Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
Pengganti posisi Aaron


__ADS_3

Usia kehamilan Mia sudah memasuki bulan ketujuh. Perutnya sudah nampak sangat menonjol. Berat badan nya bertambah dengan pesat. Pipi nya yang tirus kini sudah mengembung menjadi chubby.


Pagi itu Mia dan Kevin sedang sarapan bersama di meja makan. Dengan penuh kasih sayang Kevin menyuapi sang istri yang bertingkah manja ingin di suapi oleh nya. Dengan senang hati Kevin tidak menolak permintaan manja Mia. Dia malah sangat senang.


"Ada apa dengan mu bee? Hari ini kamu begitu manja padaku...." Kevin mencubit hidung Mia pelan. Lalu melemparkan senyuman tipis pada wanita tercintanya itu.


"Aku hanya ingin saja bee....siapa tau aku gak akan bisa mendapat perlakuan mu seperti ini lagi bee...." ucap Mia tersenyum menatap lekat mata sang suami.


"Hahaha.....apaan sih bee.....aku akan selalu ada untuk kamu bee selamanya." Kevin tertawa menanggapi perkataan konyol Mia.


"Hmm janji yah.....jika aku sudah melahirkan, kamu harus tetap memperlakukan ku seperti ini...." ucap Mia memonyongkan bibir nya di hadapan wajah Kevin.


Kevin tersenyum sembari mengangguk. Dengan cepat dia langsung mengecup bibir monyong Mia. Membuat wajah wanita itu memerah seperti sebuah tomat. Mia pun memegangi pipinya yang memanas.


Tiba-tiba datang lah Jungmo menghampiri Kevin. "Maaf bos mengganggu, ada yang ingin saya sampaikan...." ucap Jungmo setengah menunduk di hadapan Kevin dan Mia.


"Katakan lah...." Kevin mempersilahkan untuk Jungmo mengatakan yang ingin dia sampaikan.


"Mengenai Mr.Aaron, orang yang akan menggantikan nya hari ini akan langsung menempati bekas ruangan kerja nya....." ucap Arsen.

__ADS_1


Kevin diam sejenak seperti sedang memikirkan sesuatu. "Hmm....jangan lengah terus perhatikan gerak-gerik pengganti itu, aku akan menemui nya saat di kantor...." ucap Kevin melanjutkan sarapan nya.


"Baik bos....saya permisi" Jungmo pun undur diri.


Sepeninggal Jungmo.....


Kevin beranjak dari kursinya. Sambil mengelap sisa makanan yang tersisa di bibir nya menggunakan tisu.


"Nanti siang aku akan menjemputmu bee, jadi beristirahatlah pagi ini, jangan melakukan kegiatan yang berat-berat...." ucap Kevin seraya berjalan berdampingan dengan Mia menuju teras depan.


"Iya bee...makasih yah"


"Makasih untuk apa?" tanya Kevin.


"Untuk perhatian mu selama ini padaku bee...." jawab Mia.


"Tanpa kamu mengucapkan terima kasih, aku akan selalu memberikan seluruh perhatian ku padamu bee....."


Kevin memeluk erat tubuh Mia. Kemudian mengecup pucuk kepalanya. Ada perasaan aneh yang menggelitik hati Kevin. Tapi entah itu apa, Kevin benar-benar tidak mengerti.

__ADS_1


"Kalau begitu aku berangkat kerja dulu ya bee....ingat jangan melakukan hal berat..." ucap Kevin seraya berjalan menuju mobil yang terparkir di depan gerbang.


Sesekali Kevin menoleh kebelakang. Rasanya sangat berat untuk meninggalkan Mia kala itu. Mia melambaikan tangan nya sambil menatap kepergian mobil Kevin, yang semakin jauh menghilang.


"Ada apa dengan ku, kenapa berat sekali rasanya untuk pergi bekerja hari ini....." gumam Kevin pelan.


Kevin berbicara pelan namun masih bisa di tangkap oleh indra pendengar Jungmo yang duduk di kursi kemudi. "Apa ada masalah bos?" tanya nya melirik di kaca sepion tengah.


"Tidak ada, fokus saja dengan kemudi...." sahut Kevin seraya memasukan ponsel ke saku jas dan bersandar menutup matanya sejenak.


Sampai di kantor. Kevin segera menuju ruangan kerja yang dulu di tempati Aaron. Ketika sampai di ruangan tersebut Kevin bertemu dengan seorang wanita cantik, tinggi, bertubuh langsing. Wanita tersebut tersenyum ramah ke arah Kevin yang berdiri di ambang pintu.


"Selamat pagi Mr.Kevin....." sapa wanita itu berjalan menghampiri Kevin. "Perkenalkan saya Nam Jiah....." wanita itu menyodorkan tangan di depan Kevin.


Masih dengan raut datar Kevin meraih tangan wanita itu. Mereka berdua berjabatan. "Senang bertemu dengan anda Mrs.Nam, saya berharap kita bisa bekerja sama dengan profesional....." ucap Kevin.


Jiah tertegun dengan ucapan Kevin yang frontal, dia mengerti jika Kevin sedang menyinggung sosok Aaron. "Saya pun berharap seperti itu Mr.Kevin...." sahut Jiah tersenyum lebar sembari melepaskan jabatan tangan mereka.


TBC.

__ADS_1


Note: Jangan lupa like dan vote nya, biar aku makin semangat untuk up🌹🌹


__ADS_2