
Tidak lama kemudian dari sebelah kiri dijalanan sempit yang sedikit gelap. Ada seorang pria memakai topi dan masker. Berjalan mendekat ke arah Jungmo.
Jungmo pun menyesap isapan terakhir dirokok nya. Lalu membuangnya dan menginjak nya menggunakan sepatu.
"Ini dia barang nya...." pria asing itu memberikan sebuah amplop kepada Jungmo. Jungmo meraoh amplop tersebut sambil memberikan sejumlah uang kepada pria asing tersebut. "Kerja bagus..."
Tak menunggu lama pria asing itu langsung berlalu pergi. Begitu pun Jungmo yang langsung masuk ke dalam mobil lagi.
"Buka dan lihat apa yang ada didalam nya....." ucap Jungmo melempar amplop itu ke atas paha Viera. Kemudian dia menyalakan kembali mobil dan menancap gas pergi dari tempat tersebut.
Diperjalanan.....
Viera membolak-balikan amplop tersebut. "Apa ini?" tanya nya menoleh ke arah Jungmo.
"Aku juga tidak tahu, makanya dibuka" sahut Jungmo dengan pandangan yang masih lurus ke depan.
Viera mendengus kesal dengan jawaban Jungmo. Gadis itu kemudian nurut dan langsung merobek ujung amplop itu. Ternyata isinya ada beberapa foto. Viera mengeluarkan foto-foto tersebut. Melihat nya satu persatu dengan seksama.
__ADS_1
Dahinya mengekerut. Tidak mengerti dengan foto-foto tersebut. Orang-orang yang ada di dalam foto itu juga dia tidak mengenalnya.
"Kenapa? Foto apa itu?" tanya Jungmo penasaran.
"Yah mana aku tahu ini apa? Lagian aku tidak mengenal siapa mereka yang ada didalam foto-foto ini."
Jungmo pun menepikan mobilnya dipinggir jalan. "Sini berikan padaku...." Jungmo meraih amplop yang ada di tangan Viera. Gadis itu mendengus kesal.
Seketika mata Jungmo membulat. Tak percaya dengan apa yang dia lihat. Viera ikut menegang melihat raut wajah Jungmo yang berubah. Jungmo menarik nafas dalam-dalam dengan menutup mata, lalu menghembuskan nya perlahan. Mencoba untuk tetap tenang.
Ia pun kembali menyalakan mobil lalu menancap gas. Tangan nya mencengkram setir kemudi dengan sangat kuat. Dan satunya lagi masih menggenggam amplop tadi. Saking kuat nya amplop itu menjadi lecek tidak karuan.
Jungmo diam. Tatapan matanya menajam lurus kedepan. Nafasnya juga mulai berat seiring naik turun dada nya saat menarik nafas. "Bisa-bisa nya kamu mengkhianati bos Kevin Ars...." geram Jungmo bergumam pelan dengan gigi yang menggeretak.
"Apa kamu bilang? Hei....cowok aneh, jangan diam saja katakan padaku ada apa sebenarnya......Aaawww" Viera berteriak-teriak ketakutan. Tanpa dadar tangan nya mencengkram kerah baju bagian depan Jungmo. Menarik nya hingga kancing kemeja itu terbuka tiga baris.
Shiittttt.......
__ADS_1
Mobil mendadak berhenti. Jungmo terkejut begitu pun Viera. Mata nya yang tadi tertutup karna takut kini terbuka lebar. "Huh...huh...syukurlah aku masih hidup......YAAAAA cowok aneh kamu mau buat aku mati?" Viera mengelus dadanya lalu menoleh tajam ke arah Jungmo dan berteriak.
Jungmo terdiam dengan mata yang membulat dan pipi yang bersemu merah. Tatapan matanya tertuju pada bagian dada nya yang terpampang jelas akibat kancing kemeja yang terbuka.
Sontak Viera langsung menutup mulut dengan telapak tangan nya. "Oops....Sorry....aku gak sengaja" pipinya ikut memerah.
"Sini biar aku baikin....." Viera meraih bagian kemeja yang kancing nya terbuka. Tanpa sadar tangan nya bersentuhan dengan dada bidang Jungmo. Membuat dada nya Jungmo semakin berdebar.
"Lepaskan, biarkan aku saja.....lagian kancing nya sudah lepas...." Jungmo menepis tangan Viera lalu memalingkan wajah dan badan nya. Memperbaiki sedikit posisi kemeja nya yang miring sedikit.
"Biarkan saja seperti ini...." ucap Jungmo gugup dengan wajah merah padam. Dia kembali menancap gas menyusuri jalanan.
Kali ini di perjalanan. Suasana di dalam mobil nampak sangat canggung. Keduanya diam seribu kata. Hanya saja sesekali di antara mereka ada yang diam-diam melirik.
"Huh....kenapa aku seperti ini sih? Gadis ini sangat kasar sekali....kemeja ku sampai rusak begini....." gumam Jungmo di dalam hati, sembari melirik Viera.
"Aku gak salah merasa kok.....jelas-jelas tadi dada nya sangat dingin dan berdebar-debar hebat gitu.....apa dia merasa gugup karna aku? Akhh tidak mungkin, Viera jangan mikir yang enggak-enggak dulu" gumam Viera pelan sembari juga melirik Jungmo.
__ADS_1
TBC.
Note : Jangan lupa untuk like dan vote, biar aku tambah semangat untuk up nya. Happy Readings🌹🌹🌹