang menelpon.
"Hallo bee..." sapa Kevin dengan lembut pada Mia di seberang panggilan.
"Aku memasak makan malam kesukaan mu bee, pulang agak cepat yah" ucap Mia.
"Hmm...maaf bee, aku pulang nya agak telat....karna aku akan menemui Arsen di rumah nya, katanya dia sakit" jelas Kevin, merasa sedikit tidak enak.
"Baiklah bee, aku tunggu kamu...kita makan malam bersama yah" jawab Mia.
"Maaf yah honey.....aku akan usahakan pulang cepat" ucap Kevin lagi meminta maaf.
"Gak apa-apa bee, aku ngerti kok......kalau begitu sudah dulu yah!! Aku mau periksa para pelayan terlebih dahulu" nada suara Mia seperti terpaksa senyum.
"Baiklah bee....bye"
"bye....."
Meskipun Mia berkata tidak apa-apa, tapi tetap saja Kevin merasa tidak enak. Karna dia sangat tahu bagaimana sifat sang istri. Dia tidak akan menampakan kekecewaan nya, jika hal itu masih di batas wajar. Tapi jika seperti waktu di resort itu, Mia benar-benar menampakan rasa kecewa nya terhadap Kevin. Itu berarti hatinya sakit sekali, dan di luar batas wajar.
Kevin melirik arloji di tangan kirinya, sudah pukul 6 sore. Sudah pas waktunya, dia pun bersiap-siap hendak pulang. Dia berjalan keluar dari ruang kerjanya menuju lift. Nampak beberapa karyawan menunduk hormat saat berpapasan dengan nya.
Seketika langkah kaki nya terhenti, saat melewati ruang kerja yang biasa di tempati oleh Aaron. Dia melihat ruang kerja itu sudah hampir bersih dari barang-barang pria tersebut. Kevin pun melanjutkan langkah nya memasuki lift dan turun ke lobby.
Di lobby dia sudah di sambut oleh anak buah, yang sengaja dia perintah untuk membawa mobilnya ke lobby dari parkiran.
"Ini tuan kuncinya....silahkan masuk"
Kevin meraih kunci mobil dan segera masuk. Mobil pun melaju meninggalkan kantor nya. Diperjalanan menuju rumah Arsen, Kevin tak henti-henti nya memikirkan Aaron.
"Apa dia benar-benar serius dengan ucapan nya?" batin Kevin.
__ADS_1
Saat sudah mulai dekat dengan rumah Arsen. Mobil Kevin tidak bisa masuk ke dalam daerah rumah Arsen. Karna ada pasar dadakan yang di gelar warga sekitar, untuk merayakan hal yang berbasis budaya. Mau tidak mau Kevin harus memarkirkan mobil nya di tempat parkir yang sedikit jauh.
Dia berjalan menyusuri pasar tradisional yang menjual berbagai macam barang-barang kuno. Semua pandangan mata tertuju padanya, bagaimana tidak jika hanya Kevin yang berpakaian formal kerja melewati pasar itu.
Para penjual yang rata-rata wanita paruh baya, bersahutan menyapa Kevin. Dengan cara menawarkan barang jualan mereka. Kevin membalas nya dengan senyuman saja. Dia harus tetap sopan kepada orang tua.
Tetapi dari semua barang, mata Kevin tertuju pada satu barang. Sebuah gelang berwarna hitam dengan liontin berbentuk love. Dia pun menghampiri penjual gelang itu.
"Permisi.....apa boleh saya melihat gelang itu" tunjuk Kevin pada gelang yang ditaksir nya itu.
"Aiggoo....tampan sekali, gelang ini sangat cocok untuk kekasih mu.....berikan padanya agar dia selalu di berikan kesehatan dan kebahagiaan dalam hidupnya...." tutur wanita tua yang menjualnya, dia memberikan gelang tersebut pada Kevin.
Kevin tersenyum lebar mendengar ucapan sang wanita tua itu. "Nee....Khamsahamnida.....aku akan membeli ini dan memberikan nya pada wanita ku" ucap Kevin sembari tersipu malu dengan menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Aigoo.....tidak perlu malu-malu, nampak jelas jika kamu sangat mencintai nya"
Wanita tua itu pun kembali menggoda Kevin, membuatnya wajah nya memerah. Di berikan nya gelang itu, lalu Kevin membayar nya dengan sesuai harga.
Setelah membeli gelang itu, Kevin melanjutkan jalan kaki nya menuju rumah Arsen. Di sepanjang jalan dia terus-menerus memegangi dan memandangi gelang tersebut. Dia nampak sangat bahagia, bahkan Kevin tak berhenti tersenyum.
"Bee....aku yakin kamu pasti akan menyukai gelang ini, semoga ucapan nenek itu benar....bahwa kamu akan selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan..." batin Kevin.
Sampailah dia di perempatan jalan, langkah nya terhenti kembali saat berpapasan dengan seorang gadis. Dia nampak terkejut, begitu pun dengan gadis itu. yang tak lain adalah Anna. Anna membawa beberapa totebag makanan di tangan nya.
Saat melihat Kevin dia jadi gugup dan kebingungan. Kenapa dia harus bertemu lagi dengan lelaki itu secara tidak sengaja seperti ini.
Anna membuang muka ke arah lain, dia berjalan terus hendak melewati Kevin. Berpura-pura tidak mengenal lelaki tampan itu.
Namun tiba-tiba saja ada seorang murid berlarian dan tidak sengaja menabrak Anna. Membuat satu totebag yang dia bawa jatuh ke tanah, dan membuat isi nya berserakan. Untung saja ternyata isi totebag itu hanyalah ramen instan.
"YAAA.....kalian kalau jalan hati-hati dong" Anna meneriaki murid-murid itu. Cepat-cepat fia langsung memunguti satu persatu ramen instan nya.
.
__ADS_1
.
TBC.