Terjebak Takdir Cinta Kevin

Terjebak Takdir Cinta Kevin
Menghukum diri sendiri...


__ADS_3

Lari tetus berlari dengan langkah gontai, Anna hanya ingin waktu sendiri. Air mata nya terus mengalir dengan derasnya.


"Apa yang akan aku katakan kepada kakak cantik, sungguh aku tidak sanggup harus menyakiti hatinya lagi"


Langkah Anna terhenti di sebuah halte bis, dia terduduk di bangku yang ada di halte itu. "Bodoh....Anna kamu bodoh sekali, andai waktu itu kamu gak egois pasti ini semua gak akan terjadi".


Dia terus menyalahkan diri sendiri. Anna merasa dirinya adalah orang yang jahat. Lagi-lagi kehidupan Mia seorang wanita baik hati yang sudah dia anggap kakak nya sendiri. Harus terguncang karna dirinya lagi. Kenapa hidup nya jadi seperti ini.


Tiba-tiba saja petir pun menyambar, menampakan kilatan putih di balik awan hitam tebal. Anna tersentak mendengar bunyi guntur yang sangat nyaring, seiring dengan turun nya air hujan yang sangat deras.


"Kenapa kau buat aku ada di posisi ini ya tuhan.....Aku tau, aku memang berdosa....bahkan aku bersedia menerima hukuman yang paling kejam, tapi jangan tempat kan aku diposisi seperti ini.....sudah cukup aku menyakiti hatinya, aku tidak mau lagi"


Anna terus menangis sesegukan, hingga dadanya terasa begitu sesak. Anna melanjutkan langkah nya di tengah hujan deras dengan kilatan petir menyambar. Tak perduli dengan kondisi tubuhnya yang masih lemah.


Tak sadar langkah Anna berhenti di depan sebuah club tempat dirinya bekerja. Anna menatap sendu gedung tempat dirinya mencari nafkah itu. Sudah sangat berat dia menjalani hidup dengan bekerja di tempat seperti itu. Meskipun seperti itu pekerjaan nya, Anna sangat menghindari yang namanya menjadi perebut suami orang/ atau simpanan pria beristri.


Tapi sekarang apa? Dia memang bukan seorang wanita simpanan, tapi bagaimana menjelaskan tentang kehamilan nya? Entah apa yang akan orang nilai tentang dirinya, sudah buruk pasti lebih buruk lagi pandangan semua orang padanya. Terlebih dimata Mia, apa yang akan dia pikirkan tentang Anna. Membayangkan nya saja membuat hati Anna terasa sesak, apa lagi jika di posisi Mia.


"Hiks...hiks...aku membenci diriku sendiri...."


Anna melangkah masuk ke dalam club tersebut. Dengan keadaan yang berantakan seperti itu, Anna menjadi pusat perhatian. Tapi gadis malang itu sama sekali tidak mengkhiraukan nya, dia berjalan menghampiri meja bartender. Kemudian duduk di kursi.


"An....apa yang terjadi? Kenapa penampilan mu seperti kucing yang habis tercebur di sungai...hihihi" ledek bartender itu mencoba bergurau.


Anna menengadahkan wajah nya menatap bartender itu dengan raut wajah putus asa. Bartender itu terkejut bukan main, Anna yang di kenal nya ceria tidak oernah menangis. Sekarang nampak seperti orang yang putus asa. Senyuman indah nya kini lenyap seperti di telan bumi.


"Jangan bertanya.....cukup berikan aku segelas minuman seperti biasa...." ucap Anna dengan raut wajah datar sembari mengusap air matanya.


Bartender itu langsung diam, dia pun memberikan segelas minuman kepada Anna. Tanpa bertanya atau satu kata pun yang keluar dari mulut nya. Dia menjauh meninggalkan Anna sendiri.


Anna meraih gelas nya, di pandang nya dengan lekat isi dari gelas bening itu. Dengan cepat gadis itu meneguk habis minuman itu.


"Satu lagi...." teriak Anna mengangkat gelasnya.

__ADS_1


Bartender itu mengisi kembali gelas Anna, kemudian menaruh di depannya. "Apa lagi kali ini...." gumam nya sambil geleng-geleng kepala, melihat tingkah Anna.


"Aku membencimu Anna...." ucap nya sambil menatap pantulan dirinya di gelas. Kemudian kembali dia meneguk habis isi gelas itu.


"Lagi....." Anna kembali berteriak dengan suara parau.


Berulang hingga tiga kali Anna meminta gelas nya di isi, hingga ke terkahir kalinya saat hendak meminum. Tangan nya di tahan dan gelas minuman nya di rampas.


"YAA....apa-apaan, berikan minuman ku....." gerutunya dengan suara yang sangau dan mata sayu. Sepertinya Anna sudah mabuk, bahkan membuka matanya sudah sangat susah.


Saat dia menoleh ke arah orang yang menahan nya minum, Anna terkejut ternyata itu Arsen. Tatapan Arsen tajam seperti sedang marah.


"Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu seperti ini?" ucap Arsen dengan suara berat. Dia benar-benar geram dengan sikap Anna.


Anna memicingkan matanya, kemudian berpaling hendak beranjak dan pergi. Tapi Arsen kembali menahan nya.


"Mau kemana?" cengkraman tangan Arsen sangat kuat di tangan Anna.


Sungguh miris Arsen melihat keadaan Anna. Dia tahu jika saat ini Anna sedang menghukum dirinya sendiri. Atas kesalahan yang tidak sengaja dia perbuat. Menyakiti hati Mia sekali lagi itu sungguh menyakitkan sendiri untuk Anna.


"Ayo kita pulang....." Arsen merangkul bahu Anna, tapi langsung di tepis oleh gadis itu.


"Aku gak mau pulang, memang nya kamu siapa ngatur-ngatur aku......pergi sana jangan mengganggu ku" ucap Anna kasar. ucapan nya mulai ngelantur.


"Jangan menyiksa dirimu seperti ini....ingat...." kata-kata Arsen terhenti Anna langsung menatapnya tajam.


"Maafkan aku...." lirih Arsen.


"Gak usah sok perduli, biarkan aku menyelesaikan urusan ku sendiri....." lagi-lagi Anna berkata kasar.


Gadis itu langsung beranjak, namun saat dia berdiri. Kepala nya begitu pusing dan kaki nya melemas. Anna pun tidak bisa menopang tubuhnya, hingga dia terjatuh pingsan.


"Anna...." dengan sigap Arsen menangkap tubuh Anna.

__ADS_1


Semua orang menatap ke arah mereka, bertanya-tanya apa yang terjadi. Tak pikir panjang Arsen langsung menggendong Anna menuju luar. Lalu merebah kan Anna di dalam mobil nya.


Arsen menancap gas dengan kecepatan sedang menuju rumah Anna. Sesampainya di rumah Anna, Arsen langsunh merebahkan tubuh gadis malang itu di atas kasur tipis nya.


Di selimutinya tubuh Anna yang masih basah karna hujan, dengan selimut yang ada di samping nya. Arsen merasa tidak memiliki hak untuk menggantikan baju gadis yang kini ada di hadapan nya itu.


Tanpa sadar air mata Arsen menetes dari sudut matanya. Melihat kemirisan yang terjadi kepad Anna. Jika saja waktu itu dia tidak membiarkan Anna pergi, dan tetap menahan Anna. Mungkin saja ini semua tidak akan terjadi.


"Maafkan aku An...." lirih Arsen menyeka air matanya.


Dia pun berbalik melangkah keluar dari rumah Anna. Arsen menghampiri rumah yang ada di sebelah rumah Anna. Rumah itu di tinggali oleh seorang wanita paruh baya, yang sering membantu Anna jika ada apa-apa. Sebut saja dia Ahjuma.


Tok....tok...tok


Arsen mengetuk pintu rumah Ahjuma itu. Tidak berselang lama pintu terbuka, keluarlah wanita paruh baya. Dia tersenyum kepada Arsen meskipun dalam keadaan setengah sadar karna tidur nya terganggu.


"Nak Arsen....ada apa malam-malam begini?" tanya Ahjuma.


"Hmm...Ahjuma bisa kah kamu menolong ku" ucap Arsen dengan wajah memohon.


Ahjuma itu tersenyum dan mengangguk, tanpa berkata dia langsung menutup pintu rumah nya. Lalu mengikuti langkah Arsen menuju rumah Anna.


Arsen menunggu di luar rumah selagi Ahjuma tersebut menggantikan baju Anna. Dia sengaja meminta bantuan Ahjuma itu untuk mengganti baju Anna. Karna tidak mungkin kan jika dirinya yang melakukan itu. Anna akan marah jika tersadar.


TBC.


Note : Author benar-benar mohon maaf, author juga tidak bisa apa-apa. Karna jalan cerita nya memang seperti ini dari awal. Jika Author merubah nya lagi, pasti akan sangat mempengaruhi cerita kedepan nya. Author sendiri yang akan susah dan pasti nya bakal tepelilit sendiri. Kebingungan dengan jalan cerita yang terubah.....sekali lagi mohon maafπŸ™πŸ™πŸ™


Jika ada yang kecewa dan bilang gak mau baca lagi, Author pasrah saja dan tidak bisa memaksa. Karna itu adalah hak kalian 😭😭😭 mau lanjut baca cerita ini apa gakπŸ™πŸ™πŸ™


Author hanya berharap kalian bisa menerima jalan cerita yang sudah Author atur dari awal. πŸ™πŸ™πŸ™


Terima kasih untuk dukungan kalian selama iniπŸ™πŸ˜Š

__ADS_1


__ADS_2