
Di luar ruang operasi sebuah rumah sakit di kota Goyang. Nampak seorang pria dengan raut wajah gusar nya. Dia berjalan bolak-balik kekiri dan kanan seperti gosokan panas. Pria itu tak lain adalah Tara.
"Ya tuhan....tolong lancarkan persalinan Sheila" ucap Tara dengan tangan menyatu di dada.
Tidak lama kemudian datanglah Kevin dan Mia. Kevin langsung menghampiri Tara. "Bagaimana? Apa sudah selesai?" tanya Kevin.
"Belum kak...." jawab Tara dengan raut wajah gusar. Sesekali dia menelan salivanya sendiri karna gugup.
"Kamu tenang saja....Sheila dan anakmu pasti baik-baik saja...." Kevin merangkul pundak Tara sembari menepuk-nepuk pundak sang adik.
"Iya Tar....kamu sabar yah...." sanggah Mia yang juga mencoba menenangkan Tara.
Beberapa detik kemudian. Terdengar suara tangisan bayi yang melengking dari dalam ruang operasi. Tara,Mia, dan Kevin menoleh bersamaan ke arah ruang operasi.
Tara tersenyum bahagia yang di iringi dengan menetesnya air mata dari pelupuk matanya. Air mata bahagia itu tumpah membasahi wajah tampan Tara.
"Selamat kamu sudah menjadi seorang ayah...." ucap Kevin.
"Selamat yah Tar...." sambung Mia mengucapkan selamat.
Dokter pun keluar dari dalam ruangan operasi bersama dengan dua perawat lain nya. Tara langsung menghampiri dokter tersebut.
__ADS_1
"Bagaimana dok keadaan istri dan anak saya?" tanya Tara.
"Dokter Tara tidak perlu khawatir, ibu dan anak sama-sama dalam keadaan sehat......selamat bayi nya laki-laki." jawab sang dokter.
"Terima kasih dok...."
"Nona Sheila dan bayi nya akan di pindahkan ruangan sebentar lagi.....mohon di tunggu"
Dokter pun berlalu pergi. Tara sudah bisa bernafas dengan lega. Raut wajah nya yang tadinya tegang kini sudah kembali tenang. Mendengar keadaan sang istri dan anak nya sehat.
Di dalam ruangan pasien. Kini Sheila dan anak nya sudah dipindahkan ruangan. Dia sudah bisa dijenguk oleh siapa pun.
"Ihhh....lucunya ponakan ku, liat bee bibir nya kok malah mirip kamu" ucap Mia menggendong bayi Tara dan Sheila. Dia mendekati Kevin memperlihatkan wajah lucu sang bayi yang menggemaskan.
"Iya lah....aku kan paman nya" sahut Kevin tersenyum, jarinya menyentuh lembut pipi chubby bayi yang berada di dalam dekapan sang istri.
"Sini Mi.....biar aku kasih di minum susu, pasti haus tuh bibir nya udah monyong-monyong" ucap Sheila merentangkan tangan hendak meraih sang bayi.
Mia pun memberikan sang bayi kepada ibunya. Tara yang berada di sebelah Sheila tersenyum lebar sedari tadi, betapa bahagia hati nya. Lengkap sudah kebahagiaan keluarga kecilnya.
"Makasih yah sayang.....cups" Tara mengelus lembut kepala Sheila, kemudian mengecup nya dengan penuh kasih sayang.
__ADS_1
Mia yang melihat kebahagiaan keluarga kecil itu hanya bisa tersenyum. Dia pun mendekati Kevin lalu menggandeng dan menyandarkan kepala di lengan sang suami.
"Kenapa bee?" tanya Kevin yang merasa aneh melihat tingkah sang istri.
"Gak apa-apa bee....aku hanya senang melihat mereka bertiga yang bahagia....." jawab Mia tersenyum menatap keluarga kecil di hadapan nya itu.
Kevin mencium pucuk kepala Mia dan mengelus nya. "Sabar yah....sebentar lagi kita juga pasti akan bahagia jika dia lahir." tangan Kevin berpindah mengelus perut Mia yang sudah hampir membuncit itu.
Setelah beberapa saat kemudian. Kevin dan Mia pun berpamitan untuk kembali ke Seoul. Dengan berat hati Tara melepaskan kepergian sang kakak. Padahal dia masih ingin Kevin dan Mia berlama-lama menemani mereka. Tapi apa boleh buat dia bukan anak kecil lagi yang harus di temani sang kakak terus menerus.
Diperjalanan pulang di dalam mobil Mia terus menyandarkan kepalanya di pundak Kevin. Dia juga menggenggam tangan Kevin dengan begitu erat nya. Sampai akhirnya dia tertidur mungkin karna kelelahan dan juga perjalanan yang di tempuh lumayan lah jauh nya.
Dengan kondisi tengah hamil tiga bulan membuat fisik Mia sedikit lemah. Dia gampang kelelahan dan juga daya tahan tubuh nya menurun. Penyakit seperti flu dan batuk sering kali menghampirinya. Karna itu Kevin sangat protektif, dia tidak lengah sedikit pun.
Selurih perhatian nya di tujukan kepada Mia. Tanpa merasa terbebani Kevin merawat Mia dengan baik melewati masa-masa kehamilan nya.
Hingga suatu hari......
TBC.
Note: Jangan lupa like dan vote nya, biar aku makin semangat untuk up🌹🌹
__ADS_1