
*****
Siang itu Mia telah selesai mandi, dan kini dia sedang berdiri di depan lemari sambil mengenakan celana dan baju. Tiba-tiba saja, Mia mendengar suara gaduh dari lantai bawah. Dia pun bergegas keluar dari dalam kamar, terdengar samar-samar suara bentakan Kevin dan jeritan seorang wanita. Mia pun semakin mantap melangkah menuruni saru persatu anak tangga.
Sesampai nya di bawah, Mia begitu terkejut melihat Kevin yang di tahan oleh Aaron. Dia hendak menyerang Mia yang histeris duduk di lantai. Sontak Mia langsung mendekati ketiga nya.
Lalu Mia merentangkan tangan nya di depan Kevin. "Bee....berhenti" ucap Mia.
Kevin mengerinyit, "Minggir bee....gadis ini gak seharusnya ada disini, cari mati kamu Arsen membawa nya kesini" ucap Kevin yang sudah kehilangan kendali.
"Bos...dengerin dulu penjelasan ku, jangan bertindak gegabah seperti ini" sanggah Arsen sembari menguatkan pertahanan nya pada Kevin.
"Bee....tenanglah, aku yang menturuh nya membawa Anna kemari" ucap Mia.
Kevin pun tersentak dia menatap Mia dengan penuh tanya. "Untuk apa bee....apa kamu percaya padanya?" tanya Kevin dengan suara lantang. Kevin benar-benar tidak habis pikir, untuk apa sang istri membawa gadis itu ke rumah mereka.
Mia pun berbalik menjongkok di depan Anna, dia merasa iba kepada gadis itu. Melihatnya ketakutan kepada Kevin, membuat Mia semakin percaya jika Kevin dan Anna tidak mungkin terikat dalam suatu hubungan.
Mia langsung memeluk Anna mencoba untuk menenang kan nya. Tangan Anna yang bergetar juga di genggam oleh nya. "Anna diamlah....tidak apa-apa ada aku disini, maafkan Kevin aku yakin dia tidak berniat jahat padamu" ucap Mia.
"Kakak cantik maafkan aku hiks....hiks....percaya lah aku tidak pernah berniat merusak rumah tangga kalian berdua..." ucap Anna sambil menangis terisak.
Kevin semakin heran kenapa sang istri dan gadis itu nampak mengenal satu sama lain. "Apa maksudnya ini? Jangan bilang kalau kamu sudah mengenal nya lama bee?" tanya Kevin dengan penuh penekanan.
Mia pun mengangguk, Kevin langsung melepaskan pegangan Arsen. Lalu berbalik badan sambil mengacak rambut nya dengan kedua tangan. "Aagghh.....Sialan ini pasti ulah Aaron brengsek itu....brakkk" maki Kevin sambil menendang meja kaca di hadapan nya sampai pecah.
Mia, Arsen, dan Anna menoleh bersamaan, bahkan para pelayan juga nampak terkejut. Mereka nampak terkejut dengan apa yang di lakukan Kevin. Mia dan Arsen memaklumi sikap Kevin yang sudah sering mereka lihat. Tetapi tidak dengan Anna, dia semakin takut kepada Kevin. Dimatanya Kevin adalah sosok yang begitu menakutkan, dia tidak memandang itu wanita atau pria jika dia marah bisa saja dia membunuh orang tersebut.
Mia pun berdiri menghampiri Kevin dan langsung meraih tangan Kevin. "Bee....tenanglah, kita bicara di dalam kamar aja!? Gak enak jika para pelayan melihatmu seperti ini" ucap nya dengan pelan sembari mengelus lembut punggung tangan Kevin.
Dengan kelembutan yang diberikan Mia, mampu menengkan hati Kevin yang keras seperti batu itu. Dia pun mengangguk dan menuruti ucapan sang istri yang menggandeng nya menuju kamar.
__ADS_1
Sebelum menaiki tangga Mia menoleh kembali pada Arsen dan Anna. " Arsen tolong kamu antar Anna ke kamar tamu, dia pasti lelah dan butuh istirahat....nanti kita bicara lagi" ucap nya dengan mengangguk pada Anna.
"Baik Nyonya Bos...." ucap Arsen sigap. Sedangkan Anna hanya diam dan menatap sendu kepergian dua orang tersebut. Perasaan nya yang tadi begitu ketakutan, menjadi sedikit tenang karna senyuman yang diberikan oleh Mia.
Arsen pun langsung menuntun Anna menuju kamar tamu yang telah di siapkan untuk Anna oleh para pelayan. Semua pelayan bertanya-tanya apa yang terjadi? Dan siapa Anna, kenapa Tuan mereka hendak menyerang gadis itu.....
Di dalam kamar Kevin dan Mia.....
Keduanya duduk di pinggiran tempat tidur. Mia menatap Kevin dengan lekat, tetapi Kevin masih memasang wajah datar dan menatap tajam arah depan.
"Bee..." panggil Mia sekali, tapi Kevin tidak menjawab.
"Bee..." panggil Mia dua kali, lagi-lagi tidak ada sahutan dari Kevin.
Mia pun menghela nafas pelan. "Honey....kamu kok gak jawab aku" ucap nya sembari meraih dagu Kevin dan mengarahkan wajah Kevin ke arah nya.
"Maaf bee...aku tidak mendengar nya" sahut Kevin pelan dengan raut wajah serius.
"Bee...aku memutuskan untuk percaya padamu, karna itu juga aku harus percaya pada Anna...aku yakin kalian berdua tidak bersalah dalam hal ini" ucap Mia dengan tersenyum manis pada Kevin.
Kevin menatap sendu wajah Mia yang sedang berbicara. Dia terpukau dengan aura yang dipancarkan oleh istri nya itu. "Apakah kamu adalah malaikat yang menjelma sebagai manusia bee.....hati mu begitu mulia, kamu bisa percaya kepada seseorang yang jelas-jelas telah menyakiti hatimu" batin Kevin.
Mia pun mengerinyit heran, "Untuk apa?" tanya nya.
"Karna sudah hadir dalam hidupku....." jawab Kevin tersenyum.
Mia pun ikut tersenyum dengan pipi yang merah, dia jadi salah tingkah. "Apaan sih bee....bukan waktunya untuk gombal" ucap nya gugup sembari memukul pelan dada Kevin.
Kevin langsung memeluk Mia seketika. "Aku mencintaimu bee....berjanjilah jangan pernah meninggalkan ku seperti tadi malam lagi" ucap Kevin.
"Baiklah....tapi ada syaratnya" ucap Mia dengan lantang sambil tertawa kecil.
Kevin melepaskan pelukan nya lalu menatap Mia dengan memicingkan matanya. "Ok....apa persyaratan nya" ucap Kevin dengan sombongnya, seakan meremehkan ucapan Mia.
"Jika aku bisa percaya pada Anna, aku harap kamu juga bisa percaya dan berjanji tidak akan menyakiti nya...." ucap Mia panjang lebar.
__ADS_1
Seketika wajah Kevin berubah dia langsung memalingkan wajah ke arah lain. Kevin menghela nafasnya dengan begitu kasar, dia merasa muak mendengar nama Anna.
"Ayolah bee....aku mohon padamu, jika kamu egois seperti ini....aku yakin masalah ini gak akan pernah selesai" ucap Mia.
Kevin diam memikirkan sesuatu, lalu menatap lekat wajah Mia. "Hmm...baiklah aku akan mencoba nya, tapi jika terbukti dia ikut berada di balik kejadian itu....aku sendiri yang akan menyingkirkan nya, kamu tau aku kan bee" ucap Kevin dengan mengancam.
Dia pun beranjak dan pergi meninggalkan Mia sendiri di dalam kamar. Mia termenung memikirkan perkataan Kevin, yang tidak bisa di pungkirinya. Dia juga takut jika Anna terbukti berada di pihak dalangnya. Tapi dengan kesungguhan hati, Mia membuang jauh-jauh pikiran tersebut. Dia harus yakin dengan pilihan yang dibuat.
*****
Disisi lain di kamar tamu....
Arsen meminta Anna untuk beristirahat dan jangan memikirkan apa-apa. "Istirahatlah, aku pulang dulu mau mandi dan ganti baju!? Setelah itu aku akan kesini lagi...." ucap Arsen sembari mengelus kepala Anna.
"Aku juga mau pulang...." sahut Anna.
"Tetaplah disini untuk sementara waktu An....aku yakin Nyonya Bos ingin berbicara empat mata denganmu" ucap Arsen meyakinkan Anna.
Anna menggeleng. "Sudah cukup, aku tidak ingin bertemu dengan pria kejam itu lagi....kamu mau aku mati mengenaskan disini?" cetus Anna dengan sangat kasar.
Arsen malah tersenyum, sedangkan Anna semakin kesal dengan tanggapan Arsen yang begitu. "Kenapa kamu malah tertawa? Apa kamu senang jika dia menyerangku seperti macan yang kelaparan" gerutu Anna sembari memutar bola matanya.
"Gak lah....kamu gak boleh mati seperti itu, boleh nya mati di makan buaya darat hahaha" awalnya serius tapi ujung-ujung nya Arsen malah meledek Anna. Membuat gadis itu tambah kesal, dia pun langsung mencubit perut Arsen.
Arsen pun meringis kesakitan, "Awwh....sakit An....iya aku ampun" ucap Arsen.
"Ini baru Anna yang aku kenal, cerewet dan pemarahan" goda Arsen lagi pada Anna sembari dia mengacak-acak rambut gadis tersebut. Lalu beranjak berlari ke arah pintu.
"Arsen awas kamu yah..." ancam Anna.
"Aku pergi dulu bye..." pamit nya sebelum menghilang dari balik pintu.
Sepeninggal Arsen, Anna mematikan lampu dan menutup semua gorden hingga seisi ruangan menjadi gelap. Disaat seperti terpuruk dan bersedih Anna lebih senang mengurung diri di dalam kegelapan. Karna bagi Anna di dalam kegelapan tidak akan ada yang melihat kesedihan dan beban masalah yang dia hadapi.
.
__ADS_1
.
TBC.