Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
Tatapan Kebencian


__ADS_3

*****


Sore harinya.....


Mia tengah duduk santai di bangku teras halaman belakang rumah nya. Wanita itu nampak sedang melamunkan sesuatu, sambil memakan buah-buahan segar dan minum teh.


"Sedang apa?" sapa seseorang tiba-tiba membuyarkan lamunan Mia.


Mia menoleh seketika, di dapati nya sosok Kevin tengah berdiri menatap nya. "Bee?" lirih Mia, dia pun langsung memalingkan wajah ke arah depan.


"Masih marah?" tanya Kevin yang berjalan melewatinya, lalu duduk di bangku sebelah.


"Hmm....gak juga sih" sahut Mia sedikit ketus.


Cups....


Kevin mencium pipi kanan Mia secara tiba-tiba. Mia terkejut dan menoleh kearah Kevin. Wajah nya merah padam dan matanya membulat. Kevin pun tersenyum dengan puas karna telah berhasil menggoda sang istri.


"Cihh.....apaan itu seenaknya" cetusnya memalingkan wajah. Mia pun beranjak dan hendak berlalu pergi, dia masih ngambek dan tidak mau bicara dengan suaminya itu.


Bruk....


Kevin menarik tangan Mia hingga terduduk di pangkuan Kevin. Pria itu kembali tersenyum puas, tanpa pikir panjang dia melingkarkan kedua tangan di pinggang sang istri.


Mia menggigit bibir bawah nya sambil memicingkan mata di depan wajah Kevin. "Awwh....Awwh....sakit, perut ku sakit...kamu jahat bikin perutku sakit" ringis Mia dengan suara keras dan sedikit di buat-buat.


Raut wajah Kevin berubah cemas, dia langsung melonggarkan pelukan nya. "Maafkan aku bee....dimana yang sakit, maafkan papah sayang...kamu kesakitan yah" sambil mengelus-elus perut Mia.


Mia tersenyum puas berhasil mengerjai sang suami. Saking senang nya dia tak bisa menahan tawa. Kevin mengerinyit, "Jadi kamu bohongi aku bee..." ucap nya dengan nada kesal.


Dahi nya mengkerut dan bibir nya yang di tekuk. Membuat Mia makin tertawa terbahak-bahak. Dia pun mencubit hidung Kevin dengan sangat keras membuatnya meringis kesakitan. "Awwhh.....".


"Rasain.....minggir aku mau mandi" cetusnya sembari beranjak dan berlari kecil masuk ke dalam rumah. Kevin pun ikut beranjak dan mengekor di belakang Mia.


"Honey, jangan berlari nanti jatuh.....tunggu aku" ucap nya cemas sambil terus memegangi hidung nya yang sakit.


Para pelayan tersenyum bahagia, melihat tingkah kedua majikan nya itu. Kerukunan dan keromantisan keduan nya, telah menjadi idola para pelayan dirumah besar itu. Bagi mereka tidak ada pasangan yang lebih romantis kebanding majikan mereka itu.


Malam nya Kevin dan Mia kembali baikan, secepat itu. Karna memang keduanya tidak bisa berlama-lama, untuk tidak menghiraukan satu sama lain. Mereka pun makan malam bersama dengan suasana hangat.


"Bee...." panggil Mia mendekati Kevin yang tengah duduk di kursi kerjanya. "Soal tadi siang....aku...." ucap nya canggung.


"Ada apa lagi bee? Bukan kah sudah cukup jelas kita membicarakan nya tadi siang...." nada bicaranya berubah menjadi dingin.


Mia terdiam, dia lebih memilih tidak menjawab dan menghentikan pembicaraan tersebut. Dari pada berujung pertengkaran lagi. Dia pun bergegas kembali ke dalam kamar nya.

__ADS_1


"Hmm...aku hanya ingin membantumu bee" gumam Mia.


Wanita itu pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, sambil menunggu Kevin selesai. Mia memainkan ponselnya sampai pada akhirnya. Dia sudah tidak dapat mengendalikan rasa kantuknya. Alhasil Mia tertidur dengan lelapnya bersama ponsel yang masih tergenggam di tangan nya.


Di dalam ruang kerja Kevin....


"Katakan...." ucap Kevin berbicara pada Arsen di panggilan telpon nya.


"Tim Khusus sudah berhasil menemukan posisi pelayan palsu di pesta waktu itu....." jawab Arsen.


"Kurung dia, besok pagi kita akan menemui nya..."


"Baik Bos...."


Tut.....


Panggilan pun terputus.....


Kevin kembali ke dalam kamar nya, saat baru membuka pintu sunggingan senyuman tercipta dari sudut bibir nya. Dia pun menghampiri sang istri dan merebahkan tubuhnya posisi di belakang Mia.


"Bahkan dia tertidur dengan ponsel yang masih di tangan nya..." Kevin meraih ponsel Mia lalu menaruhnya di atas nakas.


Tangan Kevin melingkar di perut Mia sambil terus mengelus perut rata itu dengan lembut. "Baby...kenapa kamu sangat keras kepala sekali, membuat Mommy mu suka ngomel-ngomel sekarang....." gumam nya sembari tertawa pelan, agar tidak membangunkan sang istri.


Tidak lama setelah menarik selimut menutupi tubuh nya dan sang istri, Kevin pun ikut terlelap menyusul Mia di alam mimpinya.


Anna sedang duduk di meja bar tempat dirinya berkerja. Sedari tadi dia hanya memutar-mutar gelas berisi wine yang ada di hadapan nya kini. "Hei An....bengong aja" sapa seorang bartender pria di depan nya.


Anna tersentak dan sadar dari lamunan nya. "Apaan sih....jangan suka ganggu orang kalau lagi tenang bisa gak" gerutunya lalu meneguk isi di dalam gelasnya tadi.


Bartender itu malah tersenyum menyeringai mendapat gerutuan dari Anna. "Yeee......cantik-cantik kok galak banget sih An.....".


"Biarin....." Anna memutar bola matanya, lalu memalingkan wajah nya menatap arah panggung. Dimana para dancer sedang menari menghibur para pengunjung.


"Sialan....dimana aku bisa bertemu dengan nya lagi?! Ternyata dia memanfaatkan aku untuk rencana busuk nya..." batin Anna.


Tangan Anna menggenggam erat gelas, lalu dengan kasar nya dia meneguk habis isinya. "An....." bartender itu kembali menepuk pundak Anna.


Anna memutar kursi nya kembali ke arah bartender itu. "Apa lagi sih....gak usah cari masalah deh, aku lagi gak mood banget".


"Siapa juga sih yang mau cari masalah.....aku mau kasih tau tentang pria mabuk yang waktu itu kamu temani minum".


Mata Anna membulat. "Apa? Maksudmu kak Aaron? Ada apa dengan nya?" tanya nya bersemangat.


"Sebelum kamu datang, dia sudah datang duluan....".

__ADS_1


"Benarkah? Sekarang dia dimana?".


"Dia di ruang VIP no.3....".


"Ok makasih infonya....." Anna langsung beranjak dari duduknya.


"An....Anna.....kamu mau kemana? Jangan bilang kamu...." teriak si bartender terputus.


Bartender itu menatap Anna yang menghilang melewati kerumunan orang. Dia geleng-geleng kepala sambil tersenyum. "Anna....Anna....sayang sekali cewek cantik dan baik seperti mu harus bekerja disini".


Di depan ruangan VIP no.3.....


Anna menggenggam erat gagang pintu ruangan itu, saat ini dia benar-benar sedang marah. Menarik nafas dalam-dalam dan meredam nya hingga panas. Anna mengumpulkan semua uneg-uneg yang akan dia keluarkan.


Cklek.....


Anna pun membuka pintu ruangan itu. Suara musik yang menggema serta lampu kerlap-kerlip yang menyilaukan mata. Pandangan Anna menyapu sekeliling nya. Sampai akhirnya tertuju pada satu titik, dimana Aaron sedang bercumbu dengan seorang wanita di pangkuan nya. Dengan langkah mantap Anna menghampiri Aaron. Kemudian.....


Brurr.....


Anna menyiram Aaron beserta wanita itu dengan segelas minum dihadapan nya. Sontak membuat Aaron terkejut, dan langsung mendorong wanita di pangkuan nya itu.


"APA-APAAN INI....KAMU SUDAH GILA YAH, SIAPA YANG BER......" maki Aaron sambil mengusap wajah nya yang basah. Tapi makian nya terhenti saat mendapati sosok Anna berdiri tepat di hadapan nya.


Sedangkan sekertaris dengan sigap langsung menghampiri Anna dan mencengkram tangan nya. Dengan paksa dia menarik Anna hendak mengusir nya. Anna memberontak tidak terima. "Lepaskan aku brengsek....plakk" satu tamparan mendarat diwajah sekertaris Aaron.


"Kamu...." sekertaris itu sangat geram dan kembali mencengkram dan menarik Anna dengan kasar nya.


"Berhenti.....lepaskan dia, kalian semua keluar tinggalkan kami" Aaron tersenyum tipis pada Anna, tapi dibalas dengan makian tak bersuara yang hanya gerakan mulut saja.


"B R E N G S E K......." begitulah yang tergambar dari gerakan bibir sexy Anna. Tatapan gadis itu seperti ingin mencekik Aaron saat itu juga.


Sekertaris nya pun dengan sigap membawa para wanita di ruangan itu keluar dan meninggalkan Anna juga Aaron berdua. Tatapan nya tajam menatap Anna saat berjalan melewati gadis itu.


Sepeninggal semua orang, tersisa hanya Aaron dan Anna. Dengan percaya diri Aaron menepuk sofa di sampingnya agar Anna duduk.


"Cihh....dasar laki-laki brengsek" gerutu Anna memutar bola matanya sinis pada Aaron. Dia memikih untuk duduk lebih jauh, atau lebih tepatnya dua meter dari Aaron.


Lagi-lagi Aaron tersenyum tipis sambil geleng-geleng kepala. "Ada apa kamu datang kemari? Jangan bilang kamu mengikutiku karna ingin bertemu denganku?".


"APA?" nada bicara Anna meninggi, menatap Aaron dengan penuh kebencian.


.


.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2