
"A...a...aku...te..tetap....ti...tidak....a...akan..me...ngatakannya" pria itu masih belum jera, dia tetap tidak mau mengatakan yang sebenarnya. Padahal keadaan nya sekarang begitu mengerikan.
Arsen menghela nafas dengan kasar, kembali ia mengambil sebuah balok yang berserakan. Kemudian memukul keras tulang kering kaki pria itu. "Aarrggh....." ringis nya kesakitan. Bisa dibayangkan seberapa sakitnya itu.
Arsen seperti tak punya hati, sebagai tangan kanan Kevin. Disisi lain dia juga memikirkan Anna, pria di hadapan nya itu berani membuat Anna dalam posisi yang sangat rendah. Bagaimana tidak dia tidak geram.
Kevin menjentikan jarinya, mengisyaratkan untuk Arsen berhenti. Dengan sigap Arsen menuruti perintah sang bos, dia pun menghentikan aksinya. Lalu mundur selangkah kebelakang, membiarkan Kevin mendekati pria itu.
Sambil menatap Kevin tubuh pria itu bergetar hebat, nafasnya juga sudah tidak karuan. Badan nya sudah mati rasa dan melemas tidak berdaya. "Katakan...." ucap Kevin.
Mulut pria itu bergetar dan ingin berkata sesuatu. "Aaa.....aaaa...aa" ucapnya. Tapi belum sempat dia berkata dengan jelas, tiba-tiba saja.....
Sshhuuttt.....
Peluru menembus kaca jendela dan mengenai tepat di jantungnya, membuat nyawa pria itu melayang. Semua orang di dalam ruangan itu terkejut, begitu pun Kevin. Sontak mereka semua langsung menolehi arah berasalnya peluru senapan tadi, yang ternyata dari rooftop gedung sebelah.
__ADS_1
Nampak ada seorang pria berbaju serba hitam sedang memegang senapan panjang. Mata Kevin membulat saat pria itu melesetkan peluru kedua ke arah nya, tapi dengan cepat Arsen menarik tubuh Kevin. Lalu membawanya ke tempat bersembunyi yang aman.
Beberapa peluru di lontarkan oleh pria bersenjata itu. Sedetik kemudian hening, ternyata pria tersebut sudah melarikan diri. Di luar sana nampak para tim khusus berusaha menangkap dan mengejar larinya pria tadi. Namun jejak nya dengan cepat menghilang seperti habtu, mereka tidak bisa menemukan tanda-tanda keberadaan nya di gedung sebelah ataupun di sekitar nya.
"Sialan.....pasti ada yang membocorkan tentang ini semua, cepat cari tau siapa yang berani-berani nya berkhianat....." maki Kevin dengan tangan yang mengepal kuat. Tak habis pikir ada seseorang yang berani berkhianat padanya.
"Bos....sebaiknya kita kembali saja, biarkan para tim khusus yang menangani nya" ucap Arsen.
"Jika sudah di dapat orang nya, ingat langdung tembak daja kepala nya" titah Kevin dengan sangat kejam, membuat anggota tim khusus yang mendengarnya. Jadi ketakutan dan menciut.
-- --
"Bee....kamu kok sudah pulang?" baru memasuki pintu, Kevin di sambut oleh sang istri. Kepala nya yang panas tafinya menjadi dingin kembali. Melihat senyuman manis sang istri membuat diri Kevin adem dan tenang.
Kevin merangkul pundak Mia. "Aku lelah bee, mau kah kamu menemaniku beristirahat di kamar?" ucap Kevin dengan manja nya.
__ADS_1
Mia mengerinyit heran, ada apa dengan Kevin. "Hmm....baiklah ayo kita ke kamar bee? tapi kamu gak mau makan siang dulu?".
"Gak usah bee....nanti aja".
"Tapi...." ucapan Mia terhenti saat Kevin menutup mulutnya dengan jari telunjuk.
"Jangan membantahku bee...aku begitu lelah".
Sambil merangkul sang istri, Kevin menuju lantai dua kamarnya. Sesampainya di dalam kamar. Kevin langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Dengan posisi terlentang dan lengan kanan yang menutupi matanya.
"Pasti terjadi sesuatu...." batin Mia.
.
.
__ADS_1
TBC
Jangan lupa like di setiap episode yang udah Author up yah readers🙏🙏karna like,vote,rate, dan komentar kalian sangat berarti buat Author.😊😊