
Sedetik kemudian Kevin kembali menyodorkan susu hangat kepada Mia. "Ini minum susu nya....." lagi-lagi Mia hanya diam dan meraih gelas susu tersebut.
"Aku sudah selesai, aku mau ke kamar dulu....permisi."
Mia pun beranjak dari duduk nya, menyeka mulut dengan tisu lalu berlalu meninggalkan meja makan. Kevin hanya menatap sendu kepergian Mia, yang memberikan rasa sakit tersendiri di hatinya. Dia pun cepat-cepat menyelesaikan sarapan nya.
"Bagaimana menurutmu? Apa sakit? Berikan dia waktu untuk sendiri, kamu tidak boleh memaksanya untuk menuruti kemauan mu.......biarkan dia yang memutuskan untuk sampai kapan dia bersedia pulang" ucap Rens dengan sedikit tegas, membuat Kevin terhenti menyantap makanan nya.
"Tapi aku tidak bisa seperti itu.....dia istriku, selama dia masih menjadi istriku.....apapun yang aku katakan dia harus menurutiku"
Rens membanting sendok di piringnya. "Kamu kenapa sih? Egois banget, dia itu sedang terluka karna kamu. Seharus nya kamu bisa mengerti itu" bentak nya kasar.
Kevin menarik nafas dalam-dalam mencoba untuk tenang, dan tidak tersulut emosi. Bagaimana pun juga dia harus mengwajarkan jika daat ini Rens sedang marah padanya.
Kevin pun langsung berdiri dan berlalu pergi begitu saja. Tanpa menjawab satu kata pun, membuat Rens semakin kesal.
"Kamu...." teriak Rens sembari hendak beranjak berdiri. Namun tangan nya di tahan oleh Nathan. Rens menoleh ke arah Nathan yang menggelengkan kepalanya. "Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri.....kita hanya bisa menonton saja" ucap Nathan santai sambil kembali menyantap sarapan nya.
__ADS_1
Rens pun sadar, benar yang di ucapkan Nathan. Tidak seharusnya dia ikut campur. Biarkan Mia dan Kevin menyelesaikan masalah mereka sendiri. Rens pun kembali duduk dan menyantap sarapan nya kembali.
***
Siang harinya......
Mia tengah berbaring sambil membaca sebuah buku tentang kehamilan di atas tempat tidur. Kevin yang sebelum nya sedang memijit kaki Mia. Berusaha untuk membuat hati sang istri luluh, tiba-tiba beranjak saat merasakan ponselnya bergetar.
"Sebentar yah bee....aku angkat telpon dulu" ucap nya sembari berlalu ke arah balkon. Mia tak menjawab dia hanya melirik sekilas kemana Kevin pergi.
Kevin merogoh ponsel di saku nya, lalu dengan cepat dia menggeser tombol hijau di layar ponsel. "Hallo Tar.....ada apa?" ucapnya pada Tara yang berada di seberang panggilan.
"Baiklah....."
Panggilan pun terputus.
Kevin menoleh ke arah Mia yang masih tenang membaca buku di atas tempat tidur. Apa yang akan di katakan nya pada sang istri? Baru saja mereka bertemu, apa Kevin harus pergi meninggalkan Mia?
__ADS_1
Kevin berjalan menghampiri Mia. Dengan rasa bimbang dan bingung. Kevin duduk di pinggiran tempat tidur. "Bee...ayo kita pulang..." lirih nya.
Mia menarik nafas dalam-dalam, sambil menutup buku dan meletakan nya di atas nakas. "Pergilah urus masalah mu di kantor, aku masih ingin disini sampai hatiku sudah mulai tenang." ucap nya dengan raut yang tidak bisa di jelaskan.
Sedih dan tidak rela sebenarnya yang Mia rasakan. Tapi dia tidak boleh egois, Kevin harus mengurus masalah di kantor nya.
Kevin mendengus kesal, menatap Mia dengan raut tak menentu. "Kenapa sih kamu sangat keras kepala bee? Pulanglah bersama ku.....siapa yang akan menjaga mu disini?" Kevin meraih tangan Mia kembali.
"Aku bisa menjaga diriku sendiri, dari dulu sampai sekarang aku bukan lah type orang yang suka bergantung dengan orang lain...."
"Baiklah....terserah, jika itu mau mu!! Setelah masalah selesai aku akan kembali kesini untuk menjemputmu...."
Kevin memilih untuk mengalah. Dia berdiri tepat di hadapan Mia sembari merunduk sedikit mengecup kening sang istri. "Aku pergi dulu....." ucap nya sembari berbalik melangkah menuju pintu.
Kevin berhenti di ambang pintu, menengok kembali kepada sang istri. Yang sedari tadi menatap nya. Dengan langkah berat pun Kevin berlalu keluar dari kamar dan menutup pintu rapat-rapat.
TBC.
__ADS_1
Note: Jangan lupa like dan vote nya, biar aku makin semangat untuk up🌹🌹