Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
TTCK S2 : 3. Viera & Jungmo


__ADS_3

Setelah makan malam bersama. Kevin dan Nathan mengobrol santai di balkon kamarnya. Sedangkan Viera sibuk mengurus Marvin.


Malam ini Viera harus mengurus persiapan tidur Marvin karna Kevin yng meminta nya. Biasa nya Marvin akan tidur bersama Kevin. Tapi karna kehadiran Nathan. Kevin meminta Viera yang mengurus Marvin, saat dirinya sedang bersama Nathan.


Setelah memastikan Marvin telah tertidur dengan lelapnya. Viera pun bergegas keluar dari dalam kamar khusus Marvin itu. Kamar Marvin sengaja di buat bersampingan dengan kamar Kevin. Agar Kevin bisa terus mengawasi sang anak saat malam tiba. Tapi terkadang juga, Kevin selalu menemani Marvin tidur dikamar Marvin. Sudah sangat jarang Kevin tidur di kamar utamanya. Kamar dimana terdapat banyak nya kenangan indahnya bersama Mia.


Terkadang Kevin suka menangis seorang diri jika tiba-tiba terbangun di tengah malam. Bahkan setiap dia memutuskan untuk tidur dikamar itu. Hampir setiap tengah malam nya juga Kevin selalu terbangun. Entah apa alasan yang membut dia sering terbangun tiba-tiba begitu. Karna itu dia lebih memilih tidur bersama Marvin, perasaan nya lebih tenang dan teduh.


Viera tak sengaja berpapasan dengan Kevin dan Jungmo yang sedang berbicara sesuatu di dekat tangga. Jungmo terlihat manggut-manggut mendengar ucapan yang keluar dari mulut Kevin.


Dari kejauhan Viera hanya mengkerutkan dahinya saja. Penasaran dengan perbincangan mereka berdua. Segera dia melebarkan langkah menghampiri Kevin dan Jungmo.


"Marvin sudah tidur bos...." basa-basi Viera.


"Ohh benarkah? Kalau begitu kamu juga bisa istirahat...." ucap Kevin singkt lalu kembali berlalu pergi.


Mulut Viera komat-kamit menggerutu dengan sikap dingin bos nya itu. Kenapa sih dia harus terjebak bekerja dengan para pria angkuh sedingin es seperti Kevin dan Nathan.


Ketika Viera hendak melangkah menuruni tangga dengan hati yang dongkol. Pandangan nya beralih mendapati sosok Jungmo yang tak jauh menyebalkan bagi Viera.


Viera memutar bola matanya. "Huh....nih orang lagi, kenapa sih gak ada pria yang waras dirumah ini...." Viera menghela nafas nya kasar, kemudian membuang muka hendak melangkah turun.

__ADS_1


Namun tiba-tiba tangan nya di tarik oleh Jungmo. "Aaaa.....apaan sih lepasin tangan ku...." Viera mencoba melepaskan genggaman tangan Jungmo di lengan nya.


Jungmo tidak mengkhiraukan, dia tetap menarik Viera menuruni anak tangga sampai lantai bawah. "Lepasin...." Viera berhasil melepaskan tangan Jungmo.


Jungmo menyeringai seperti orang bodoh. Membuat Viera semakin gemas ingin menonjok wajah nya itu. "Apa? Gak usah cengar-cengir, kenapa kamu narik aku kaya gitu....." cetus Viera kesal.


"....iiihhhhh....kalau bukan karna bos Kevin, aku sudah menghajarmu kali ini" lanjut nya memaki.


"Hehehe.....maafkan aku" ucap Jungmo tersenyum sambil membenarkan letak kaca matanya. "Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan padamu...." Lanjut Jungmo.


"Apa? Ngomong biasa aja kan bisa, gak usah pake tarik-tarik tangan segala....." ucap Viera masih ketus.


"Ini mengenai, kasus kecelakaan bos Kevin tiga bulan lalu" Jungmo berkata dengan setengah berbisik.


"Aku sudah bicara kepada bos Kevin mengenai ini...." ucap Jungmo.


"Benarkah? Terus apa katanya?" tanya Viera semakin penasaran. Dia semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Jungmo, agar suara nya lebih terdengar jelas.


Deg....


Manik mata Jungmo membulat sempurna. Dia menelan salivanya, merasakan ada yang berdetak kencang di dalam dadanya. Entah kenapa dia menjadi gugup sendiri.

__ADS_1


"Apa katanya? Jawab? Kenapa malah diam....." Viera mengerutkan dahi dan mendongak sedikit menatap wajah Jungmo yang sedikit lebih tinggi darinya.


"A-aku belum mengatakan semuanya yang aku tahu padanya...." suara Jungmo semakin pelan dan terbata-bata.


"Kenapa?" tanya Viera heran. Ternyata Jungmo masih belum mengatakan semuanya kepada Kevin. Tapi apa itu? Viera semakin penasaran.


"Masih ada yang perlu kupastikan dengan jelas, tentang kebenaran itu....karna ada sedikit yang menjanggal...." seketika raut wajah Jungmo berubah menjadi serius. Dia juga memalingkan wajah dan mundur selangkah dari posisinya.


Viera terkejut, dengan cara bicara dan raut wajah Jungmo yang berubah seketika. Tidak seperti kebiasaan yang dia lihat. Jungmo seperti orang lain.


"Besok bos Kevin ambil cuti kerja, dia ingin membawa Marvin untuk berjalan-jalan mengunjungi bos Tara dan nona Sheila....." Jungmo menatap intens ke arah Viera.


Viera meneguk salivanya, jadi dia yang gugup. Tatapan mata apa itu? Kenapa jantungnya malah berdebar-debar? Fikirnya kebingungan.....


"....bersiaplah besok pagi-pagi aku akan menjemputmu" lanjut Jungmo lalu hendak berlalu pergi. Langkah nya terhenti saat Viera bertanya kembali. "Mau kemana?"


"Menyelidiki sesuatu....." Jungmo berbalik.


Viera kembali terkejut. Kini raut wajah nya kembali berubah menjadi bodoh. Menyeringai sambil membenarkan kaca mata jadulnya. Dia pun langsung berlalu pergi meninggalkan Viera yang masih diam tertegun.


"Apa dia setan? Kenapa wajahnya berubah tadi? Ihhh....serem banget...." Viera bergidik ngeri menatap kepergian Jungmo yang menghilang dari balik pintu. Kemudian dia langsung melangkah menuju kamar tidurnya.

__ADS_1


TBC.


Note : Jangan lupa untuk like dan vote, biar aku tambah semangat untuk up nya. Happy Readings🌹🌹🌹


__ADS_2