Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
Hari yang sangat cerah


__ADS_3

Setelah selesai mengintrogasi pria tersebut, yang berujung dengan awal kemenangan buat Kevin. Dia berhasil mengantongi bukti yang kuat untuk memenjarakan Aaron.


Di perjalanan pulang balik ke rumah.....


Arsen nampak diam tak berkata sedikit pun, pandangan nya lurus menatap ke arah depan. Saat ini dia tidak punya kata-kata yang ingin disampaikan nya pada Kevin. Karna apa yang dilakukan Kevin tadi membuatnya marah sekaligus khawatir.


Sedangkan Kevin, dia terus tersenyum menatap keluar jendela. Memikirkan besok adalah hari kemenangan untuk nya. "Lihat saja....besok aku akan membuatmu bertekuk lutut dihadapan ku, untuk memohon maaf dariku Aaron" gumam Kevin sambil tersenyum skeptis penuh arti.


"Ada apa dengan mu?" tanya Kevin yang merasa Arsen berbeda. Sambil terus menatap keluar jendela.


"Tidak Bos....saya tidak kenapa-kenapa" jawab nya singkat.


Kevin melirik Arsen dengan tajam dari kaca sepion tengah, barulah dia sadar jika Arsen terlihat kesal. "Apa kamu kesal padaku?" tanya Kevin dingin.


"Tidak bos....tidak mungkin saya berani kesal pada anda" sahut Arsen, lagi-lagi dengan wajah yang sama. Dia masih menatap lurus ke depan.


"Sudah sampai bos....Selamat malam dan selamat istirahat dengan nyaman" ucap Arsen saat mobil berhenti tepat di halaman rumah Kevin.


Kevin pun turun dari mobil, tanpa ingin berfikir panjang tentang Arsen. Lagi pula tidak penting baginya bagaimana perasaan Arsen. Yang terpenting sekarang adalah dia begitu senang, akhirnya dia bisa membuktikan kepada sang istri. Jika dirinya tidak bersalah dan menjadi korban atas rencana jahat seseorang, yang ingin menjatuhkan harga dirinya.


Sembari melangkah menuju kamar, Kevin melirik arloji di tangan kirinya. Sedikit lagi sudah pukul tengah malam. Apa sang istri sudah tidur? atau masih terjaga karna ingin menunggunya pulang? Kevin bertanya-tanya di dalam hati.


Cklek....


Perlahan dia membuka pintu kamarnya, lalu melirik ke arah tempat tidur. Dia tersenyum melihat sang istri ternyata telah terlelap dengan nyenyak. Perasaan lega menghampirinya.


Tanpa berpikur panjang Kevin langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi, lalu dia mengganti pakaian nya. Setelah selesai dia berjalan ke arah tempat tidur dan merangkak naik dengan perlahan. Agar tidak mengganggu tidur sang istri.


Cups....

__ADS_1


Kecupan hangat dengan penuh cinta mendarat di kening Mia. Membuat nya menggeliat dan mulai mengerjapkan matanya yang berat. Di dapati nya sosok Kevin di hadapan nya.


"Bee...? Kamu sudah pulang?" Mia mengucek-ucek matanya.


Kevin mengangguk sambil menarik selimut menutupi setengan badan mereka. "Maafkan aku yah, tidurlah lagi honey" Kevin mengelus lembut pipi Mia sembari tersenyum lebar.


Mia membalas senyuman Kevin dan langsung menyusup seperti kucing ke dalam dekapan dada bidang Kevin. Beberapa saat kemudian keduanya pun terlelap bersama dengan nyenyak.


 -- --


Keesokan harinya....


Saat baru memasuki gedung kantornya, Kevin tidak sengaja berada dalam situasi yang sangat menjengkelkan baginya. Betapa sial hari yang akan dijalani nya jika pagi-pagi begini sudah bertemu dengan Aaron si pembawa sial.


Mereka tidak sengaja berada di dalam satu lift bersama. "Selamat pagi Mr.Kevin, hari yang sangat cerah yah" ucap Aaron memulai pembicaraan.


Ting....


Pintu lift terbuka, cepat-cepat Kevin berjalan menuju ruang kerja nya disusul oleh Arsen di belakang nya. Sedangkan Aaron dia benar-benar dibuat kesal setengah mati, dengan sikap arogan yang diperlihatkan Kevin.


"Kita lihat saja, apa sikap arogan mu itu akan bertahan lama...disaat semua orang telah mengetahui kebusukan mu...." gumam Aaron tersenyum miring.


-- --


Tepat pukul 10 pagi.....


Brakk.....


Arsen menerobos masuk ke dalam ruangan kerja Kevin dengan tergesa-gesa. Membuat nya merasa sangat kesal karna konsentrasi nya di ganggu.

__ADS_1


"Apa-apaan kamu Arsen...." bentak Kevin dengan nada tinggi.


"Maafkan saya bos...." Arsen mencoba mengatur nafasnya sendiri. "Coba lihat ini...." dia menyodorkan ponselnya kepada Kevin.


Mata Kevin membulat seketika, saat melihat gambar dirinya tidur bersama Anna di dalam satu selimut. Terlebih gambar itu terposting di forum karyawan perusahaan, dengan caption nya. "Bos nya saja seperti ini, bagaimana nasib karyawan dan perusahaan nya.....turun kan Direktur Kevin yang bejat"


"Sial....." Kevin mengusap wajahnya dengan kasar. "Cepat cari tahu siapa yang menyebarkan gambar itu..." titah Kevin pada Arsen.


"Baik bos....tapi ada satu hal yang sangat penting kali ini" ucap Arsen dengan raut wajah cemas.


Kevin mengerinyit. "Apa maksudmu?" tanya nya heran.


"Para pemegang saham, meminta rapat diwan direksi dilaksanakan secepatnya" jelas Arsen.


"Aaagggrrhh......" Kevin mengacak rambut nya dengan kasar, tidak habis pikir Aaron benar-benar sudah diluar batas. Tapi dia berusaha untuk tetap tenang, "Kapan itu akan dilaksanakan?".


"Sebentar lagi bos....".


"Baiklah....segera hubungi Kepala pemimpin tim khusus untuk menghadirkan pria itu di rapat nanti".


Arsen menunduk hormat dan langsung berlalu keluar meninggalkan ruangan Kevin. Sepeninggal Aaron, Kevin mencengkram kuat ujung meja, lalu menyapu barang-barang di atas meja hingga terhempas ke lantai.


"BRENGSEK KAMU AARON, AKU PASTI AKAN MEMBALASMU.....BAJ**GAN" maki Kevin.


.


.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2