
Sore berganti malam....
Arsen yang di beri tugas oleh Kevin saat sore tadi, kini berhasil menemukan identitas lengkap pria itu. Segera dia menemui sang bos di kediaman nya.
"Bos...ini dia hasil yang saya temukan, pria itu bernama Lee Seung Hyun. Dia tinggal di sebuah rumah kontrakan di Gangnam, bersama dengan istri dan satu anak nya....." jelas Arsen sembari memberikan secarik kertas kepada Kevin.
Kevin membaca dengan seksama kertas berisi identitas lengkap pria bernama Lee Seung Hyun itu. "Besok pagi kita akan pergi ke Gangnam..." ucap Kevin yang masih menatap kertas di tangan nya.
Arsen mengerinyit, apa yang ingin di lakukan sang bos. "Sebenarnya apa yang akan kita lakukan disana bos?" tanya nya karna penasaran.
Kevin pun melirik Arsen, tatapan matanya benar-benar tidak bisa di baca. "Nanti kamu akan tau sendiri.....pulang lah dan istirahat" ucap Kevin sambil beranjak.
Dia berjalan melewati Arsen keluar dari ruang kerja nya. Begitu pun dengan Arsen yang langsung pamit pulang. Mengingat ada hal penting yang ingin di lakukan nya malam ini.
--'--
Di dalam kamar....
Mia duduk dengan kaki yang terhunjur diatas tempat tidur nya. Dia memainkan ponselnya dengan serius, sampai-sampai tidak menyadari kehadiran sang suami.
"Apaan sih yang dilihat? Serius gitu mukanya?" suara Kevin mengejutkan Mia. Cepat-cepat dia langsung mematikan ponsel dan menaruhnya di atas nakas.
"Gak ada kok bee....maaf yah aku gak sadar kamu datang" sahut nya gugup, terlihat jelas di wajah nya. Kevin sangat tahu jika sang istri sedang bohong seperti apa.
Dia menatap Mia dengan curiga. Grab....Kevin meraih ponsel Mia yang di letakan nya di atas nakas. Mia sempat ingin mengambilnya duluan tapi kalah cepat dengan tangan Kevin.
Kevin pun semakin curiga dengan sikap Mia. Tanpa pikir panjang dia langsung melihat apa yang ada di ponsel sang istri. Seketika raut wajah Kevin berubah, dia diam dan tidak berkata sambil meletakan kembali ponsel Mia di atas nakas. Sedangkan Mia menatap Kevin dengan penuh rasa bersalah.
"Maafkan aku bee...aku gak maksud...." ucap nya dengan menggenggam tangan Kevin.
Kevin pun duduk di pinggiran tempat tidur. Lalu dia tersenyum pada sang istri. "Kenapa kamu minta maaf honey.....seharusnya aku yang mengatakan nya, aku sudah membuatmu terluka dan pastinya malu" ucap nya.
__ADS_1
Kevin memang tersenyum, tapi Mia tau betul jika senyuman sang suami tidak seperti biasanya. Melainkan dia tersenyum paksa, di dalam hatinya dia pasti sedih dan gusar.
"Jangan menatap ku seperti itu.....wajah mu tetlihat sangat jelek bee" ucap Kevin sambil menutupi wajah Mia dengan telapak tangan nya.
"Apa kamu bilang? Aku jelek? Biarin, jelek-jelek gini kamu cinta juga kan bee" Mia menunjuk dirinya kemudian dia menjulurkan lidah nya, mengejek sang suami.
Kevin tersenyum kemudian mencubit pipi Mia dengan pelan. "Yaa...yaa...yaa....aku memang sangat mencintaimu bee.....Cups..." Kevin mengecup kening Mia.
"....Jangan pernah tinggalkan aku honey, diriku gak akan sanggup jika tanpa mu" kembali Kevin mengelus pucuk kepala sang istri.
Menatap nya dengan sangat teduh, wanita yang menjadi penyemangat hidup nya selama ini. Bahkan wanita cantik yang kini ada dihadapan nya, tengah mengandung buah hati yang begitu di dambakan olehnya selama ini.
Kevin menaruh kedua kaki Mia dipangkuan nya. Awalnya Mia menolak, tapi kkevin terus memaksa. "Bagaimana dengan hari ini? Bagian mana tubuhmu yang merasa sakit bee?" tanya Kevin sembari meraba-raba tengkuk kaki dan paha sang istri.
Mia menggeleng kan kepala, karna dia memang tidak merasa sakit di bagian tubuh mana pun.
"Hmm....kalau begitu istriku yang cantik ini ingin makan apa? aku akan mengabulkan nya" ucap Kevin.
Kevin pun mengangguk dan tersenyum. "Aku mau ice krim rasa coklat mint bee....".
"Apa? Ice krim? Malam-malam begini? Nanti kamu sakit perut bee....".
"hmm.....kamu sudah janji bee" wajah Mia seketika berubah murung.
Kevin menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskan nya perlahan. "Baiklah....tapi untuk kali ini aja yah" ucap nya memegang pipi sang istri dengan kedua tangan nya.
"Benarkah? Makasih bee..." Mia langsung memeluk tubuh Kevin dengan begitu erat. Dia sangat bahagia karna permintaan nya di turuti oleh sang suami.
"Tunggu disini yah....aku akan segera kembali" Kevin pun beranjak dan berlalu meninggalkan Mia.
"Jam segini? dimana aku mencari ice krim rasa coklat mint....".
__ADS_1
Di jalan menuju parkiran mobil, Kevin melirik arloji nya yang menunjukan jam 11 malam. Berpikir keras kemana tujuan nya mencari ice krim yang diminta sang istri.
Kevin pun memutuskan untuk mencari nya di market terdekat. Dengan kecepatan sedang dia menyusuri jalanan yang masih nampak padat, mengingat sudah hampir tengah malam. Begitulah kota Seoul, meskipun sudah tengah malam sekalipun. Warga nya masih ada yang berkeliaran di pinggir jalan.
Apalagi dengan karyawan kantoran yang memiliki acara makan malam bersama. Mereka pastinya akan pulang tengah malam, jika belum mabuk tidak akan pulang. Begitulah semboyan yang bisa dikatakan.
Sampailah Kevin di depan sebuah toserba kecil, dia memarkirkan mobilnya di pinggir jalan. Saat hendak masuk ke dalam toserba/market itu. Langkah Kevin terhenti, sunggingan senyuman nampak terlukis di wajah tampan nya.
"Aku masih mengingat nya....." batin Kevin.
Ternyata pria tampan berkarismatik itu, sedang mengingat sang istri. Saat tiga tahun lalu, mereka tidak sengaja bertemu di sebuah toserba di kota Beijing. Toserba tempat Mia dulu bekerja. Betapa lucunya kenangan itu, Kevin masih sangat jelas mengingat nya.
Kring......
Suara pintu toserba terbuka. Masuklah Kevin dengan sangat menawan, hingga membuat gadis muda penjaga kasir terkesima. Matanya tidak berkedip dan tidak berhenti menatap. Sosok pria dewasa yang memakai blazer hitam panjang dan setelan piyama tidur putih di dalam nya. Tampan Sekali......
"Apa ada ice krim rasa coklat mint....." tanya Kevin yang kini berdiri tepat di depan kasir.
Wanita itu tersentak kaget, dia langsung spontan menjawab. "Ada kak....disana" jarinya menunjuk peti tempat berbagai macam es berada.
Tanpa menunggu lama Kevin langsung menghampiri peti es tersebut. Saat hendak membuka penutup peti ice itu, pandangan Kevin tidak sengaja menangkap sosok yang familiar baginya.
Seorang gadis muda yang duduk tepat dibagian luar kaca di depan nya. Gadis itu sedang duduk melamun dengan kedua tangan yang menumpu dagunya di atas meja.
Kevin pun bukan hanya membeli ice krim coklat mint pesanan sang istri. Dia juga membeli sebuah minuman coffee. Setelah membayar nya, Kevin menghampiri gadis itu yang tak lain adalah Anna.
.
.
TBC.
__ADS_1
Jangan lupa like, koment, dan vote nya🙏🙏 Happy readings 🖤🖤