
*****
Mia menuruni satu persatu anak tangga menuju lantai bawah. Sesampai nya diruang tamu Mia mendapati Tara dan Sheila yang tengah duduk santai disofa.
"Sheila....Tara....." sapa Mia.
Sheila pun beranjak dan langsung memeluk Mia erat, begitu pun sebaliknya. "Aku senang kalian mau datang..." ucap Mia.
"Kami juga senang bertemu kalian lagi...." Sheila melepaskan pelukan nya lalu mengajak Mia duduk disofa bersama.
"Dimana kakak?" tanya Tara menoleh ke kiri dan kanan, mencari sosok Kevin.
"Kevin ada dikamar, mungkin sebentar lagi dia turun...." jawab Mia.
Sesaat kemudian Kevin pun datang dengan gagah dan menawan. Kevin berjalan menuruni satu persatu anak tangga. Kevin nampak rapi dengan setelan casual nya.
Tara pun berdiri dari duduk nya, lalu menghambur memeluk sang kakak. "Bagaimana kabar mu? Kenapa tidak pernah berkunjung kemari?" ucap Kevin datar.
Tara melepaskan pelukan nya, lalu menunduk merasa sangat bersalah. "Maaf, aku sangat sibuk dengan pekerjaan terlebih Sheila sedang hamil...." jawab Tara liroh.
Mia melirik kedua kakak beradik itu. "Sudahlah bee, yang penting sekarang mereka ada disini!? Kenapa kamu menyambutnya dengan omelan" sanggah Mia.
Mia menarik tangan Kevin untuk duduk disofa. Begitu pun Tara yang ikut duduk kembali. Keduanya pun mengobrol seperti biasa. Sedangkan Mia dan Sheila pamit untuk mengecek persiapan didapur. Kevin pun mengizinkan Mia pergi, tapi dengan syarat hanya sekedar mengecek tidak melakukan apa-apa. Mia mengangguk menuruti perintah sang suami.
Sepeninggal Mia dan Sheila, Kevin mulai membicarakan masalah Frans pada Tara. Ekspresi Tara sama terkejutnya seperti Kevin, saat pertama kali diberitahu oleh Nathan. Sesekali Tara mengangguk dan raut wajah nya terlihat sangat serius mendengarkan perkataan Kevin. Meskipun dia tidak pernah bertemu dengan Frans, tapi Tara yakin jika Frans bukan orang yang bisa diremehkan. Dia harus tetap waspada menjaga Sheila dan calon buah hati nya.
__ADS_1
"Berhati-hatilah, aku yakin Frans masih memiliki perasaan pada Sheila" ucap Kevin serius.
"Tidak usah khawatir, aku akan menjaga nya!? Tidak akan kubiarkan untuk kedua kalinya orang yang aku cintai direbut orang lain" Tara menatap lekat Sheila yang berdiri didekat meja makan.
"Baguslah....sebentar lagi acara makan malam, adik Frans akan hadir juga!! Tetap waspada jangan lengah sama sekali" ucap Kevin sembari beranjak dari duduk nya.
"Adik? Bukan kah kakak bilang Frans yang sedang kita hadapi?" tanya Tara mengerutkan dahinya, tidak mengerti dengan ucapan Kevin.
"Frans tidak turun langsung, dia mengirim adiknya untuk memulai rencana!?" jawab Kevin dengan tangan yang mengepal kuat. Membicarakan masalah Frans dan Aaron membuat Kevin menjadi geram.
"Tapi siapa adik nya?" tanya Tara lagi.
"Kamu lihat aja nanti sendiri...." Kevin pun berlalu meninggal kan Tara, yang masih diterpa rasa penasaran itu.
Mia terkejut, kenapa Kevin merangkul dan menarik nya menjauh. Padahal dia belum sepenuh nya selesai, bahkan para pelayan juga ikut kebingungan.
"Bee....kamu kok narik aku sih, aku belum selesai" gerutu Mia yang sedikit kesal.
"....Kasian tuh mereka jadi bingung, aku belum selesai menjelaskan udah dibawa pergi" omel Mia lagi.
"Sshhhttt.....Mulut itu kalau sudah ngomel susah banget berentinya, kaya burung beo aja" Kevin menutup mulut Mia dengan jari telunjuk nya.
"Kamu itu yah bee, bikin kesel aja!? Kalau narik aku cuman mau ngatain aku kaya burung beo? Sana jauh-jauh aku gak mau deket kamu" Mia menggerutu kesal, lalu melepaskan rangkulan tangan Kevin. Kemudian melipat kedua tangan nya didada, sembari membelakangi Kevin.
Kevin tersenyum puas karna sudah berhasil membuat Mia kesal. Dia pun langsung memeluk sang istri dari belakang. "Tuh kan, kalau marah tambah kaya burung beo mulutnya....hehehe" ucap Kevin kembali menggoda Mia.
__ADS_1
"Lepasin...."
"Gak mau..."
"Kenapa? Kan aku kaya burung beo, mending jauh-jauh sana....gak usah mau sama burung beo kaya aku"
"Hahaha.....Sudah bee, kamu kok kaya anak kecil gitu sih!! Ngambek nya lucu banget"
"Biarin...."
Kevin membalikan tubuh Mia, menghadap dirinya. Kemudian dia merapikan rambut Mia dengan kedua tangan nya.
"Aku sudah siapkan gaun untukmu dikamar, jadi pergilah mandi dan bersiap-siap sebentar lagi para tamu datang!! Apa kamu mau berpenampilan lusuh seperti ini? Ingat kamu adalah istri ku, Suaminya aja tampan jadi istrinya harus cantik dong...." Kevin menyentil hidung Mia.
Wajah kesal Mia seketika berubah, dia tertawa lepas mendengar ucapan Kevin. Sungguh Kevin sangat pintar membuat Mia berhenti marah dengan cepat. Begitu pun Mia yang tak bisa berlama-lama marah kepada sang suami. Mereka berdua adalah pasangan yang sangat cocok, menyempurnakan satu sama lain....
"Ya....ya...yah, baiklah aku mandi dan bersiap-siap dulu yah bee" ucap Mia dengan lembut. Kemudian dia berlalu pergi kekamar nya, untuk mandi dan bersiap-siap.
.
.
.
TBC.
__ADS_1