
Sampai suatu ketika.....
Nam Jiah wanita cantik yang menjadi pengganti posisi Aaron di kantor Kevin. Menarik Arsen masuk ke dalam ruangan nya dengan sembunyi-sembunyi. Arsen tidak bisa menghindar karna secepat kilat Jiah menariknya.
Di dalam ruangan kerja Jiah. Arsen menepis tangan Jiah dari tangan nya. "Awwh...sakit...." ringis Jiah kesakitan.
"Kenapa kamu menarik ku? Bagaimana jika ada yang melihatmu bersamaku? Aku tidak ingin Bos Kevin mengira kau juga terlibat dalam rencana kecelakaan itu..." Arsen mencengkram lengan Jiah dengan kuat. Hingga menyisakan bekas yang merah.
"Sakit Ars...."
Arsen melepaskan cengkraman nya. Lalu berbalik hendak keluar. "Untuk apa aku takutkan hal itu? Bukan kah aku memang tidak terlibat, jadi bersikaplah biasa....aku hanya ingin bertanya padamu, karna tidak mungkin aku bertanya pada asisten nya yang berkaca mata itu...."
Arsen berbalik menaikan alis satu, menatap Jiah dengan penuh tanya. "Apa yang ingin kau tanyakan?"
"Mengenai Kevin...."
"Ada apa dengan Bos Kevin? Apa yang ingin kau tanyakan? Jangan terlalu bertele-tele...."
__ADS_1
"Apa dia menyukai seseorang? Atau sedang dekat dengan seorang wanita? Semenjak kepergian istrinya, dia banyak berubah.....dari luar dia nampak sangat dingin, tapi dari dalam dia adalah pria dengan sejuta kelembutan.....aku bisa mekihat itu dari sorot matanya...." panjang lebar Jiah bertanya. Tanpa dia sadari senyuman nya mengembang lebar.
Arsen mengerinyit. "Kenapa kau bertanya seperti itu?"
"Hah? A--aku gak--gak bermaksud apa-apa" Jiah jadi gugup karna ditatap lekat oleh Arsen. Arsen maju selangkah demi selangkah, seiring dengan langkah Jiah mundur hingga punggungnya menabrak tembok.
"Jangan berpikir macam-macam, apa lagi jika kau berani berniat untuk mendekatinya...." ancam Arsen.
Jiah menelan ludah mendapat ancaman yang mengerikan dari Arsen. "A-aku tidak---" ucap nya gugup.
BRAKK.....
Arsen membanting pintu dengan sedikit hentakan. Membuat Jiah terlonjak. Jantungnya seakan hampir copot.
Mereka berdua tidak menyadari jika ada seseorang yang memperhatikan pembicaraan mereka. Tak lain adalah Jungmo. Karna merasa curiga kenapa Arsen masuk ke dalam ruangan Jiah. Tadi Jungmo tidak sengaja melihatnya dia pun mengintip dan mendengarkan pembicaraan keduanya.
"Apa yang kamu lakukan di dalam sana?" tanya Jungmo sinis menunjuk ruangan kerja Jiah.
__ADS_1
"A--aku....ada berkas yang aku antar untuk Nona Jiah..." gugup menjawab. Arsen langsung berlalu pergi meninggalkan Jungmo.
Jungmo menatap kepergian Arsen yang berjalan menuju ruangan kerja Kevin. Jungmo pun mengikutinya masuk kedalam sana.
Di dalam ruangan kerja Kevin.
"Bos saya sudah menemukan para preman yang mencukik Anna waktu itu.....mereka semua sudah berhasil di penjara semua...." ucap Jungmo berdiri tepat di sebelah Arsen.
Mendengar perkataan Jungmo Arsen terkejut. Secepat itu mereka menemukan para pencukik Anna. "Secepat ini? Apa kamu tahu siapa para preman itu? Dan alasan mereka menculik Anna apa?" tanya Arsen antusias.
"Mereka adalah preman pasar yang waktu itu mengganggu Anna....aku sempat menyelamatkan dia waktu itu saat hari dimana kamu sakit....dan juga ternyata preman itu juga pernah mengganggu Mia. Anna membantu Mia dan melaporkan para preman itu ke kantor polisi.....karna itu mereka dendam terhadap Anna....." jelas Kevin.
Arsen semakin terkejut. Tangan nya mengepal sempurna. Mengingat kembali hari itu dimana Anna di culik. Ternyata Bos Kevin mengetahui semuanya. Sedangkan dia tidak tahu apa-apa. Arsen semakin merasa jauh dari Anna. Entah kenapa dia juga merasa Kevin lebih pantas untuk Anna kebanding dirinya.
TBC.
Note : Jangan lupa untuk like dan vote, biar aku tambah semangat untuk up nya. Happy Readings🌹🌹🌹
__ADS_1