
*****
Sesampai nya Anna di rumah Arsen, tanpa mengetuk pintu. Anna menyelonong masuk, langkah Anna terhenti. Melihat Arsen sedang berciuman dengan seorang wanita, di atas sofa dengan posisi wanita itu menindih Arsen.
Mata Anna berkaca-kaca dan tangan nya mengepal sempurna. "Maaf mengganggu, aku pergi dulu" ucap nya ketus.
Mendengar suara Anna sontak Arsen langsung mendorong tubuh wanita itu. Lalu menoleh ke arah Anna.
"Anna...." lirih Arsen.
Segera Anna melangkah keluar dari rumah Arsen, dengan kesal nya. Entah kenapa hati Anna terasa sakit melihat Arsen bersama wanita lain. Padahal dia bukan lah siapa-siapa Arsen, hanya sebatas teman.
Sebelum nya Anna tidak pernah merasa seperti ini, tetapi setelah kejadian waktu lalu. Dimana dia dan Arsen melakukan hubungan panas semalam. Itu pun karna bawaan minuman, mereka berdua tidak sadar.
Anna mulai merasakan ada hal-hal aneh jika berhadapan dengan Arsen. Bahkan saat ini hati nya perih dan sakit. Tanpa sadar air mata Anna menetes membasahi wajah cantik nya.
Anna mengusap air mata nya dengan kasar, "Bodoh, Anna buat apa kamu menangis....jangan jadi wanita lemah, lagian kamu gak berhak marah!! Dia punya kehidupan sendiri, dan itu bukan urusan mu..." ucap Anna menggerutui dirinya sendiri.
Tiba-tiba seseorang meraih tangan Anna dan menahan nya pergi. Sontak Anna langsung berbalik dan menarik tangan nya.
"Anna jangan pergi....yang kamu lihat itu gak benar, aku bisa jelasin" ucap Arsen memohon dengan wajah melas nya.
Anna menatap lekat mata Arsen yang berkaca, kemudian dia memalingkan wajah nya. "Untuk apa? Lagian itu bukan urusan ku, mau kamu bersama dengan siapa aja itu hak mu!! Maaf sudah mengganggu"
"Anna...." lirih Arsen, dia tertegun dengan ucapan Anna. Ingin sekali dia memeluk gadis itu, namun ego nya terlalu besar. Arsen hanya diam...
Anna pun pergi meninggalkan Arsen dan pergi menjauh sejauh-jauh nya. Entah kemana langkah kaki membawa nya, yang jelas sekarang ini. Anna hanya ingin tenang tanpa di ganggu siapa pun
Arsen kembali ke dalam apartemen nya, menghampiri wanita yang mencium nya tadi. Dia pun mencengkram tangan wanita itu, lalu menarik nya untuk berdiri.
__ADS_1
"Sekarang kamu keluar....keluar aku bilang" bentak Arsen.
"Awwh sakit....Arsen kamu kok berubah sih? Apa gara-gara gadis tadi itu? Dia tidak cocok untuk mu, yang cocok untuk mu itu hanya aku....." wanita itu memeluk Arsen seketika.
Arsen menghela nafas nya dengan kasar, lalu melepaskan pelukan wanita itu. "Nona Dara, saya harap anda bisa menghargai privasi hidup saya!! Tetap lah profesional....Hubungan kita sudah lama berakhir"
"Tapi Arsen, aku masih mencintaimu.....pliss"
"Tolong keluar dari sini...."
Wanita itu pun dengan langkah berat pergi meninggalkan apartemen Arsen. Sepeninggal wanita tadi Arsen langsung menyandaran sejenak tubuh nya di sofa.
Sambil memijit pelipis yang menegang, "Aghh sialan.....Anna kemana kamu pergi....brakk..." Arsen menendang meja kaca di depan nya.
*****
Sebulan telah berlalu.....
Aaron tak pernah melihat sosok Mia lagi, bahkan Mia tak pernah muncul di kantor Kevin. Seperti nya Kevin sengaja tidak memperbolehkan Mia kemana-mana agar tidam bertemu dirinya. Begitu fikir Aaron.
Arsen merasa begitu bersalah kepada Anna, kenapa waktu itu dia tidak menahan gadis nya itu. Tapi malah membiarkan nya pergi, alhasil sampai sekarang Anna tak lagi muncul.
Siang ini Aaron dan Kevin sedang membicarakan tentang perencanaan pesta dansa malam. Sebagai perayaan untuk produk terbaru yang akan segera launching. Di dalam ruangan kerja Kevin tentu nya.
Setelah lama membicarakan hal tersebut, akhirnya keduanya sepakat akan mengadakan pesta dansa tersebut besok malam. Di sebuah Resort bintang lima di Jeju Island.
Sore hari nya Kevin pulang dari kantor. Sampai nya di rumah dia langsung memberitahu kan kepada sang istri mengenai pesta tersebut. Kevin meminta Mia untuk bersiap-siap akan terbang ke Jeju Island Malam ini juga.
Mia terkejut, sebenar nya dia merasa tidak enak badan beberapa hari ini. Badan nya terasa begitu remuk dan cepat sekali lelah. Tapi jika itu perintah dari suami nya, Mia tetap harus nurut dan ikut kemana pun Kevin pergi.
Malam itu juga tepat pukul sembilan malam, Kevin, Mia, dan Arsen berangkat menggunakan jet pribadi menuju Resort di Jeju Island .
__ADS_1
Sesampai nya disana, Kevin dan Mia langsung bergegas ke kamar yang telah di siapkan oleh pihak Resort . Mengingat kesehatan Mia yang kurang stabil, Kevin mengajak Mia untuk istirahat.
"Maafkan aku bee...seharus nya kita tidak usah pergi" ucap Kevin memeluk tubuh Mia dari belakang di atas tempat tidur.
"Aku gak apa-apa bee, paling besok udah mendingan!! Kamu gak usah khawatir yah honey" ucap Mia mencoba membuat kevin tenang.
"Bagaimana bisa aku tidak khawatir bee, kamu itu istriku, segala nya bagiku jika kamu sakit aku juga sakit bee" wajah Kevin terlihat begitu cemas.
Mia pun membalikan tubuh nya, lalu mencubit kedua pipi Kevin pelan-pelan. "mmmhhh.....Manisnya itu bibir kalau berucap bikin aku makin cinta padamu bee.....Cups...." kecupan hangat mendarat di bibir Kevin.
Kevin tersenyum, "Kan manis nya juga cuma sama kamu aja bee....." ucap nya.
"Benarkah itu honeybee ku, cuma aku yang boleh memiliki hatimu itu okee" Mia berucap dengan manja nya lalu menunjuk ke dada Kevin.
"Belah saja bee, dan lihat hanya nama mu saja yang terukir disana...." Kevin mengecup kening Mia.
"Kalau begitu peluk aku lebih erat lagi, biar besok pagi aku langsung sembuh bee...." Mia kembali memeluk tubuh suami nya.
Begitu pun Kevin yang balik memeluk Mia dengan sangat erat. Kevin sangat senang malam itu, karna jarang sekali Mia bersikap manja seperti itu. Tapi sebenar nya sudah hampir semingguan ini, Kevin merasa Mia sedikit manja kepada nya. Mungkin saja dia hanya kangen dan rindu pada Kevin, karna dirinya sebulanan sangat sibuk memepersiapkan produk baru yang akan segera launching. Jadi banyak menghabiskan waktu di kantor ketimbang di rumah.
Tidak lama kemudian Mia pun tertidur di dalam dekapan hangat Kevin, begitu pun Kevin sebaliknya. Malam yang indah untuk keduan nya.
Sedangkan di sisi lain Arsen merasa tidak bersemangat menyambut pesta yang akan di selenggarakan besok malam itu. Mengingat semua tamu harus membawa pasangan nya masing-masing.
Arsen menyayangkan kembali kejadian waktu itu, jika saja dia dan Anna tidak bertengkar. Pastinya saat ini Anna lah yang akan di ajak oleh Arsen. Tapi yang terpenting buat Arsen sekarang, adalah keberadaan Anna.
"Anna....dimana kamu? Bagaimana kabarmu? Kenapa kamu menghilang seperti ini? Membuat ku semakin merasa sakit karna bersalah" gumam Arsen.
Kini dia sedang memandang langit malam yang indah bertaburan bintang, dengan hembusan angin laut Pulau Jeju. Sangat berbeda suasana dengan hati Arsen saat ini. Dia pun memilih untuk beristirahat, karna besok bisa menjadi hari yang sibuk untuk nya.
.
__ADS_1
.
TBC.