
Anna telah selesai membuatkan minuman untuk para tamu yang datang kerumah nya. Dia pun segera membawa nampan berisi minuman itu hendak kembali ke ruang tamu.
Sesampainya di lorong yang menghubungkan dapur dan ruang tamu. Langkah Anna terhenti. Dari arah situ Anna sudah bisa melihat dan mendengar apa yang sedang dibicarakan oleh Arsen dan Jungmo.
"Kenapa mereka berkelahi...." Anna memajukan langkah nya.
"NYONYA BOS MIA TELAH MENINGGAL DUNIA, AKIBAT KECELAKAAN ITU......" ucapan Jungmo sempat tertangkap oleh indra pendengaran Anna.
Mata Anna membulat dia sangat terkejut. Nyonya bos? Bukan kah itu kakak cantik? Panggilan Nyonya bos yang dia pernah dengar adalah, ketika Arsen menyebut panggilan Mia.
Mata Anna berkaca-kaca. Dadanya sakit perih seperti tertusuk-tusuk jarum-jarum kecil. Kaki dan tangan nya gemetaran. Seketika tubuhnya melemas. Anna berusaha melangkah mendekati Arsen dan Jungmo.
"Gak mungkin....gak mungkin Nyonya bos meninggal, yang aku tahu hanya bos Kevin yang ada di mobil itu....." lagi-lagi ucapan Arsen tertangkap oleh indra pendengaran Anna.
Prang....
Nampan yang dibawa Anna jatuh ke lantai. Serpihan-serpihan kaca dari gelas terhambur dan mengenai kaki Anna. Anna tak lagi mengkhiraukan kaki nya yang berdarah.
__ADS_1
Kini air matanya sudah mengalir. Pandangan nya luris ke arah Arsen yang duduk di lantai dekat dinding. Ketiga orang itu terkejut dengan kehadiran Anna.
"Anna....." lirih Arsen. Sedangkan Jungmo dan Viera hanya bisa diam. Mereka juga tidak bisa apa-apa.
"Kaki mu berdarah An...." Arsen cepat-cepat berdiri dan menghampiri Anna. Air mata pria itu juga sudah mengalir deras di wajah tampan nya. Sorot matanya sangat cemas menatap Anna.
"Kalau begitu kami permisi dulu....." Jungmo pun menarik tangan Viera keluar dari rumah itu. Dia bisa mengerti dengan keadaan. Membiarkan Anna dan Arsen berbicara empat mata. Dan menyelesaikan masalah mereka.
"Anna....ayo aku obati luka mu...." Arsen meraih tangan Anna. Hendak membawanya duduk di sofa. Tapi hal tak terduga. anna malah menepis kuat tangan Arsen.
"An....aku bisa jelasin...." Arsen kembali ingin meraih tangan Anna. Namun kembali di tepis. "Jangan sentuh aku...." Anna mundur selangkah.
"An...jangan seperti ini, aku benar-benar tidak bermaksud untuk mencelakakan Nyonya bos....aku benar-benar menyesal...."
"Apa? Kamu menyesal? Untuk apa? Bukan kah kamu tidak dengar dia tadi bilang jika kakak cantik sudah meninggal Ars.....apa yang sudah kamu lakukan? Aku benar-benar kecewa padamu? Kenapa kamu bisa tega melakukan itu...."
"Aku benar-benar menyesal....target ku adalah Bos Kevin....mereka juga tidak ada yang mengatakan padaku jika di dalam mobil itu ada Nyonya Bos....jika aku tahu aku ti--"
__ADS_1
"Aku kecewa padamu Arsen.....apa sebenarnya yang membuatmu menjadi seperti ini? Kenapa kamu dendam kepada Kak Kevin? Kenapa hah? Jawab aku? Benar katanya tadi, jika kamu bukan Arsen yang dulu lagi....kamu sudah berubah, dan aku sudah merasakan nya sejak tiga bulan yang laku....." Anna memotong perkataan Arsen.
"An...kamu mau kemana?" Arsen mengejar Anna yang hendak membuka pintu keluar rumah. Ditariknya tangan Anna dengan sangat kuat. Membuat gadis itu tertoleh kebelakang. "Lepaskan aku Ars.....aku benar-benar kecewa padamu....."
Brakk....
Anna menutup pintu dengan sangat keras tepat dihadapan Arsen. "AN....ANNA.....JANGAN PERGI...." teriak Arsen.
"Anna....pliss jangan pergi....aku menyesal benar-benar menyesal...." Arsen kembali terduduk bersandar dibalik pintu. Dia terus menangis menyesali perbuatan nya yang mengakibat kan meninggal nya sosok wanita baik hati seperti Mia.
Karna dari awal dia tidak pernah dendam kepada Mia. Target nya adalah Kevin. Tapi kenapa? Kenapa dia berubah seperti ini? Apa yang membuat Arsen hilang kendali dan terjebak dalam rasa dendam seperti ini?
"Asal kamu tahu An....aku seperti ini karna kamu, kamulah yang berubah terlebih dulu....perasaanmu padaku telah berubah, tidak ada lagi namaku dihatimu...." lirih Arsen sembari mengusap wajah nya frustasi.
TBC.
Note : Jangan lupa untuk like dan vote, biar aku tambah semangat untuk up nya. Happy Readings🌹🌹🌹
__ADS_1