
*****
Kini Mia sedang berdiri didepan cermin besar yang ada dikamarnya. Mendapatkan hadiah dress berwarna putih diatas lutut, yang sangat indah. Ditambah satu kelebihan dress tersebut yang Mia sukai. Yaitu sederhana, tidak banyak pernak-pernik yang berlebihan. Kevin sangat mengerti apa yang disukai dan tidak disukai oleh sang istri.
Gaun tersebut sangat cocok untuk Mia, dia terlihat sangat cantik dan anggun dengan rambut yang terurai. "Sudah selesai....bee pasti sudah menungguku dari tadi" ucap Mia sembari menyemprotkan parfum ke tubuhnya.
Setelah itu dia mulai bergegas keluar dari kamar nya. Dari atas sana Mia bisa melihat para tamu undangan sudah hadir semua. Bahkan mereka tengah duduk dimeja makan yang sangat panjang itu, mengobrol sambil menunggu pelayan menyajikan makanan.
Terlihat juga Kevin yang duduk dikursi paling utama seperti dia bintang nya malam ini. Disisi kirinya terdapat kursi kosong yang pastinya akan ditempati Mia sang istri. Disebelah kursi kosong tersebut ada Sheila, dan disebelah nya lagi ada Arsen.
Mia menapaki satu demi satu anak tangga, berjalan anggun layaknya tuan putri. Kevin menoleh kearah Mia, begitu pun semua para tamu undangan. Mereka semua terpukau akan kecantikan Mia yang menawan. Aura nya terbuka lebar, membuat semua pasang mata tak bisa berhenti menatap nya.
Terdengar suara hiruk-pikuk dari para tamu yang sebagian besar adalah lelaki. Bertanya-tanya akan siapakah gerangan wanita cantik tersebut. Yang mereka tahu jika Kevin sudah menikah selama dua tahun, tapi tidak tahu bagaimana rupa dari istrinya.
Tetapi diujung sana, tepatnya disebelah kanan kursi Kevin. Ada seorang pria yang lebih terkejut dari semua orang diruangan itu. Seperti terjatuh di dalam sebuah jurang, yang sangat dalam. Ada perasaan sakit yang dirasakan Aaron di dalam hatinya.
Kevin beranjak dari kursi nya, lalu menghampiri Mia yang tinggal menuruni satu anak tangga lagi. Dia tersenyum dan meraih tangan Mia. Menggandengnya menuju meja makan.
Mendapat perlakuan manis Kevin, Mia begitu bahagia. Wajah cantiknya menjadi sempurna ditambah senyuman nya yang menawan.
Kevin merangkul pinggul ramping Mia. "Kamu sangat cantik dan wangimu begitu menggoda bee, aku tidak sabar ingin mencicipimu nanti malam" bisik Kevin sensual ditelinga Mia.
Mata Mia membulat, dan dia langsung menoleh sang suami. "Apaan sih bee, mesum jangan disini!? Nanti ada yang dengar malu tau..." ucap Mia pelan dengan tersenyum.
Cups....
Kevin pun mengecup kening Mia dengan sangat romantis. Membuat para tamu undangan semakin riuh menyoraki keduanya. Sedangkan Aaron masih diam dalam kekesalan nya. Tangan nya mengepal sempurna.
__ADS_1
"Untuk semua tamu undangan yang terhormat, perkenalkan ini Mia Louis istri sekaligus penyemangat hidupku...." ucap Kevin memperkenalkan Mia dengan bangganya, kepada semua tamu.
Mereka semua memberikan pujian, ucapan selamat, bahkan ada yang bertepuk tangan. Merasa kalau Kevin dan Mia sangat serasi dan cocok.
Mia tersenyum sopan kepada semua tamu, pandangan nya menyapu satu persatu wajah tamu-tamu itu. Tetapi pandangan Mia terhenti pada satu titik, yang juga orang terakhir dilihatnya. Yaitu Aaron....
"Apa tidak salah liat? Memang benar dia kan" batin Mia.
Aaron pun berdiri dari duduk nya, lalu tersenyum manis kepada Mia. Mia pun membalas senyuman Aaron, dan semakin yakin dengan isi hatinya.
"Lama tidak berjumpa...." sapa Aaron dengan percaya diri.
"Aaron...." lirih Mia.
*****
Kevin menepuk pundak Mia yang masih tertegun itu, membuatnya tersadar. "Bee.....ayo duduk" ucap Kevin datar dan dingin. Mia pun nurut dan langsung duduk dikursinya, yang berhadapan langsung dengan Aaron.
Aaron masih lekat tak mengedarkan pandangan nya terhadap Mia. Sedangkan Mia hanya menundukan pandangan nya. Karna dia merasa jika Kevin pasti tidak suka jika dia memandang pria lain.
Kevin melirik tajam Aaron yang tak berkedip itu. "Mr.Aaron....apa ada yang ingin anda ucapkan kepada istri saya?" tanya Kevin dingin.
Arsen, Sheila dan Mia menoleh bersamaan kearah Kevin. Mendengar nada bicara Kevin yang dingin dan menakutkan itu. Membuat suasana menjadi menengangkan.
Aaron pun tersadar dari lamunan indah nya yang terlukis diwajah cantik Mia. Dia menanggapi pertanyaan Kevin dengan santai nya.
"Maafkan saya Mr.Kevin......saya begitu terpukau dengan kecantikan istri anda" ucap Aaron dengan lancang nya. Membuat darah Kevin seketika mendidih. Terbakar oleh api cemburu.....
Kevin menghela nafas nya dengan kasar. "Terima kasih atas pujian anda untuk istri saya Mr.Aaron" ucap Kevin mencoba untuk tenang, dan tidak tersulut emosi.
__ADS_1
Aaron tertawa renyah, berhasil membuat Kevin emosi dan marah. Meskipun di dalam hatinya saat ini dia merasakan pedih. Mengetahui kebenaran yang begitu menyakitkan.
Singkat cerita.....
Mia dan Aaron adalah teman satu jurusan waktu di kampusnya. Begitu pun Rens dan Tara, mereka juga sangat mengenal Aaron. Tetapi mereka tidak tahu jika Aaron adalah adik Frans musuh Nathan. Mereka juga tidak tahu tentang Frans, Nathan, dan Sheila. Karna tidak ada juga yang bersedia bercerita atau pun memberitahukan mereka.
Aaron sudah menyukai Mia sejak dulu, bahkan terkadang Aaron sengaja meninggalkan kelas hanya untuk menemui Mia ditoserba tempat dia bekerja paruh waktu. Tapi sayang nya Mia tidak membalas perasaan nya itu, karna dia tidak merasakan apa-apa terhadap Aaron. Melainkan hanya sebatas teman saja.
Tetapi itu tidak mematah kan semangat Aaron, sudah menjadi teman Mia saja sudah cukup baginya. Sampai pada akhirnya setelah semester dua selesai. Aaron tidak pernah lagi bertemu Mia. Alias Mia menghilang begitu saja tanpa jejak. Bahkan simpang siur gosip, mengatakan jika Mia telah menikah dengan seorang pria dewasa kaya raya.
Sampai sekarang pun Aaron tidak mempercayai berita tersebut, dia masih mencari-cari informasi Mia diam-diam.
Melihatnya sendiri dengan mata kepalanya sekarang ini, barulah Aaron percaya dengan gosip tersebut. Hati Aaron hancur berkeping-keping melihat Mia bergandengan dengan Kevin, sebagai istrinya.
Kevin melirik Arsen dan mengisyaratkan kepada nya, untuk mengambil alih dan bertindak. Arsen mengangguk dan langsung berdiri.
"Baiklah semuanya, mari kita mulai acara makan malam ini karna semua makanan telah tersedia dihadapan kalian masing.....dan jangan lupa untuk berterima kasih kepada Presdir Kevin yang telah mengadakan acara makan malam mewah ini.....beri tepuk tangan nya" Arsen memberikan sambutan meriah untuk Kevin.
Para tamu undangan pun bertepuk tangan memberi hormat dan bersulang untuk kesuksesan Kevin kedepan nya. Tapi tidak dengan Aaron, dia meneguk minuman nya sendiri tanpa bersulang untuk Kevin. Seolah-olah dia tidak menginginkan Kevin sukses.
Kevin mengangkat gelas nya dihadapan para tamu, lalu meneguk habis minuman nya. Para tamu pun mulai menyantap makanan masing-masing.
Begitu pun dengan Sheila, Mia, dan Arsen. Tapi tidak dengan Kevin dan Aaron. Kevin semakin kesal melihat Aaron yang tiada henti menatap wajah istrinya. Mungkin saja jika saat ini tidak ada orang-orang, Aaron pasti sudah dicekik oleh Kevin. Saking kesal dan geram nya diri Kevin.
.
.
TBC.
__ADS_1