Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
"Aku percaya padamu bee...."


__ADS_3

โ€โ€


*****


Kevin dan Mia saling melempar pandang. Di dalam tatapan mata Kevin jelas nampak sebuah kebahagiaan, begitu pun dengan Mia. Sampai-sampai air mata mengalir dari sudut matanya.


Kevin kembali menatap sang dokter. "Dokter yakin...istri saya sedang mengandung?" tanya Kevin lagi untuk lebih meyakinkan.


Dokter itu pun tersenyum menanggapi reaksi Kevin yang terlihat bahagia. " Saya yakin 100% ,nyonya Mia sedang dalam keadaan mengandung....untuk lebih yakin nya lagi, sebaiknya periksakan kandungan nyonya Mia ke Dokter Kandungan....kalau begitu saya permisi dulu, untuk obat nya saya sudah memberikan obat pereda nyeri dan vitamin mohon di tebus di apotik....terima kasih" ucap dokter.


Dokter dan perawat-perawat tadi pun pergi meninggalkan Mia dan Kevin berdua.


Mia menangis hingga sesegukan sambil menutup mulut nya dengan tangan nya. Air mata bahagia yqng keluar dari mata Mia. Menjelaskan bagaimana isi hati Mia saat ini. Hal yang paling ia tunggu-tunggu selama ini, akhirnya datang menghampiri nya.


Kevin memeluk Mia dengan begitu erat nya, mengelus kepala nya, dan mencium pucuk kepala sang istri beberapa kali. Betapa bahagia hati nya saat ini.


Dengan perasaan canggung Mia melingkarkan tangan nya, membalas pelukan Kevin. Dia tidak bisa bohong jika saat ini dia sangat bahagia, dan ingin memeluk sang suami.


Kevin melepaskan pelukan nya. "Sudah jangan menangis lagi, kasian anak kita.....Cups..." Kevin mengusap air mata Mia lalu mengecup kening sang istri.


Mia hanya diam dan mengangguk. Setelah Kevin menebus obat untuk Mia. Mereka pun segera pulang, ke rumah.


Sepanjang perjalanan Mia hanya diam menatap keluar jendela, sembari tangan nya mengelus perut nya yang masih rata itu. Di dalam rasa bahagia nya itu, dia juga merasa sedih. Mengingat kejadian semalam. Hati nya masih sakit, dia bingung apa yang harus dia lakukan? Apa dia harus melupakan kesalahan yang di buat oleh suami nya itu? Dan menjalani hari-hari dengan kembali seperti biasa? Apakah akan sama rasanya?


Sedangkan Kevin sedari tadi dia tidak bisa berhenti tersenyum sepanjang jalan. Sesekali dia menoleh ke arah Mia. Kevin pun meraih tangan Mia dan menggenggam nya erat sambil mengemudi.

__ADS_1


Mia hanya diam tak bereaksi, dia membiarkan Kevin memegang tangan nya. Selagi Kevin menatap ke depan, Mia menatap nya denga begitu lekat. Tiba-tiba air matanya menetes, dia percaya jika suaminya itu tidak mungkin mengkhianati nya.


Sesaat kemudian mereka pun sampai di rumah....


Kevin menggendong Mia keluar dari mobil dan membawanya masuk ke dalam rumah.


"Lepasin akh...aku bisa jalan sendiri, malu di lihat yang lain" ucap Mia gugup sembari berusaha turun dari tangan Kevin.


"Gak boleh....ingatkan kata dokter kamu gak boleh capek-capek bee, jadi biarkan aku menggendong mu ke kamar..." ucap Kevin dengan penuh penegasan.


Mia pun diam tak menjawab dan membiarkan sang suami menggendong nya menuju kamar. Sesampai nya di kamar Kevin merebahkan tubuh Mia dengan perlahan ke atas tempat tidur, lalu menyelimuti nya.


Kevin mengusap lembut kepala Mia dan mencium kening nya. "Aku ke bawah dulu mau suruh pelayan bikinin kamu susu....tunggu sebentar yah honey" ucap Kevin.


Saat hendak melangkah pergi tangan Kevin di tahan oleh Mia. Kevin pun menoleh ke arah istri nya. "Ada apa bee?" tanya Kevin heran.


Kevin kembali duduk di tepi tempat tidur dan menyentuh pipi Mia dengan lembut. "Maafkan aku bee....." ucap Kevin yang juga meneteskan air mata nya.


"Aku percaya padamu bee....." lirih Mia, sembari mengusap air mata Kevin. "Air mata mu begitu berharga bagiku, jadi jangan meneteskan nya di depan ku bee...." ucap nya kembali dengan tersenyum.


Kevin tertegun dengan ucapan Mia, dia begitu tak menyangka jika Mia masih bisa percaya kepadanya. Mengingat kejadian menyakitkan hati nya yang belum lama, bahkan masih beberapa jam yang lalu. Tapi Mia telah memilih untuk percaya padanya.


Kevin pun langsung mendekap sang istri dengan begitu erat. "Aku mencintaimu bee, aku sangat-sangat mencintaimu....tidak ada wanita lain yang bisa menandingi dirimu di mataku bee!!! Jika benar aku mengkhianatimu, aku bakal menjadi orang terbodoh di dunia ini....sudah menyia-nyiakan wanita hebat sepertimu!? Aku gak akan ngelakukan hal bodoh itu bee, aku akan mencari bukti yang kuat untuk membuktikan jika aku tidak bersalah......" ucap Kevin dengan suara bergetar.


Mia mengangguk dan semakin menenggelamkan wajah nya ke dalam dada bidang Kevin. "Aku juga sangat mencintaimu bee, maafkan aku yang sempat meragukan dirimu" Mia mengeratkan pelukan nya.

__ADS_1


Kevin pun merenggangkan pelukan nya dan menatap wajah cantik sang istri. Kemudian mengecup kening, pipi, dan bibir nya beberapa kali. Mereka berdua sama-sama melemparkan senyuman bahagia.


Kevin beranjak dari duduk nya, tapi lagi-lagi Mia menahan nya. "Apa lagi sih bee? Aku mau bikinin kamu susu honey" tanya Kevin dengan nada lembut dan memegang kepala Mia.


Mia pun menarik tubuh Kevin untuk kembali duduk, kemudian dia membuka satu persatu kancing kemeja yang dikenakan suaminya itu. Kevin melotot dengan yang dilakukan sang istri. Dia pun menahan tangan Mia untuk berhenti.


"Bee...jangan sekarang, ingat kamu lagi dalam keadaan yang tidak memungkinkan!! Bagaimana jika perutmu keram lagi honey" ucap Kevin gugup kini wajah nya memerah.


Mia tersenyum dan mengecup bibir Kevin sekilas. Membuat suami nya itu semakin gugup dan bingung. "Bee.....aku kan sudah bilang....." ucap Kevin terhenti saat Mia menutup mulut nya.


"Siapa juga yang mau ngelakuin itu? Aku cuman mau kamu mandi dan berpakaian yang rapi.....sebagai istri aku tidak mau suami ku di lihat orang-orang dalam keadaan berantakan seperti ini..." Mia mengusap wajah Kevin yang kusam dan merapikan rambut nya yang berantakan.


Wajah Kevin kembali merah, dia tertawa canggung sembari menggaruk kepala nya yang tidak gatal. "Baiklah hehehe.....aku hampir lupa jika penampilan ku berantakan seperti ini?! Aku jelek yah...." ucap nya.


Mia menggeleng dan tersenyum, "Tidak ada di dunia ini yang bisa menandingi ke tampanan suamiku ini......kamu segalanya bee.....Cups....." ucap Mia sembari mengecup kening Kevin.


Entah kenapa Kevin semakin gugup di buat sang istri, dia jadi salah tingkah sendiri. Kevin pun berlalu pergi masuk ke dalam kamar mandi. Sambil senyum-senyum seperti orang bodoh pada Mia.


Sepeninggal Kevin.....


Mia tersenyum sambil mengelus perut nya yang masih rata itu. "Baby....Mommy akan menjagamu dengan sangat baik, karna kamu adalah hal terindah yang selama ini di tunggu-tunggu oleh Mommy and Daddy....." ucap nya berbicara pada bayi di dalam perut nya itu.


.


.

__ADS_1


TBC.


Note : untuk para readers jangan pada ngambek dan berasumsi buruk dulu yah, Author harap kalian bisa mempercayakan semua nya kepada Author๐Ÿ™๐Ÿ˜….....Karna Author sudah menyiapkan cerita ini dengan sangat matang.....dan juga dari cerita ini akan sangat berpengaruh pada SEASON SELANJUTNYA. Tentang kisah anak-anak mereka......๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™ Jangan bosen untuk mendukung Author yah, like , rate , dan komentar positif kalian sangat bermakna untuk perkembangan Author .....Thankyou and happy reading๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ–ค๐Ÿ–ค


__ADS_2