
*****
Beberapa saat kemudian, Arsen kembali menerima panggilan diponselnya. Arsen merasa heran karna melihat nomer baru yang tertera dilayar panggilan masuk nya.
Dengan sigap Arsen pun mengangkat panggilan itu....
" Selamat siang, dengan Arsen Bang disini.... "
" .... "
" Benar saya sekertaris Presdir Kevin Louis.... "
" .... "
" Baiklah, sebentar lagi saya akan tiba dirapat....maaf telah menunggu lama "
Tut...Panggilan terputus....
Setelah menerima panggilan itu Arsen langsung bersiap-siap. Dengan ditemani Olive bawahan nya, Arsen pergi menghadiri rapat....
Sepertinya tadi itu adalah panggilan penting. Karna itu Arsen bergegas keruang rapat. Tetapi sebelum nya Arsen kembali menghubungi Kevin, mengabari jika rapat kali ini seperti nya sangat penting.
Kevin berkata pada Arsen, bahwa dia akan segera ke kantor. Untuk menghadiri rapat tersebut. Tetapi lebih dulu Arsen harus mengisi tempat duduk Kevin. Selagi dia belum hadir....
*****
Kini Kevin, Mia, Nathan, dan Rens tengah bersantai mengobrol sembari minum teh dan makan cemilan. Ditaman belakang rumah. Waktu yang tepat, karna Baby Reghata sedang terlelap nyaman, didalam kamar tamu....
Ditengah-tengah obrolan, ponsel Kevin berdering panggilan masuk dari Arsen. Semua nya melirik ke arah Kevin, Kevin pun langsung mengangkat nya saat itu juga.
" Hmm....ada apa lagi? "
" .... "
" Siapa? "
" .... "
" APA? Baiklah aku segera kesana, kamu hadiri terlebih dahulu sebelum aku datang "
Tut.....Panggilan terputus....
Melihat raut wajah Kevin yang berubah, terlebih nada bicara nya yang seketika meningkat. Mia beranjak dan menghampiri Kevin.
" Ada apa bee? " tanya Mia dengan tatapan cemas nya.
" Gak ada apa-apa bee, kamu gak usah khawatir yah "
Kevin ikut berdiri lalu merangkul istrinya. Mencoba setenang mungkin. Nathan ikut terkejut, dia yakin ada sesuatu yang terjadi dikantor Kevin.
" Bee....ada rapat penting mendadak, jadi aku harus ke kantor sekarang juga "
" Baiklah bee, tapi kamu yakin gak ada apa-apa kan " ucap Mia masih sangat cemas.
" Gak ada apa-apa bee, aku akan langsung pulang setelah rapat selesai...kamu tenang aja yah " sahut Kevin dengan santainya, dia tidak mau jika Mia merasa khawatir.
" Aku akan ikut dengan mu... " ucap Nathan, sembari ikut berdiri.
Bukan hanya khawatir tapi Nathan juga sangat penasaran. Ada apa sebenarnya, kenapa Kevin terlihat begitu gusar. Dia pun memutuskan untuk ikut bersama Kevin ke kantor.
__ADS_1
Kevin dan Nathan saling tatap, lalu Kevin mengangguk. Mereka pun bersiap-siap untuk pergi....
Mia mengikuti Kevin kedalam kamar untuk menyiapkan kemeja dan jas suaminya itu. Sedangkan Rens menatap Nathan dengan penuh tanya....
Nathan melirik istrinya itu, dia malah tersenyum menyeringai. Lucu sekali wajah istrinya itu jika sedang menatap nya penuh curiga.
Nathan beranjak dari duduk nya, kemudian menghampiri Rens yang masih duduk dikursi. Lalu dia menarik sang istri untuk ikut berdiri.
Nathan memeluk Rens dengan begitu erat nya. Kemudian Cups....Dia mengecup kening Rens dengan lembut. Rens hanya diam dan masih menatap Nathan dengan penuh tanya.
" Aku pergi dulu....gak lama kok " ucap Nathan.
" Hmm...baiklah " sahut Rens lesuh.
" Jangan marah dong " ucap Nathan lagi, sembari ia mengelus kepala istrinya itu.
" Aku gak marah.... " jawab Rens lagi namun singkat.
" Kalau gak marah, senyum dong jangan cemberut gitu.. "
Nathan mendekat kan wajah nya ke wajah Rens, lalu memicingkan matanya. Rens memalingkan wajah nya, kemudian tersenyum walaupun terpaksa.
Bukan nya dia tidak senang jika Nathan pergi bersama Kevin. Malahan dia sangat senang Nathan dan Kevin bertemu, setelah setahun lebih tidak bertemu.
Tetapi Rens merasa seperti ada yang disembunyikan oleh Nathan padanya. Selama sebulan ini, Nathan terlihat gusar. Dia bahkan menambahkan bodyguard untuk menjaga nya dirumah....
Pasti ada sesuatu yang serius, yang disembunyikan Nathan pada nya. Rens tak mau bertanya kepada Nathan, terlebih dia ingin Nathan dengan suka rela memberitahunya sendiri.
.
.
.
.
Kevin mengemudi dengan kecepatan sedikit laju, karna rapat sudah dimulai. Terlebih mengingat dengan siapa dia akan bertemu nantinya.
Nathan melirik kearah Kevin yang sedari tadi memasang wajah serius. Kevin pun melirik balik, dia tahu jika saat ini Nathan pasti menunggu penjelasan darinya.
" Benar katamu Nathan mengenai Frans, sepertinya sekarang dia sudah mulai menjalankan rencana nya... " Tutur Kevin.
" Frans? apa maksudmu Vin? " Nathan begitu terkejut dengan ucapan Kevin.
Kevin menarik nafasnya dalam-dalam....
" Ternyata selama ini, aku tidak menyadari jika salah satu investor terbesar ku dari Grup Sisco " lirih Kevin, kembali memfokuskan pandangan kedepan.
" APA? Benar-benar kali ini Frans pasti memiliki rencana tersembunyi....kita harus lebih berhati-hati lagi Vin.... " ucap Nathan.
Nathan memegang pundak Kevin, untuk menyemangati nya. Kevin hanya diam dan memijit kening nya sembari fokus menyetir.
.
.
.
Sampailah Kevin dan Nathan dikantor. Tidak menunggu lama, keduanya langsung bergegas keruang rapat. Langkah demi langkah dengan mantap Kevin dan Nathan berjalan bersandingan.....
__ADS_1
Semua pandangan mata karyawan tidak lepas dari Nathan kala itu. Mereka bertanya-tanya siapa dia? dan kenapa datang bersama Bos mereka....
Seperti biasa nya Nathan, dia tidak terlalu menghiraukan apa omongan orang. Terlebih jika itu wanita, baginya wanita paling sempurna hanya Renesmee dimatanya.
Sampainya didepan ruang rapat, Kevin disambut oleh Arsen yang sudah menunggu. Sama seperti karyawan yang lain, Arsen juga melongo melihat pria yang berada disamping Bos nya itu....
Aura nya terasa begitu sama dengan Bos Kevin, siapa pria itu? Terasa dingin mencekam berhadapan dengan nya....
" Apa rapat nya sudah dimulai? " tanya Kevin pada Arsen.
Arsen hanya diam, masih melongo menatap Nathan. Entah kenapa dia tidak bisa berhenti menatap kearah Nathan. Kevin yang melihat Arsen seperti itu, mengibas udara didepan wajah Arsen. Membuyarkan lamunannya....
" Kenalkan ini Nathan Efron, Presdir dari Grup Efron " Kevin memperkenalkan Nathan pada Arsen.
" Ternyata dia Nathan Efron, salah satu investor terbesar Bos Kevin.....tapi untuk apa dia datang? bukan kah ini rapat yang tidak seharusnya dia hadiri? " gumam Arsen bingung.
Arsen pun dengan sigap menyambut Nathan. " Selamat datang Mr.Nathan, Silahkan masuk Bos dan Mr.Nathan... "
Kevin dan Nathan pun masuk kedalam ruang rapat itu. Didalam nya nampak ada seorang pria muda yang duduk memangku kaki dengan sombongnya. Dan yang lain nya hanya berdiri menunggu perintah untuk duduk....
Saat melihat Kevin dan Nathan memasuki ruangan, pria itu tersenyum miring. Tatapan matanya seolah sedang meremehkan, kedua pria kharismatik itu....
Tidak dengan Nathan yang memicingkan matanya dan menatap tajam pria tersebut. Kevin menutup kedua matanya dan mengatur nafas agar lebih tenang. Kemudian menghembuskan nya perlahan....
" Maaf telah menunggu lama Mr.Aron..... " ucap Kevin, sembari menghampiri pria tadi. Yang ternyata adalah Aronsisco Adik dari Frans.
Aron pun berdiri dari duduk manisnya. Dia langsung menjabat tangan Kevin. Dengan sikap santai nya, dia menjawab....
" Its okay Mr.Kevin aku adalah orang yang bertoleransi... " ucap Aron dengan sombongnya.
" Thank you, untuk pengertian nya Mr.Aron.... " Sahut kevin singkat dengan santai.
" Apa kabar Mr.Nathan? Saya tidak menyangka jika akan bertemu dengan anda disini.... " ucap Aron melirik Nathan disebelah Kevin.
Kemudian dia mengulurkan tangan nya pada Nathan, ingin bersalaman. Tetapi Nathan malah menepis tangan Aron, kemudian berlalu duduk disalah satu kursi. Dengan raut wajah datar nya, seolah dia tidak menghiraukan kehadiran Aron....
Aron yang mendapat perlakuan songong dari Nathan, hanya tersenyum. Tangan nya yang tadi ditepis Nathan, dikepalnya dengan kuat....
Kevin juga ikut tersenyum menatap Aron dengan tatapan meledek nya. Tetapi langsung kembali datar, dia harus tetap memperlihatkan sikap profesional kerja nya....
" Baiklah, mari kita mulai rapat nya...silahkan duduk Mr.Aron " ucap Kevin mempersilahkan Aron untuk duduk kembali.
Aron pun duduk kembali, kini berhadapan jelas dengan Nathan. Tatapan tajam nya tertuju lurus pada Nathan. Tapi Nathan tidak bergeming sama sekali. Baginya Aron bukan lah apa-apa, hanya seujung kukunya saja Aron buat Nathan.....
Nathan duduk dengan arogan memangku kedua kakinya. Dia tidak menatap kearah Aron yang ada didepan nya. Melainkan kearah lain, membuat Aron semakin kesal dan emosi....
Sedangkan Kevin dia duduk dikursi utama, tempat Bos besar. Karna dia lah yang memimpin rapat tersebut, sekaligus Presdir dari perusahaan.
Disisi lain Arsen hanya diam berdiri dibelakang Kevin. Melihat sikap dingin dan arogan Nathan. Saat berhadapan dengan Aron, berhasil membuat Arsen kagum. Ternyata ada orang yang lebih dingin dan angkuh dari pada sang Bos....
.
.
.
.
HAPPY READING🖤🖤
__ADS_1